Rabu, 13 Mei 2026

Gubsu Segera Tetapkan Sekda Provsu, Beberapa Nama Mencuat

Administrator - Rabu, 19 April 2017 08:20 WIB
Gubsu Segera Tetapkan Sekda Provsu, Beberapa Nama Mencuat

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi dipastikan akan segera menetapkan nama pengganti Hasban Ritonga yang selama ini menjabat sebagai Sekertaris Daerah (Sekda), karena akan memasuki masa pensiun pada pertengahan tahun 2017 mendatang.

Sejumlah nama pejabat eselon II yang menduduki jabatan Kepala Dinas atau Badan yang dinilai layak menggantikan Hasban Ritonga pun muncul. Diantaranya, Sarmadan Hasibuan, Kepala Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah yang dinilai mumpuni. Inspektorat Provsu OK Herndry yang dinilai layak. Ir HM Fitriyus SH MSPyang saat ini menjabat sebagai Kadis Kominfo Sumut, yang dianggap berpeluang, serta DR Arsyad Lubis M, Kepala Dinas Pendidikan yang dinilai ideal menduduki jabatan tersebut.

“Sekda adalah pasti orang yang dipercaya oleh Gubsu. Kalaupun ada beberapa nama yang muncul di media, mari kita lihat siapa yang paling dekat dan dipercaya oleh Gubsu,” ujar Pengamat Sosial dan Politik, Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Selasa (18/4).

Kalaupun nanti ada proses fit and proper tes, lelang jabatan dan sebagainya, menurut Shohibul semua itu sebenarnya untuk mememuhi Undang Undang saja. Sebagai jabatan yang tertinggi di birokrasi Provinsi, lanjutnya, Sekda itu adalah seorang Gubenur sesungguhnya dalam penguasaan data, manajemen, organisasi dan sebagainya. Dan berdasarkan beberapa hal yang terjadi sebelumnya, ada catatan bagi kita siapa yang paling tepat nanti untuk menggantikan Hasban.

“Orang tersebut adalah orang yang bisa mengendalikan Pemerintahan,kemudian bisa memberi warning secara halus kepada Gubernur, agar jangan melakukan langkah yang melampaui batas,” terangnya.

Dalam keterangannya itu, Shohibul juga mengingatkan pentingnya peran seorang Sekda dalam Pilgub yang akan berlangsung di Sumatera Utara pada 2018 mendatang. Sekalipun jabatan seorang Gubenur nantinya akan digantikan oleh seorang pelaksana tugas (Plt). Karenanya, seorang Sekda itu haruslah orang yang memiliki kapabilitas dan integritas yang baik, serta kejujuran dalam mengendalikan pemerintahan.

Pandangan lain seperti apa sosok seorang Sekda yang menggantikan Hasban Ritonga juga disampaikan oleh Pengamat Pemerintahan di Sumut, Agus Suryadi.

Kepada SUMUT24, Senin (18/4) Agus menuturkan, bahwa agar seorang Sekda kedepan itu adalah sosok yang betul betul kompetebel dan kompeten, serta menguasai permasalahan permasalahan pembangunan di Sumatera Utara.

“Tentu saja, sosok Sekda itu juga lebih fleksibel, mampu mengkoordinir semua SKPD, dan tidak boleh takut dengan semua elemen. Karena, Sekda itu juga adalah corong. Kalau ada yang butuh informasi. Sekda dianggap lebih memahami secara tekhnis,” tuturnya.

Selain itu, Agus juga menuturkan kalau seorang Sekda itu harus mampu membangun jejaring , khususnya membangun jejaring antara legislatif dan eksekutif, misalnya.

Menurut Agus, untuk mencari sosok Sekda tentunya ada proses fit and proper tes, yang meliputi pewngalaman, ketangkasan dan juga jejak rekam yang harus dilakukan oleh pemerintah. Sekarang hanya tinggal bagaimana Provsu melalui Gubsu menjaring orang orang yang kemudian ke pemerintah untuk dilakukan fit and proper tes.

“Jangan kemudian dalam tanda petik bukan menjaring, tapi malah menunjuk orang orang tertentu yang ikut. Sebaiknya, biarkan mekanisme itu terbuka di internal Pemprovsu sendiri, setelah didapat orang orang orang terbaik kemudian diuji kelayakannya di pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri,” paparnya.

Jadi, biarkan dulu semua sumber daya manusia di Sumut, baik itu SKPD atau yang lainnya bersaing terbuka untuk menunjukan kualitas mereka d iinternal Pemprovsu.

Disinggung soal ada beberapa nama yang disebut-sebut akan mengantikan jabatan Hasban Ritonga sebagai Sekda seperti, Sarmadan Hasibuan, OK Herdry, Ir HM Fitriyus SH MSP, dan DR Arsyad Lubis, Agus menuturkan kalau semua nama nama tersebut dinilainya mumpuni.

“Kalau ditanya secara umum, ke empat nama itu mumpuni. Saya tidak harus menyampaikan nama satu atau dua orang,” ujarnya.

Berdasarkan telaah dan analisisnya, Agus mengutarakan bahwa penilaian yang diberikannya bukan berdasarkan kedekatan. Karena pada dasarnya, dirinya sendiri tidak kenal. Dirinya hanya melihat dari kinerja, pangkat golongan dan rekam jejak saja.

“Makanya saya sampaikan, biarkan dari internal Pemprov sendiri muncul nama nama yang berkompeten. Kemudian, masyarakat sendiri yang menilai berdasarakan rekam jejak,” terangnya. (W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Transformasi TNI AD dan AI Jadi Sorotan Seminar Strategis di Seskoad Bandung, ini harapannya*
Siregar: Sertifikasi Guru Adalah Cara Feodal Menipu Diri Sendiri, Bukan Solusi Kualitas Pendidikan
Sampah, Energi, dan Masa Depan Indonesia  Ketika Gunungan Sampah Bisa Menjadi “Tambang Energi” Baru Negara
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
FPS Poltekpar : Kelurahan Pardede Onan Memiliki Potensi Wisata Budaya
Bupati Asahan Buka Pelatihan TP PKK Kecamatan 2026 : Wujudkan Kader yang Profesional dan Inovatif
komentar
beritaTerbaru