KH. Akhmad Khambali: Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
Catatan : Ali Sati Nasution*
Baca Juga:
SUNGGUH sesuatu yang tidak disangka Prestisius yang diraih Doktor Ida Loemongga Nasution (Ph.D) adalah perempuan Indonesia pertama bergelar doktor (Ph.D). Menariknya dari tujuh orang Indonesia pertama bergelar doktor tampaknya tiga orang berasal dari Afdeeling Padangsidimpuan yakni Alinoedin Siregar gelar Radja Enda Boemi; Ida Loemongga Nasution dan Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia.
Ida Loemongga, lahir di Padang Sumatera Barat 22 Maret 1905. Orang tuanya adalah Haroen Al Rasjid Nasution dan Alimatoe’ Saadiah. Ayahnya meru-pakan dokter lulusan Docter Djawa School tahun 1902. Orang tuanya berasal dari Padangsidimpuan Tapanuli Selatan.
Tak lama setelah Ida Loemongga lahir, keluarga ini kemudian pindah ke Sibolga. Setelah ayahnya pensiun dan kemudian membuka praktek di Teluk Betung, Lampung.
Dikutip dari poestahadepok, Ida Loemongga memulai karir pendidikannya saat diterima sebagai siswa di Prins Hendrik-school di Batavia pada tahun 1918.
Pada tahun 1922 Ida Loemongga lulus afdeeling-B (IPA) di Prins Hendrik School, lantas diterima ujian masuk di STOVIA. Namun karena Ida Loemongga tergolong cerdas, maka ia termasuk yang direkomendasikan langsung untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Belanda.
Bayangkan, keberanian si Boru Suti ini, pada usia 18 tahun, ia berangkat sendiri ke Amsterdam Belanda naik kapal laut. Di usia 23 tahun, saat hanya segelintir perempuan Indonesia mengecap pendidikan, Ida Loemongga berhasil memperoleh gelar sarjana kedokteran pada tahun 1927 di Universiteit Utrecht dan langsung mengambil dokter spesialis di Universiteit Lieden.
Keluarga Ida Loemongga tidak keberatan dan sangat mendukung. Ida Loemongga yang diterima di Universiteit Utrecht didukung semua keluarga besar. Ida Loemongga lantas berangkat sendiri ke Belanda pada tahun 1923.
Dalam pendidikannya Ida kemudian berhasil memperoleh gelar sarjana kedokteran pada tahun 1927 di Universiteit Utrecht. Setelah dipromosikan menjadi dokter di universitas tersebut, Ida Loemongga pada tahun berikutnya mengambil dokter spesialis di Universiteit Lieden.
Lantas kemudian, Ida Loemongga ternyata diminati oleh banyak institute. Setelah beberapa waktu sebagai asisten Dr. Caroline Lang, Ida Loemongga meneruskan pendidikan doktoral di Universiteit Amsterdam.
Pada tahun 1931, Ida Loemongga dipromosikan sebagai doktor di bidang kedokteran dengan promo-tor Dr. Lang sendiri. Ia dipromosikan sebagai doktor di bidang kedokteran dengan desertasi berjudul ‘Diagnose en prognose van aangeboren hartge-breken’ (Bataviaasch nieuwsblad, 20-01-1931).
Ida Loemongga pulang ke tanah air dan setelah mendapat lisensi dari pemerintah membuka praktek di Batavia.
Ida Loemongga Nasoetion Pilihan Sejarah Tokoh asal Mandailing. Pada tanggal 29 April 1932, kantor berita Aneta dari Amsterdam, memberitakan bahwa orang yang akan memperoleh gelar doktor di bidang kedokteran pada tanggal 22 September tahun itu juga adalah sosok Ida Loemongga Nasution.
Kemudian, dari universiteiten van Utrecht en Leiden ada nama Ida Loemongga Haroen al Rasjid Nasution dinobatkan sebagai wanita pribumi pertama yang meraih gelar Doktor, dengan tesis Diagnosis dan Prognosis Cacat Jantung Bawaan.
Ayahnya, Harun Al Rasjid ternyata adalah ayah yang sangat perhatian pada pendidikan dan mengingin-kan sekolah setinggi-tingginya bagi anaknya walupun sosok perempuan. Semula Ida Loemongga belajar di ELS Tandjong Karang, dan Prins Hendrik School (afdeeling-B/IPA) di Batavia tahun 1918.
Atas keberhasilannya itu koran Bataviaasch Nieuwsblad juga memberitakan bahwa Ida Loemongga Nasution, putri dari Haroen Al Rasjid Nasoetion, adalah wanita pribumi pertama yang meraih Doktor, Ph.D., di bidang kedokteran.
Banggalah menjadi perempuan Indonesia, lanjutkan keteladanan yang dilakukannya pada bangsa , negara dan orangtua. Belajarlah dari kisah Dr. Ida Loemongga Nasution.*
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota
Semoga Jadi Haji Mabrur&rdquo, Pesan Menyentuh Wali Kota H. Letnan Dalimunthe Saat Sambut Jamaah Haji Padangsidimpuan
kota
Tak Perlu Khawatir, Data Dijamin Aman! Bupati Padang Lawas Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
kota
Pengajian Sejuta Selawat di Madina Jadi Sorotan, Bupati Saipullah Serukan Madina Bersih Narkoba
kota
Rifky Budi Setiawan Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude dari Universitas Sumatera Utara
kota
BANDUNG sumut24.co Bandung, 15 Juni 2026 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Turnamen Sepak Bola Piala Danseskoad dalam
Sport
Polresta Deli Serdang Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026
kota
Pemkab Paluta Gaspol Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Door to Door Dimulai
kota
Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Polres Padang Lawas Hadir Beri Layanan Kesehatan untuk Masyarakat
kota