JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
- Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
- Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Kanal Titi Kuning dibuat untuk menampung kuatnya debit air dan banjir Rob kawasan Medan Utara dan sekitarnya. Namun kenyataannya, ketika hujan datang berkisar hanya lebih kurang dua jam saja, Kota Medan sekitarnya langsung banjir dan tergenang. Itu artinya keberadaan Kanal Titi Kuning dipertanyakan, sehingga diminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas pembangunan kanal yang tak berfungsi tersebut. Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Lembaga Independent Pengamat Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik kepada SUMUT24, Senin (4/12).
Menurutnya, proyek Kanal Titi Kuning yang menghabiskan uang rakyat triliunan rupiah adalah proyek gagal dan tak sesuai dengan keberadaan konsep Mebidangro. Sehingga proyek tersebut dinilai gagal dan tak ada gunannya. Dana pembangunan Kanal Proyek Titi Kuning tersebut berasal dari dana LOAN , ADB, Pemprovsu dan Kab/Kota sesuai konsep Mebidangro.
“Triliun rupiah uang rakyat yang sia-sia akibat pembangunan kanal tersebut, namun tak berfungsi dengan baik. Kalau tak ada gunanya dan fungsinya, buat apa dibangun dahulu, kan menghabis-habiskan anggaran saja,” tegas aktifis Sumut yang sangat konsern dengan anti korupsi ini.
“Aparat penegak hukum harus mengusut hal tersebut. Kuat dugaan ada yang salah dalam pembangunan kanal, sehingga setiap hujan Kota Medan sekitarnya tenggelam dan banjir,” tegasnya.
Masih dikatakannya, Warga Kota Medan sudah sangat menyanyangkan pembangunan kanal di Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Pasalnya, setiap hujan deras melanda Kota Medan kanal tersebut tidak berfungsi mengatasi masalah banjir.
“Lihat saja bang asal hujan Kota Medan selalu banjir. Padahal kita punya kanal untuk mengatasi banjir namun tidak berfungsi,” tegasnya.
Dalam pembangunan kanal tersebut, ada beberapa pintu yang berfungsi untuk mengaliri air saat hujan deras melanda.Namun, pintu-pintu kanal yang seharusnya bekerja mengalir air ke laut kenyataannya tidak berfungsi. Sehingga apabila hujan deras sudah pasti mengalami banjir.
Ditambah lagi kabarnrnya pintu kanal titi kuning terlalu tinggi dari kondisi kanal Titi Kuning sehingga air tak masuk. saat ini Kanal tersebut banyak ditumbuhi lalang dan tidak terawat. Bagaimana air hujan mau lancar mengalirnya. Kondisi kanalnya aja dipenuhi lalang dan tidak terawat.
Ditambahkannya, pembangunan proyek kanal yang mencapai triliunan rupiah tersebut hanya membuang uang rakyat saja. “Pembangunan kanal itu proyek asal jadi. Faktanya sudah jelas asal hujan air tidak dapat dialiri dan masuk ke kanal,” ucapnya.
Kita sebagai warga Sumut minta pertanggungjawaban Kementerian PUPR dan Dirjen Pengairan kenapa kanal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam waktu dekat akan kita layangkan surat untuk Kementerian PUPR dan Dirjen Pengairan di Jakarta. “Kepada aparat penegak hukum juga agar mengusut tuntas Mega Proyek tersebut, karena sudah jelas tidak berfungsi karena setiap hujan datang Kota Medan dan sekitarnya selalu kebanjiran dan tergenang,” ujar Azhari.
Muhri: Laporkan ke Presiden
Proyek kanal banjir Medan sepanjang 3,8 kilometer dan berbiaya lebih dari Rp500 miliar yang rampung pada tahun 2007 silam, merupakan proyek gagal dan mubajir.
Sebab, karena sama sekali tidak berfungsi dalam mengantisipasi banjir yang terjadi di Kota Medan. Padahal seyogyanya, pembangunan proyek yang infonya dibangun dengan pinjaman dari Pemerintah Jepang dan dibangun saat Abdillah Ak MBA menjabat sebagai Walikota Medan itu, adalah untuk menampung meluapnya air hujan.
“Ini merupakan proyek nasional dan sangat besar. Harus dikordinasikan kembali, sebenranya apa kegunaan dibangunya kanal tersebut,” tegas Anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz kepada SUMUT24, Senin (4/12).
Lebih lanjut dikatakannya, “ini harus dilaporkan ke Presiden Jokowi, bahwa di Medan ada proyek yang besar dan sama sekali tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Muhri Fauzi.
Politisi dari partai Demokrat ini juga mengemukakan, sebaiknya Kepala Daerah dapat duduk bersama untuk membahas persoalan ini. (W03/W01)
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota