Minggu, 18 Oktober 2026

Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian

Administrator - Sabtu, 22 Agustus 2026 23:40 WIB
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian

Palas | Sumut24.co

Baca Juga:

Kepolisian Resor (Polres) Padang Lawas memperingati Hari Juang Polri Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di halaman Mapolres Padang Lawas, Jumat (21/8/2026) pagi.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut mengusung tema "Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju." Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti jajaran pejabat utama, para perwira, serta seluruh personel Polres Padang Lawas.

Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K. bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Perwira Upacara dipercayakan kepada Kasat Samapta AKP Gulliat Harahap, sedangkan Komandan Upacara adalah Ipda SY Lubis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Padang Lawas Kompol Leo Rela Edianto Sembiring, S.H., Kabag SDM Kompol Charles Panjaitan, S.H., Kabag Ren AKP Hendra Siahaan, S.H., Kabag Ops AKP Aman Putra Bangunsyah, Kabag Log AKP Sugiono, Kasiwas AKP SG Sinaga, Kasat Lantas AKP Andrea Nasution, Kasat Reskrim AKP Irwansyah Sitorus, Kasat Intelkam Iptu Agung, Kasat Binmas Iptu Arwin, serta seluruh perwira dan personel Polres Padang Lawas.

Dalam rangkaian upacara, disampaikan kembali sejarah perjuangan Polri setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Peringatan Hari Juang Polri tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat mengenai peran kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus membangun pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Sejarah Hari Juang Polri berawal dari sikap Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin, Komandan Polisi Istimewa Surabaya. Sehari sebelum 21 Agustus 1945, Muhammad Jasin bersama sejumlah anggota menggelar pertemuan untuk membahas kedudukan kepolisian setelah Indonesia merdeka.

Dari pertemuan tersebut kemudian lahir tekad untuk menyatakan kesetiaan polisi kepada Negara Republik Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti para anggota.

Setelah pembacaan tersebut, para anggota polisi diperintahkan melakukan pawai siaga sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, termasuk reaksi dari pihak Jepang. Pamflet Proklamasi Polisi juga disebarluaskan sebagai bentuk penegasan sikap kepolisian terhadap kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa di Surabaya kemudian menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, polisi terlibat dalam pelucutan senjata Jepang, pendistribusian senjata kepada badan-badan perjuangan, hingga membantu perlawanan terhadap kedatangan pasukan Sekutu.

Peran tersebut terus berlanjut dalam berbagai fase perjuangan, termasuk menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.

Semangat perjuangan kepolisian juga tercatat di sejumlah daerah. Di Aceh, perjuangan dipelopori Komisaris Polisi In Hasjim. Di Sumatera Utara, Inspektur Polisi I Mas Kadiran turut memimpin perlawanan pada masa Agresi Militer Belanda.

Sementara di Sumatera Barat, Komisaris Polisi Sulaeman Effendi dikenal melalui perjuangan pengibaran bendera Merah Putih. Perlawanan juga dilakukan di Sulawesi oleh Komisaris Polisi Lanto Daeng Pasewang, di Jambi oleh Komisaris Polisi Mohamad Insja, serta di Palembang oleh Komisaris Polisi Mursodo.

Di Jakarta, pengibaran Merah Putih turut diperjuangkan Komisaris Polisi Sosrodanukusumo. Di Jawa Barat, Komisaris Polisi Enoch Danubrata terlibat dalam perlawanan terhadap tentara Sekutu, sedangkan di Yogyakarta, Komisaris Polisi RP Soedarsono memimpin perebutan senjata di Kota Baru.

Berbagai catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa polisi tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Perjalanan sejarah tersebut kemudian menjadi dasar penting bagi lahirnya Hari Juang Polri. Pada 22 Januari 2024, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 yang menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri.

Penetapan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan kepolisian sekaligus pengingat bagi seluruh anggota Polri mengenai nilai pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu.

Bagi jajaran Polres Padang Lawas, peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat melayani dan melindungi masyarakat.

Tema "Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju" juga menegaskan bahwa nilai perjuangan masa lalu harus diterjemahkan ke dalam tugas kepolisian saat ini.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolri Rotasi Tujuh Wakapolda, Brigjen Fadillah Zulkarnaen Adik Ipar Wawako Medan Gantikan Naek Pamen di Sumut
Polisi Sisir Cafe dan Karaoke di Padangsidimpuan, Remaja di Bawah Umur Diserahkan ke Satpol PP
Horas Polisi! Berkat Kepedulian Warga, Polres Simalungun Bongkar Ladang Ganja 12 Batang Milik Petani di Simpang Raya Dasma
Polisi Sergap Seorang Residivis Pengedar Narkoba di Jalan Sakti Lubis Medan, 7 Paket Sabu Disita
Polisi Sergap Seorang Pengedar Mariyuana di Jalan Kolonel Yos Sudarso  Medan   Medan |   Peredaran narkotika kembali menjadi sasaran pengungkapan jaja
Dua Pelaku Curas di Kebun PT DNS Padang Lawas Ditangkap Polisi, Dibekuk di Rumah Masing-Masing
komentar
beritaTerbaru