Selasa, 29 September 2026

Gubsu Dukung Pengembangan Kedokteran Nuklir di Sumut

Administrator - Senin, 26 September 2016 07:20 WIB
Gubsu Dukung Pengembangan Kedokteran Nuklir di Sumut

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi memberi apresiasi kepada perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI). Pemprovsu siap mendukung pengembangan spesialis kedokteran nuklir di Sumut. Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) dan Perhimpunan Kedokteran dan Biologi Nuklir Indonesia (PKBNI) Tahun 2016, kemarin (23/9) di Aryaduta Hotel Medan. Menurut Gubsu, saat ini RS Adam Malik sudah memiliki spesialis nuklir yang dapat memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat Sumut. Maka untuk itu Pemprovsu menyambut baik kegiatan pertemuan ilmiah tahunan, ini diharapkan dengan pertemuan ini akan menambah pengetahuan dan ilmu sehingga meningkatkan SDM para dokter spesialis nuklir.

“Sehingga nantinya dapat menunjang peningkatan derajat kesehatan di Sumut, khususnya dan Indonesia pada umumnya,” paparnya.

Seperti yang diketahui bahwa ilmu kedokteran di zaman sekarang telah memberi pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Berkembangnya ilmu kedokteran juga telah mempengaruhi kualitas dokter dengan lahirnya berbagai jenis spesialis nuklir.

Sementara kiprah dokter spesialis nuklir dalam era global semakin strategis dimana dinamika persoalan kesehatan di Indonesia khususnya Sumut yang kian berkembang menuntut penanganan kesehatan yang jauh lebih serius.

Kebutuhan pelayanan kesehatan yang masih minim di Sumut termasuk teknologi pendukungnya membuat masyarakat Indonesia khususnya Sumut memilih berobat ke luar negeri.

Untuk itulah kegiatan ini menurut Gubsu merupakan moment yang sangat penting untuk menguatkan peran kedokteran nuklir dalam sistem kesehatan yang saat ini berada dalam kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional. “Saya yakin, bahwa pertemuan ilmiah ini dapat menghasilkan usulan atau rekomendasi yang nyata dan berarti bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan DR dr Ahmad Husein S Kartamiharja mengatakan spesilasi nuklir masih terbentur dengan peralatan. “Sehingga untuk berobat pasien harus menunggu satu tahun lebih dari pendaftaran,”paparnya

Sementara ilmu spesialis nuklir di Indonesia semakin maju pesat. Dengan jumlah dokter spesialis sebanyak 35 orang di Indonesia. Untuk itu Kementerian RI sudah merujuk di beberapa tempat rumah sakit dilengkapi dengan layanan BPJS.

Hadir pada acara tersebut Bapak Kedokteran Nuklir Indonesia Prof DR.dr Johan S Masyur SPPD-KEMD,SPKN, mewakili PKNI DR dr Ahmad Husein S Kartamihardja SPKN (K), Direktur RS H Adam Malik Bambang Prabowo M.Kes, Plt Kadis Kesehatan Provsu. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Asahan Buka LK II Tingkat Nasional HMI : Lahirkan Kader Solutif yang Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Pemkab Solok Siapkan Huntap untuk Warga Terdampak Galodo, Lokasi Relokasi Dikaji
Gelar Pelantikan dan Rakerda 2026, Golkar Sumut Siap Menguningkan Sumatera Utara
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi Tokoh Masyarakat Jawa Sumut
Anggunnya Jelita Asri Ludin Tambunan dalam Balutan Tenun Deli Serdang di Kriyanusa 2026
SYAMSUL RIZAL: PASAL 33 HARUS MENJADI KOMPAS PEMBANGUNAN DAN KEDAULATAN EKONOMI BANGSA*
komentar
beritaTerbaru