Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga
Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga
News
MEDAN|SUMUT24 Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi mengakui imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghapus dana komite, merupakan tugas berat. Katanya, dana komite sekolah masih diharapkan untuk meningkatkan kreatifitas siswa.
Baca Juga:
“Dana komite ini cukup membantu segala aktifitas siswa. Jadi yang sifatnya meningkatkan kreatifitas siswa dapat dibantu. Ini memang tugas berat yang masih dipikirkan,” kata Akhyar saat ditemui di ruangannya, Senin (5/12).
Lebih lanjut dikatakan Akhyar, untuk menghapus dana komite masih membutuhkan banyak pertimbangan. Sebab, dana komite tersebut telah cukup lama bergulir di sekolah.
Senada dengan itu juga, Kepala Sekolah SMK Negeri 9 Medan, Sakti mengatakan jika dana Komite dihapus, akan mengeluarkan sepertiga guru honorer.
“Tak hanya guru honorer yang dikeluarkan, tetapi dua per tiga siswa juga akan saya keluarkan,” pungkasnya.
Sementara Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) telah mengingatkan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan untuk tidak lagi mengutip uang komite.
Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Demkorat, Burhanuddin Sitepu mengaku setuju dengan wacana penghapusan uang komite.
Menurutnya, uang komite yang dikutip dengan rata-rata Rp130 ribu per bulan sebagai ajang korupsi saja.
“Bayangkan satu sekolah bisa mengumpulkan Rp 1 miliar per bulan dari uang komite. Kemana uang itu semua? Sedangkan ada tiga bantuan dari pusat,”katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (5/12).
Lanjut Burhan, Pemko segera mengambil kebijakan. Apalagi, KPK mengatakan bahwa dana komite sekolah bisa menjadi temuan sebagai kutipan liar.
“KPK sudah mengatakan itu bisa jadi temuan, kalau tidak segera diberhentikan,” katanya.
Selain itu, KPK juga melarang gaji guru honorer dari dana komite. Menurut Burhan, hal tersebut wajar, pasalnya, selama ini pendapatan guru honorer hanya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Dana BOS ini juga begitu besar. Kemana duit itu semua? Gaji honorer juga kecil,” pungkasnya.(R02)
Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga
News
Wabup Basri Buka Muscab FSPTSIKSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan
News
SE2026 Disorot, Sekda Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Kalau Datanya Benar, Kita Bisa Ambil Keputusan yang Benar
News
Turun ke Desa, Kapolres Tapsel Bongkar Persoalan Warga yang Perlu Segera Ditangani
News
Pemkab Madina Kejar Legalitas Tambang Rakyat, 15 Lokasi Masih Bisa Diusulkan
News
Pekerja Informal Jadi Perhatian, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Perkuat Program 1 Perisai
News
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Sidak Inspektorat, Kehadiran Pegawai Capai 95 Persen
News
Polrestabes Medan Ringkus Residivis Pengedar Narkoba7 Paket Sabu Disita
News
Polsek Medan Kota Tembak 2 Perampok Wanita Driver OjolPernah Beraksi di Menteng dan Patumbak
News
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Sakti Lubis, Kecamatan Medan
Hukum