Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Praktisi Pendidikan Ali Nurdin, MM kepada SUMUT24, Selasa (13/12) mengatakan, justru dia melihat UN tak perlu diperjuangkan. Bukan UN standar perjuangan apalagi semangat berkompetisi siswa.
“Tak ada kompetisi di UN, yang ada bagaimana siswa berjuang dengan semangat ketidakjujuran. Kepala sekolah ketakutan, guru pun dipaksa berlaku curang, apakah itu namanya semangat kompetisi,” tangkis Nurdin.
Nurdin menilai, pernyataan Wapres Yusuf Kalla hanya melihat luarnya saja. Sementara bagi dirinya yang mengalami dan melihat, pasti akan berbeda.
Ditambahkannya, UN tak bisa mendongkrak pendidikan nasional karena yang ditranfer pada siswa hanya knowledge (Ilmu pengetahuan), sedangkan yang seharusnya ditransfer pada siswa adalah value (nilai). Nilai-nilai kejujuran, perjuangan, semangat kompetisi dan proses.
“Sedangkan di UN kita tak melihat hal tersebut. Apa cara penilaian seperti ini mau diwariskan kepada generasi muda,” tanya Ali.
Kemudian, UN sebagai pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. “Untuk apa pemetaan lagi, di 8 standar pendidikan nasional sudah jelas. Jadi tak perlulah ditambah-tambah lagi yang ujung-ujungnya hanya bicara tentang uang. Serahkan saja ke dinas pendidikan kabupaten/kota . Mereka yang lebih mengerti standar dan kualitas siswanya. Apalagi dengan memakai kearifan lokal, karakter anak yang jujur, pintar dan membumi, pasti kita dapatkan,” tegas Nurdin.
Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla mengatakan pelaksanan Ujian Nasional (UN) memberikan dampak positif yakni menumbuhkan semangat bersaing untuk maju.
“Kenapa saya membela contohnya saja ujian nasional? Bukan soal ujiannya tapi soal semangatnya hilang, semangat persaingan hilang kalau tidak ada aturan standar-standar yang diperjuangkan,” ujarnya.
Ditambahkan Wapres, jika tidak ada ujian nasional maka semangat bersaing yang selama ini tumbuh akan pudar. Persaingan yang naik akan membuat mental generasi penerus yang mampu berdaya saing untuk mencapai kemajuan demi kemajuan untuk diri sendiri dan bangsa, apalagi di tengah tantangan global yang semakin beragam di berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi dan politik. “Harus dibiasakan kita bersaing, dibiasakan kita untuk mempunyai kemajuan terus menerus,†tuturnya.(R05)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota