MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN
MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN
News
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui potensi money politic atau politik uang di pilkada serentak 2017. Namun, lembaga antirasuah itu mengaku kesulitan mengusut hal tersebut jika calonnya berasal dari swasta.
“Sulitnya KPK itu kan saat ini belum bisa masuk di sektor swasta. Kalau (calonnya) bukan penyelenggara negara repot,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo di Puri Imperium Office Plaza, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/9). Selama ini KPK bisa mengusut kasus dugaan korupsi dan menjerat swasta karena melibatkan penyelenggara negara juga. Hal yang berbeda tentunya dalam pagelaran pilkada serentak ini.
Meski begitu, lanjut Agus, saat ini sejumlah penegak hukum tengah menggodok aturan tentang penjeratan korporasi. Sehingga dengan aturan itu nantinya bisa mengusut pihak swasta dan korporasi secara leluasa.
“Makanya, mudah-mudahan nanti segera bisa kita lakukan?,” ucap Agus.
Tjahjo: Lawan Politik Uang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, paling tidak ada dua hal yang harus diperangi dan diawasi bersama saat pilkada serentak berlangsung. Kedua hal itu adalah money politic atau politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Pilkada yang harus kita lawan adalah politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Dalam tanda petik adalah menghalalkan segala cara,” ujar Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/9). Penyalahgunaan kekuasaan yang dimaksud Tjahjo bukan dalam arti sempit. Penyalahgunaan wewenang juga harus dilihat dari isu yang dimainkan para calon. Tidak boleh lagi ada isu yang sengaja dibuat dan sifatnya provokatif.
“Termasuk di dalamnya mengembangkan kampanye maupun isu yang sifatnya provokatif yang membahayakan persatuan dan kesatuan,” imbuh dia.
Kemendagri saat ini sudah bekerja sama dengan kepolisian dan Kemenkominfo untuk mengawasi semua upaya provokasi melalui dunia maya. Sebab, sulit membendung segala isu yang dilontarkan melalui media sosial.
“Saya mohon kepolisian dan Kominfo untuk mengusut dengan tegas siapapun yang menyebarkan lewat medsos yang sifatnya provokatif dan mengganggu stabilitas daerah. Karena pilkada ini harus aman, demokratis,” pungkas Tjahjo. (int)
MENGADILI PENYIMPANGAN, MEMBENAHI PEMASYARAKATAN
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Latihan Kader (LK) II Tingkat Nasional
News
Pemkab Solok Siapkan Huntap untuk Warga Terdampak Galodo, Lokasi Relokasi Dikaji
News
Gelar Pelantikan dan Rakerda 2026, Golkar Sumut Siap Menguningkan Sumatera Utara
News
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi Tokoh Masyarakat Jawa Sumut
News
Anggunnya Jelita Asri Ludin Tambunan dalam Balutan Tenun Deli Serdang di Kriyanusa 2026
News
SYAMSUL RIZAL PASAL 33 HARUS MENJADI KOMPAS PEMBANGUNAN DAN KEDAULATAN EKONOMI BANGSA
News
Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
News
Yaspend Mulia Medan Cetak Atlet Pelajar Berprestasi hingga Tingkat Nasional
News
Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
News