Rabu, 13 Mei 2026

SBMPTN Aman Dari Serangan Siber Ransomware, Peserta Disabilitas Tak Ada Perlakuan Khusus

Administrator - Selasa, 16 Mei 2017 11:30 WIB
SBMPTN Aman Dari Serangan Siber Ransomware, Peserta Disabilitas Tak Ada Perlakuan Khusus

MEDAN | SUMUT 24 Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017 di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed), serta sekolah tempat lokasi SBMPTN, Selasa (16/5) pagi berjalan lancar dan aman. Bahkan kekhawatiran adanya serangan Siber Ransomware bagi pelaksanaan ujian berbasis, bisa diantisipasi panlok.

Baca Juga:

Hal itu dibenarkan Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd didampingi Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu MHUm dan Ketua Panlok 14 Prof Dr Abdul Hamid K, disela-sela peninjauan di FEB, FH USU, Politeknik Negeri Medan (Polmed), Yaspendhar dan Unimed. Semuanya bersyukur karena sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kelainan dan keanehan, peserta menjalankan tes secara tertib dan serius.

“Alhamdulilah berjalan lancar, sampai saat ini kita tidak mendapatkan informasi maupun temuan keanehan dan kejanggalan,” ungkap kedua pimpinan PTN tersebut.

Kedua rektor mengatakan, Panitia Pusat SBMPTN dan Panlok sudah mengantisipasi serangan siber ransomware bagi pelaksanaan ujian berbasis komputer. “Untuk SBMPTN aman dari serangan virus karena pusat sudah mencegahnya melalui pusat kontrol,” kata Prof Syawal mempertegas.

Keduanya mengaku, kehadiran peserta hingga 99, 99 persen. Rektor Unimed juga sempat membaca soal-soal ujian, menurutnya, soal-soalnya tidak susah tetapi memerlukan logika. Pertanyaan yang ditanyakan masih dalam kisi-kisi pembelajaran, tinggal kembali kepada ketelitian peserta, kemudian logika mereka.

“Bagi peserta yang gagal di jalur SNMPTN, SBMPTN, USU dan Unimed menyediakan jalur Ujian Masuk Bersama (UMB),” terang kedua rektor itu.

Sementara itu, berdasarkan data dari Panlok I4 Medan, sebanyak 58 ribu peserta mengikuti ujian SBMPTN tahun 2017, dibagi menjadi tiga bagian, Saintek, Soshum, dan Campuran, Sedangkan jumlah pengawas lebih kurang 6.000 orang, 4.000 di USU dan 2.000.

Panlok 14 membawahi empat PTN yakni, USU, Unimed, UINSU, dan Universitas Samudra Langsa. Jumlah peserta keseluruhan tersebut terdiri dari peserta ujian kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 25.086 pendaftar, Sosial Humaniora (Soshum) 21.028 pendaftar dan Campuran sebanyak 12.577 pendaftar dengan jumlah total 58.691 peserta.

Jumlah lokasi seluruhnya, untuk program saintek dan Campuran ada 45 lokasi di USU, sedangkan soshum ada 38 lokasi di Unimed. Jumlah pendaftar meningkat, tahun 2016 jumlah peserta sekitar 51 ribu lebih dan tahun 2017 sebanyak 58 ribu. Lokasi ujian SBMPTN di Panlok 14 Medan ada 73 lokasi, yang tersebar di berbagai wilayah yang sudah ditetapkan panitia.

Peserta Disabilitas Tak Ada Perlakuan Khusus

Sementara itu, sebanyak 15 orang peserta berkebutuhan khusus (disabilitas) dan divabel di Unimed yang mengikuti ujian tidak ada mendapatkan perlakuan khusus dan diberikan hak yang sama untuk bisa masuk dan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Salah seorang peserta disabilitas Rusdi Perinta Bangun, kelahiran Rantau Prapat 22 Mei 1996 ini mengambil pilihan prodi Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Padang. Soal ujian dibacakan pengawas dan peserta disabilitas ini menjawabnya langsung. “Tetap semangat dan ini menjadi motivasi bagi peserta disabilitas/divabel lainnya yang akan mengikuti SNMPTN,” tambah rektor.

Ditempat terpisah Kepala Perwakilan Ombusmen Sumut Abyadi Siregar mengharapkan agar pelaksanaan SBMPTN itu berjalan adil dan jujur (fair), sehingga tidak ada kekhawatiran bagi peserta terhadap terjadinya indikasi kecurangan yang ditakutkan selama ini. (C04

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut*
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028, Irfandi : Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
RPK Langkat Resah, Bermohon Kebijakan Terbaik dari Pimpinan Bulog Medan
Di Antara Zikir dan IUP: Perebutan Ruang Hidup di Beutong Ateuh
Mitigasi Trauma Sosial Eks Santri Ndolo Kusumo  Sediakan Posko Aduan dan Pendampingan Psikologis
Kanwil DJKN Sumut dan Kejati Sumut Jalin Kerja Sama Percepatan Pemulihan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru