Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Normalisasi Drainase di Jalan Hamdoko dan Jalan Listrik
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pelaksanaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Ja
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Tiga orang tua murid akan melakukan pelaporan kepihak kepolisian dan Komnas Anak. Pasalnya, oknum guru SD Swasta Pelita Kasih bernama, Berto telah melakukan penganiayaan terhadap tiga (3) orang murid masing masing bernama, Andika murid Kelas V SD dan Tito juga Jontar keduanya murid Kelas II SD.
Informasi dihimpun wartawan, dari orang tua murid bahwa tindakan penganiayaan dialami oleh Andika murid Kelas V SD terjadi pada hari, Rabu (18/01/2023) lalu dengan cara menarik dan mendorong korban (Andika) hingga tangan dan engsel bahu kiri korban bergeser.
Begitu pula perlakuan tindakan penganiayaan dilakukan oleh, Berto oknum guru yang sama juga pernah dialami oleh Tito dan Jontar murid Kelas II SD dengan cara ditampar dengan keras di bagian pipi berulang kali dan mulut korban pada 1 Oktober 2022.
Masih orang tua murid, meski upaya pihak sekolah sudah ada menyatakan kata permohonan maaf dan orang tua murid telah memafkan, akan tetapi kasus penganiayaan dialami oleh anak anak mereka akan berlanjut keranah hukum.
“Meski pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SD Pelita Kasi, Marita dan oknum guru pengajar bernama, Berto sudah ada menyatakan kata permohonan maaf, akan tetapi kami sebagai orang tua tetap tidak menerima dengan penganiayaan yang dialami anak anak kami. Kami menitip dan menyekolahkan anak kami untuk menuntut ilmu pembelajaran di sekolah, bukan untuk di aniaya. Kasus ini akan kami laporkan ke pihak Kepolisian dan Komnas Anak,” ujar orang tua murid kepada wartawan, Senin (30/01/2023).
Sementara, Berto (oknum guru) yang ditemui wartawan disekolahnya tempat ia mengajar tidak berada ditempat karena tidak masuk mengajar. Dan wartawan bertemu dengan, Marita Kepsek SD Pelita Kasih.
Hal tersebut dipertegas oleh, Marita selaku Kepala Sekolah SD Pelita Kasih yang ada dugaan bahwa, Kepala Sekolah terkesan menutupi dan melakukan pembelaan terhadap oknum guru didiknya bernama, Berto saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/01/2023).
“Pak Berto hari ini (Senin 30 Januari 2023) tidak masuk mengajar. Pak Berto masuk mengajar pada hari, Rabu, Kamis dan Jumat. Soal informasi penganiayaan dilakukan oknum guru (Berto) terhadap murid tidak benar. Yang dilakukan guru terhadap murid hanya melakukan pendisiplinan terhadap murid,” ujar Marita yang terkesan menutupi.
Masih Kepsek SD Pelita Kasih, terkait persoalan dugaan penganiayaan terhadap muridnya tersebut, Marita mengungkapkan bahwa, untuk persoalan yang dialami oleh murid (Andika), pihak sekolah sudah melakukan upaya permohonan maaf kepada orang tua murid.
“Selain permohonan kata maaf dari pihak sekolah dan pak berto, pak Berto juga ada memberikan uang perobatan dan menyerahkanya kepada Ibu Andika (murid). Tetapi, sangat kita kecewakan, uang perobatan tersebut dikembalikan oleh ayah Andika. Menurut kami, sikap ayah andika sikap yang sangat sombong dan merasa mampu,” ujar Marita.
Masih dikatakan Marita, terhadap Berto Marbun pihak sekolah telah memberikan teguran berupa surat peringatan. Ini dilakukan agar pak Berto tidak mengulangi perbuatannya lagi. Apabila terulang, pihak sekolah memberikan sikap lebih tegas lagi,” terang Marita sembari menjelaskan hal yang dialami murid Kelas V SD disebabkan, bapak Berto saat memberikan nasehat dijawab oleh Andika dengan nada ucapan menantang dan melawan.
Anehnya, ketika Kepala Sekolah SD Pelita Kasih ditanya wartawan atas desas desus dan bukan menjadi rahasia lagi bagi orang tua murid bahwa, tindakan penganiayaan oknum guru (Berto) terhadap murid disekolah tersebut juga sudah pernah terjadi, Marita yang mengaku kepada wartawan jika dirinya sudah 13 tahun menjabat Kepala Sekolah ini membantah.
“Tidak benar pak, itulah orang tua murid ini, mereka hanya mendengar tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Menambah nambahkan cerita yang tentu belum jelas kebenarannya,” ungkap dikatakan Marita yang menjelaskan kepada wartawan bahwa keterangan dirinya sebagai mewakili pihak yayasan.
Sebelumnya, orang tua perempuan siswa kelas II SD yang bernama, Tito saat memberikan keterangan kepada wartawan justru memberikan keterangan yang sangat mengejutkan, bahwa bantahan Marita Kepala Sekolah SD Pelita Kasih adalah bohong dan terkesan menutup nutupi atas kejadian dan peristiwa penganiayaan telah terjadi berulang kali dilakukan, Berto Marbun (oknum guru) terhadap para murid.
“Jawaban Mis Marita sebagai Kepala Sekolah terkesan menutupi dan melakukan pembelaan terhadap orang/guru yang sudah melakukan perbuatan bukan sebagai seorang guru pendidik. Sebelum Andika, anak saya Tito dan temanya bernama jontar ada menerima tamparan sebanyak dua kali dipipi dan bibir dengan sangat keras dengan tangan pak Berto,” ujar ibu Tito murid Kelas II SD kepada wartawan sembari membeberkan tindakan penganiayaan dilakukan Berto Marbun pada 1 Oktober 2022 dibuktikan adanya chat pengakuan dan permohonan maaf melalui Berto Marbun melalui nomor WhatsApp kepada orang tua Tito.(W02)
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pelaksanaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Ja
News
Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
News
Kisah Jumat Sore Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Sambangi Ibu Tunggal hingga Abang Becak
News
Sekda Palas Panguhum Nasution Tegas Cek Bangunan KDKMP Harus Sesuai Fakta, Jangan Ditambah atau Dikurangi
News
Antrean BBM Mengular di Padangsidimpuan, Pemko Soroti Dugaan Pelangsiran, Pertamina Dipanggil
News
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Korban Kebakaran Kantin Padangsidimpuan Terima Rp18 Juta
News
&lrmMasa Tanggap Darurat Banjir Bandang Arosuka Diperpanjang Dan Pemkab Solok Perkuat Penanganan dan Kesiapsiagaan
News
Puluhan Pemuda Salayo Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Selamatkan aset Dinas Pariwisata Kabupaten Solok
News
Megawati Perintahkan Kader Hadir di Tengah Rakyat, PDI Perjuangan Sumut Beri Tali Asih Korban MBG di Karo
News
Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
News