Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
MEDAN – Sumut24.co
Baca Juga:
Kasus oknum dokter berinisial FN atau MFN yang menggunakan plat CC milik Konsulat Rusia diduga palsu yang dipasang di kendaraan mewah miliknya masih bergulir di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said.
Namun, sejak kasus penggunaan plat CC milik Konsulat Rusia diduga palsu itu ditangani pihak Polrestabes Medan belum memberikan keterangan secara jelas kepada masyarakat.
Sikap tertutup Polrestabes Medan itu pun mendapat tanggapan dari pengamat hukum Dr Redyanto Sidi SHMH. Menurutnya, Polrestabes Medan harus segera menuntaskan kasus penggunaan plat CC milik Konsulat Rusia diduga palsu tersebut.
Redyanto mengatakan, ada perbedaan yang harus dijelaskan Polrestabes Medan mengenai apakah dokter FN itu sebagai Perwakilan Konsulat Rusia atau hanya sebatas mewakili saja.
“Kalau kita berbicara tentang perwakilan itu sudah jelas karena memiliki legalitas resmi. Namun apabila hanya mewakili artinya oknum dokter itu sebatas ditunjuk,” katanya, Rabu (22/9).
Kembali tentang persoalan seorang oknum dokter yang menggunakan plat CC Konsulat Rusia diduga palsu itu, Redyanto mengungkapkan Polrestabes Medan harus bisa memisahkan dan menjelaskan konteks hukumnya.
“Apabila memang dokter itu memang memakai plat CC diduga palsu dikendaraannya maka hukumannya harus proses tilang. Akan tetapi jika menggunakan jabatan yang tidak sesuai peruntukan serta tidak memiliki legalitas maka penyidik bisa mendalami lebih lanjut,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Kepala Prodi Magister Hukum Kesehatan Pascasarjana UNPAD itu meminta Polrestabes untuk mendalami apakah oknum dokter itu sebagai Perwakilan Konsulat Rusia di Medan atau hanya wakili saja.
“Jika dari hasil pemeriksaan ternyata dokter itu bukan sebagai Perwakilan Konsulat Rusia maka jelas terjadi penyalagunaan jabatan dan kewenangan sehingga konteks hukumnya bisa mengarah pidana. Oleh sebab itu, Polrestabes Medan harus cepatnya menyelesaikan perkara yang ditangani sehingga tidak bergulir lama serta mendapat kepastian hukum yang dicari,” tegas Redyanto.
“Silahkan tilang jika memang plat CC Konsulat Rusia itu palsu. Tetapi apabila hasil keterangan bahwa oknum dokter itu diduga bukan sebagai Perwakilan Konsulat Rusia maka bisa dipidana ke tahap penyidikan karena melakukan penyalahgunaan jabatan,” pungkasnya.rel
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News