Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Perluas Pasar Lewat Misi Dagang Jatim
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
MEDAN | SUMUT24 Belakangan lokasi tempat maksiat menjamur di Kecamatan Medan Denai, berkedok tempat usaha pijat refleksi dan cafe. Tempat ini di sinyalir sebagai tempat mesum karena banyak ditemukannya alat kontrasepsi oleh warga sekitar. Namun lokasi mesum tersebut tak pernah tersentuh oleh pihak yang berwajib.
Baca Juga:
Masyarakat menduga pihak Kecamatan Medan Dena, telah menerima upeti dari pengelola usaha sehingga terkesan picing mata.
Hal ini diutarakan Sekcam LIRA Medan Denai Bungsu Siregar, Senin (7/11). Menurutnya, Camat Medan Denai harus mengambil sikap dengan terjadinya ini. Jangan sampai slogan “Medan Rumah Kita” berubah menjadi “Medan Rumah Mesum”.
“Disini banyak usaha seperti ini berdiri, bahkan izinnya pun tak ada. Modusnya usaha refleksi tapi didalamnya menawarkan pelayanan jasa pijat plus-plus kepada pengunjung,” terang Bungsu.
Ditambahkannya, keberadaan kafe maksiat yang berukuran 1,5 x 1 M yang kerap dijadikan tempat mesum bagi para muda-mudi maupun orang dewasa di Jalan Raya Menteng, Kelurahan Menteng, Medan Denai, hingga kini tidak tersentuh alias masih bebas beraktifitas.
“Kalau mau lihat, tiap malam pasangan muda-mudi yang datang ke lokasi kafe tampak silih berganti masuk maupun keluar. Kafe yang berkedok menjual makanan serta minuman, bak kafe lesehan keluarga itu, ternyata di dalamnya menyediakan lapak mesum berukuran 1,5x 1 meter dengan harga Rp30 ribu-Rp35 ribu sekali pakai. Kita bicara begini karena warga banyak temukan kondom di tempat-tempat seperti itu,” tambahnya.
Dia meminta agar Camat Medan Denai jangan diam duduk manis saja. Camat harus segara turun tangan dan menindaknya.
“Banyak masyarakat kecewa sama kinerja Camat Medan Denai, karena pak camat terkesan tak peduli sama warganya. Bukan hanya masalah tempat mesum ini saja, terjadinya banjir dan jalan berlubang di Denai saja camatnya cuek, kalau pun ada gotroy dari camat, itu pun baru beberapa hari lalu. Tapi selama ini Camatnya kemana?” tutupnya.
Sementara itu, terkait hal ini saat di konfirmasi Camat Medan Denai, Hendra Asmilan, mengatakan pihaknya dulu pernah menutup tempat seperti itu. Ketika ditanya izin usahanya, Hendra menjelaskan bahwa memang beberapa usaha-usaha itu tidak memiliki izin. Dan kalau pun usaha ini mau ditutup, hanya Disbudpar Medan yang bisa melakukannya.
“Terkait hal ini yang bisa menutup lokasi ini hanya Disbudpar Medan, jadi nanti kita data dulu mana-mana usahanya yang sudah dan yang belum ada izin. Setelah itu nanti kita surati Disbudpar Medan untuk menindaknya,” kata Hendra sembari mengaku kalau dirinya belum pernah mengirim surat ke Disbudpar Medan. (W07)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News
Tak Perlu 1012 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN
News
Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar
News
Medan sumut24.co Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat kembali ditunjukan oleh Koramil 020109/MB Kodim 0201/Medan dal
kota
Taput sumut24.co Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan Kodim 0210/TU melalui kegiatan pembagian air bersih kepa
News
Jakarta Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkua
Profil
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku Oleh Tundra Meliala Pegiat Media ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari hala
Hukum
Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan
News
Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga
News