Rabu, 30 September 2026

PMI Medan Bantu Korban Gempa Aceh

Administrator - Selasa, 13 Desember 2016 08:32 WIB
PMI Medan Bantu Korban Gempa Aceh

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Terkait terjadinya gempa di Pidie Jaya, Provinsi Aceh, PMI Medan kini telah mengirimkan bantuan berupa mobil ambulan sekaligus relawan.

Ketua PMI Medan, Musa Rajeckshah, mengatakan, sedikitnya ada dua unit mobil ambulan yang kita kerahkan ke sana. Selain itu kita juga mengirimkan puluhan relawan kesana.

“Kita juga telah mengirimkan obat-obatan kepada korban gempa disana. Bantuan dan para relawan kita kirim pada Kamis lalu dibarengi pelepasan relawan BPBD yang dilepas di Kantor Gubsu,” kata pria yang akrab di sapa Ijeck itu, Sabtu (10/12).

Sementara itu di tempat terpisah, pengungsi korban gempa Aceh terus bertambah di hari keenam masa tanggap darurat.

Tercatat 83.838 orang masih mengungsi di posko pengungsian yang tersebar di 124 titik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, para pengungsi yang berasal dari Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang dan dari Kabupaten Bireuen sebanyak 1.716 orang. Di Pidie Jaya pengungsi tersebar di 120 titik, sedangkan di Bireuen pengungsi tersebar di 4 titik.

“Distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang. Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Mns Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang,” jelas Sutopo, Senin (12/12).

Sementara itu, Komandan Satgas Tanggap Darurat yang juga Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi mengatakan akan mencermati jumlah pengungsi yang terus bertambah. Pihaknya akan melakukan berbagai langkah untuk menghindari lonjakan pengungsi yang terus bertambah.

“Data pengungsi yang terus melonjak harus dicermati. Kami akan mengambil sikap penanganan selanjutnya untuk menghindari lonjakan pengungsi. Langkah, penyaluran logistik langsung ke desa masing-masing sesuai dengan jumlah jiwa dari KK. Bantuan yang disalurkan disepakati untuk kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, telor, dan gula. Kita sepakati kita buat rekap kebutuhan selama 7 hari.” ujar Mulyadi dalam keterangan tertulis yang sama.

Ribuan bangunan juga dilaporkan rusak parah akibat gempa 6,5 SR tersebut. Sebanyak 11.668 rumah, 61 masjid, 94 meunasah (musala), 10 kantor pemerintahan dan 16 unit fasilitas pendidikan mengalami rusak fisik.

“Data terkait kerusakan infrastruktur, rumah, ruko, fasilitas umum lain seperti kantor pemerintah, pendidikan, masjid belum kita terima dengan sempurna. Camat telah diperintahkan sampaikan hari ini untuk disampaikan sebagai data sementara. Rumah yang hancur dan berapa yang rusak berat, sedang dan ringan harus segera didata dan dilaporkan ke Posko Utama,” sebut Mulyadi. (W07)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Teguh Santosa: Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
HUT Propam Polri ke-24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
Triwulan III Penerimaan Zakat Meningkat Signifikan, Wagub Sumut Harap Baznas Ikut Dampingi Mustahik
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!! Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
komentar
beritaTerbaru