Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028, Irfandi : Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026&ndash2028, Irfandi Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
kota
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Selama 30 tahun lebih menjadi polisi, satu hal yang menjadi prinsip baginya dalam menjalankan tugas, yakni memberikan pelayanan terbaik. Karena baginya, hidup adalah untuk mengabdi bukan untuk mencari kekuasaan.
Anak petani yang lahir di Siborongborong pada 3 April 1961 ini juga mengatakan, bayak hal yang diperolehnya dari pengalaman hidupnya. Karena, dari pengalaman hidup yang telah dilakoninya, pria yang genap berusia 56 tahun ini mengaku, banyak memperoleh pelajaran dan hikmah dalam hidup.
“Diawal saya menjadi polisi, setiap hari Jumat saya pulang kampung, untuk membantu orang tua saya bekerja diladang. Bahkan kalau sudah kesorean tiba di kampung, saya langsung memasak air panas dirumah, untuk digunakan orang tua saya mandi,” ujarnya kepada SUMUT24, Senin (3/4) di ruang kerjanya.
Selain pengalaman dalam hidupnya, pria yang juga dikenal dengan sebutan akrab Dansui ini juga menuturkan, prinsip hidup yang tetap dipegangnya teguh adalah tidak mau bergantung kepada orang lain. Hal ini sudah dibuktikan oleh anak ke 6 dari 9 bersaudara ini sejak dirinya hijrah ke Kota Medan pada tahun 1979 silam.
“Hal penting lainnya adalah, hidup tidak boleh arogan apalagi sombong,” ujarnya.
AKBP Maruli yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut ini juga menurutkan, dalam mendidik anak-anaknya, dirinya sama sekali tidak pernah marah.
“Saya tidak pernah marah dengan anak-anak saya. Namun, tetap saya pantau,” katanya.
Sejak anak-anaknya duduk di kelas dua SMP, lanjutnya, dirinya sudah menanyakan apa yang menjadi cita-cita dalam hidup mereka.
“Saya tetap beri penjelasan, keuntungan dan kejelekan dari apa yang dinginkan oleh anak-anak saya. Dan saya tetap memberikan dorongan,” katanya.
Maruli juga mengakui, banyak rintangan yang telah dilaluinya dalam mengantarkan anak-anaknya dalam menggapai cita-cita mereka. Kendati demikian, semua tetap ada hikmah yang dapat diambil.
Soal namanya digadang-gadang akan maju dalam Pilkada Sumut pada 2018 mendatang, Maruli menjelaskan kalau awal dukungan tersebut datang dari kerabat yang satu marga, kemudian terbentuklah komunitas teman Maruli.
“Saya tetap menyampaikan, kalau saya masih bertugas sebagai polisi yang aktif. Kalaupun ada baleho yang bertuliskan nama saya, saya jauh hari sudah meminta agar tidak mencantumkan jabatan dan pangkat saya,” terangnya.
Apakah hal tersebut berarti dirinya akan maju dalam Pilkada mendatang, “Kalau memang masyarakat menghendaki untuk maju, yah apa salahnya,” sebutnya.
Namun, kata Maruli, saat ini dirinya masih fokus berfikir untuk menuntaskan tugasnya sebagai polisi dan juga pelayanan masyarakat, serta tidak mau lupa daratan. “Bisa jadikan, hal ini adalah cobaan bagi saya,” tuturnya.
Dari beberapa contoh yang dilihat, katanya,hanya ambisi untuk memperoleh akan sesuatu, apa yang sudah diperoleh menjadi ditinggalkan. Sehingga, tak satupun yang didapat pada akhirnya. Karenanya, hal ini harus betul betul dipertimbangkan. Apalagi mengingat, kalau dirinya akan memasuki masa pensiun pada tahun 2019 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Maruli tak menampik kalau dirinya berniat untuk membangun Sumut, namun bukan untuk mencari kekuasaan. Hal ini didorong rasa cintanya kepada Sumatera Utara, yang dinilainya belum memiliki perubahan yang signifikan.
“Selama malang melintang tugas dibeberapa daerah, saya banyak mendapat pengalaman dari kinerja kepala daerahnya. Yang pada intinya adalah selalu memberikan pelayanan terbaik dan membenahi warganya. Kalau ide saya adalah bagaimana merubah mental masyarakat itu untuk hidup bersih dan teratur dulu,” terangnya, sembari mengatakan biarkan semuanya mengalir seperti air. (W01)
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026&ndash2028, Irfandi Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
kota
RPK Langkat Resah, Bermohon Kebijakan Terbaik dari Pimpinan Bulog Medan
kota
Di Antara Zikir dan IUP Perebutan Ruang Hidup di Beutong Ateuh
kota
Mitigasi Trauma Sosial Eks Santri Ndolo KusumoSediakan Posko Aduan dan Pendampingan Psikologis
kota
Kanwil DJKN Sumut dan Kejati Sumut Jalin Kerja Sama Percepatan Pemulihan Aset Negara
kota
Kejaksaan Setorkan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
kota
Garuda Indonesia Medan Audiensi dan Silaturahmi dengan Kajati Sumut
kota
Hak Jawab Agincourt Resources Tegaskan Pengelolaan Lingkungan dan KonservasiKeanekaragaman Hayati Dilaksanakan secara Bertanggung Jawab
kota
Hak Jawab PTAR Tegaskan Pengelolaan Lahan Ramba Joring Dilakukan SesuaiKetentuan Hukum
kota
Medan sumut24.co Seorang pria yang dikabarkan merupakan pecatan Tentara, ditangkap Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, di Jalan Pelita, K
Hukum