MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Praktisi Pendidikan Ali Nurdin, MM kepada SUMUT24, Selasa (13/12) mengatakan, justru dia melihat UN tak perlu diperjuangkan. Bukan UN standar perjuangan apalagi semangat berkompetisi siswa.
“Tak ada kompetisi di UN, yang ada bagaimana siswa berjuang dengan semangat ketidakjujuran. Kepala sekolah ketakutan, guru pun dipaksa berlaku curang, apakah itu namanya semangat kompetisi,” tangkis Nurdin.
Nurdin menilai, pernyataan Wapres Yusuf Kalla hanya melihat luarnya saja. Sementara bagi dirinya yang mengalami dan melihat, pasti akan berbeda.
Ditambahkannya, UN tak bisa mendongkrak pendidikan nasional karena yang ditranfer pada siswa hanya knowledge (Ilmu pengetahuan), sedangkan yang seharusnya ditransfer pada siswa adalah value (nilai). Nilai-nilai kejujuran, perjuangan, semangat kompetisi dan proses.
“Sedangkan di UN kita tak melihat hal tersebut. Apa cara penilaian seperti ini mau diwariskan kepada generasi muda,” tanya Ali.
Kemudian, UN sebagai pemetaan kualitas pendidikan secara nasional. “Untuk apa pemetaan lagi, di 8 standar pendidikan nasional sudah jelas. Jadi tak perlulah ditambah-tambah lagi yang ujung-ujungnya hanya bicara tentang uang. Serahkan saja ke dinas pendidikan kabupaten/kota . Mereka yang lebih mengerti standar dan kualitas siswanya. Apalagi dengan memakai kearifan lokal, karakter anak yang jujur, pintar dan membumi, pasti kita dapatkan,” tegas Nurdin.
Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla mengatakan pelaksanan Ujian Nasional (UN) memberikan dampak positif yakni menumbuhkan semangat bersaing untuk maju.
“Kenapa saya membela contohnya saja ujian nasional? Bukan soal ujiannya tapi soal semangatnya hilang, semangat persaingan hilang kalau tidak ada aturan standar-standar yang diperjuangkan,” ujarnya.
Ditambahkan Wapres, jika tidak ada ujian nasional maka semangat bersaing yang selama ini tumbuh akan pudar. Persaingan yang naik akan membuat mental generasi penerus yang mampu berdaya saing untuk mencapai kemajuan demi kemajuan untuk diri sendiri dan bangsa, apalagi di tengah tantangan global yang semakin beragam di berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi dan politik. “Harus dibiasakan kita bersaing, dibiasakan kita untuk mempunyai kemajuan terus menerus,†tuturnya.(R05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News