Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Normalisasi Drainase di Jalan Hamdoko dan Jalan Listrik
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pelaksanaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Ja
News
Medan I Sumut24.co PT Dhirga Surya berharap ada tambahan penyertaan modal agar badan usaha milik daerah (BUMD) itu bisa lebih memaksimalkan berperan untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat.
Baca Juga:
“Penyertaan modal tambahan diharapkan Rp10 miliar untuk pembelian alat -alat pertanian untuk melakukan pemanenan padi,” ujar Direktur Utama PT Dhirga Surya, Isfan F Fachruddin di Serdangbedagai, Sumut, Selasa (24/1).
Menurut dia, dengan memiliki alat pertanian seperti traktor dan alat pemanen padi, maka Dhirga Surya bisa lebih mudah mendapatkan/membeli beras petani secara langsung dengan harga sesuai yang berlaku.
Dengan cara itu, maka petani juga mendapatkan harga yang pantas
Selain bisa mendapatkan harga jual sesuai yang berlaku, adanya alat pertanian.
Dhirga Surya, katanya, bisa membantu petani mendapatkan hasil padi yang lebih baik dan banyak karena dengan menggunakan alat yang tepat, produksi dan kualitas hasil panen juga lebih baik.
Dia mengakui, selama ini akibat tidak memiliki alat pertanian, Dhirga Surya sulit mendapatkan gabah dari petani.
Penyebabnya, ujar Isfan, pada umumnya petani padi Sumut sudah terikat utang dengan pedagang
Kesulitan mendapatkan padi dari petani, membuat Dhirga Surya juga menjadi terpaksa membeli padi dari pedagang.
Selisih harga pembelian antara petani dan pedagang cukup besar.
Kalau harga padi di tingkat petani saat ini sekitar Rp5. 900 per kg, maka di petani sudah Rp6. 400 – Rp6. 700 per kg.
Otomatis, harga jual produk beras Dhirga Surya menjadi lebih mahal.
“Kalau Dhirga Surya bisa langsung membeli ke petani, tentu saja harga petani bisa lebih baik, ” katanya.
“Sebenarnya, harga jual tidak tergolong mahal, apalagi kualitas produk industri penggilingan padi dan penyosohan itu terjamin,” katanya.
Kualitas terjamin karena tidak dioplos atau dicampur.
“Beras kualitas premium Dhirga Surya 100 persen dari padi produk petani yang digiling perusahaan itu Bukan dicampur dengan beras lain, ” ujarnya.
Harga beras premium Dhirga Surya Rp12. 500 per kg atau Rp62. 500 per kemasan 5 kg.
Isfan menyebutkan, akibat pembelian ke petani terhambat ditambah pemasaran beras masih juga belum maksimal, maka produksi beras perusahaan itu juga masih belum sesuai target.
“Untuk itu manajemen berharap ada penambahan penyertaan modal di tahun ini termasuk dukungan pemasaran,” katanya.
Sinergi antara BUMD dan dukungan instansi diharapkan terwujud untuk membantu Dhirga Surya mewujudkan petani bermartabat.
Membantu menjaga harga dasar gabah di petani akan meningkatkan taraf hidup petani. “Saat ini produksi penggilingan masih sekitar 10 ton per hari dengan baha baku padi hasil pembelian ke pedagang,.Harusnya bisa 30 ton per hari, ” katanya.red
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pelaksanaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Ja
News
Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
News
Kisah Jumat Sore Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Sambangi Ibu Tunggal hingga Abang Becak
News
Sekda Palas Panguhum Nasution Tegas Cek Bangunan KDKMP Harus Sesuai Fakta, Jangan Ditambah atau Dikurangi
News
Antrean BBM Mengular di Padangsidimpuan, Pemko Soroti Dugaan Pelangsiran, Pertamina Dipanggil
News
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Korban Kebakaran Kantin Padangsidimpuan Terima Rp18 Juta
News
&lrmMasa Tanggap Darurat Banjir Bandang Arosuka Diperpanjang Dan Pemkab Solok Perkuat Penanganan dan Kesiapsiagaan
News
Puluhan Pemuda Salayo Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Selamatkan aset Dinas Pariwisata Kabupaten Solok
News
Megawati Perintahkan Kader Hadir di Tengah Rakyat, PDI Perjuangan Sumut Beri Tali Asih Korban MBG di Karo
News
Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
News