JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
- Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
- Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Rasa terkejut yang ditunjukkan oleh panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan tentang Ketenagakerjaan saat mendengar pengakuan pihak BPJS Ketenagakerjaan yang mengatakan telah membayar klaim terhadap 25 orang yang meninggal dunia di proyek Podomoro City Land sejak tahun 2015, harus terus duitindaklanjuti. Karena, sejak awal kehadiranya, PT Podomoro City Land ini di Kota Medan diduga sudah menabrak seluruh peraturan, dan tetap berani melanjutkan pembangunan mweski diketahui IMB nya belum ada.
“Ada dugaan terjadi praktek suap disana, dari oknum oknum Podomoro sehingga kemudian proses pembangunanya berjalan tanpa pengawasan,” kata anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST kepada SUMUT24, Kamis (23/11) malam.
Terkait dengan kecelakaan kerja ini, kata Sutrisno, sebenarnya sudah berulang kali direspon. Tapi sangat disayangkan, pembangunanya tetap tidak bisa dihentikan. Karena dugaan kita ada yang mengalir kepada oknum oknum tertentu. Adanya 25 pekerja yang tewas dalam pembangunan gedung Podomoro itu, memang sungguh sangat mencengangkan. Bahwa, peroyek yang ada di tengah kota ini telah memberi tempat bagi meninggalnya 25 pekerja.
“Bukan hanya pengawasan kerjanya saja yang lemah, tapi instansi terkait juga tidak bisa masuk kesana. Apakah Dinsaker pernah melakukan pengecekan kesana atau tidak,â€katanya.
Harusnya, ujar Sutrisno, ketika ada pekerja yang meninggal dunia, tidak serta merta dikatakan akibat kecelakaan kerja. Mestinya harus ada penyelidikan. Dalam hal ini, polisi juga terkesan diam. Tidak pernah terdengar, sejauh mana penyelidikan yang telah dilakukan.
“Terjadinya kecelakaan kerja itu sendiri seharusnya diselidiki, masak sih tidak ada penyebabnya , bukan hanya tinggal lapor ke BPJS ketenagakerjaan untuk membayar asuransinya,â€ungkapnya.
Sejak awal , kita sudah menyampaikan suara keprihatinan ketika ada pekerja yang meninggal sebelumnya. Bahkan, kita juga sudah meminta agar proses pembangunan dihentikan dulu dan dilakukan penyelidikan oleh polisi. (W01)
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota