MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Menganggapi kejadian ini, salah satu pengamat lingkungan Kota Medan, Jaya Arjuna, menegaskan pabrik Brownies Amanda seharusnya berhenti beroperasi sebelum menyelesaikan masalah limbah yang sudah membuat resah warga sekitar. Dan jika pihak Amanda tidak menggubrisnya, maka pemerintah harus turun tangan.
“Prinsipnya, kalau limbah sebuah perusahaan sudah membuat warga resah,sebaiknya ditutup. Selesaikan dulu masalahnya, namun jika tidak digubris sudah saatnya pemerintah andil bagian,â€katanya.
Jaya Arjuna menambahkan, tak sepatutnya produksi Brownies Amanda membuang limbah seenaknya ke lingkungan. Mereka harusnya memikirkan dampak bagi warga sekitarnya.
“Brownies Amanda itu bukan lagi usaha yang kecil, sebab cabang mereka sudah ada diseluruh Indonesia. Di Medan saja, cabangnya sudah banyak. Jadi Brownies Amanda itu perusahaan besar, dan jangan taunya ambil keuntungan saja,†katanya.
Menurut Jaya Arjuna, walaupun limbah perusahaan roti ini tidak berdampak racun berbahaya, tidak sepatutnya membuang limbah pembuatan browniesnya sesuka hati. Sebab sebelum beroperasi sebuah perusahaan, ijin limbah sudah ada dari pemerintah.
“Jangan anggap remeh walau tidak berbahaya, bau dan membuat jalan becek, itu sudah sangat mengganggu warga setempat, dan untuk itu, Amanda baiknya ditutup,â€pungkasnya. (W07/WO2/W04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News