OLEH : H.EDDY AZWAR NASUTION
Tetes keringat yang pernah membasahi bumi Deli Serdang tercinta, sudahpun mengering ,seiring waktu yang telah berlalu, warung kopi di depan alun alun tempat ngopi, berdiskusi dan bercanda gurau sembari mendengar kicauan burung kini telah diisi oleh orang orang baru. kemanakah perginya, Rudi Faliskan, Sulaiman Nasution, Raya Marpaung, Kapten Sembiring, Sofyan Hosein, dan banyak lagi tokoh tokoh masyarakat yang tak mungkin disebut satu persatu. mereka semua telah meninggalkan kita untuk selama lamanya. Semogalah karya dan perjuangan mereka diterima sebagai amal ibadah mereka disisi Allah SWT. Amin.
Memang… Tak banyak yang tahu, tentang perjuangan mereka apalagi mengenang dan menghargai jasa jasa mereka, padahal dari hasil ngobrol dan diskusi di warung kopi, sambil menikmati segelas kopi dan sepotong goreng pisang inilah lahir banyak ide, gagasan untuk mensukseskan Konsep Cerdas, GDSM, dan Swakelola, sebagai suatu gerakan pembangunan di Deli Serdang sekaligus boleh dikatakan sebagai gerakan politik.
Kala itu… Memasuki tahun kedua masa kepempinan AMRI TAMBUNAN sebagai Bupati dan JUSUF SEMBIRING sebagai Wakil Bupati di sekitar tahun 2005, disharmonisasi hubungan kedua pimpinan ini sudah semakin tampak terlihat. Kegiatan JUSUF SEMBIRING yang selalu turun ke desa desa telah menjadi hidangan segar dan lezat bagi pendukung setia untuk disajikan kepada Amri Tambunan .padahal ,kegiatan Yusuf Sembiring turun ke desa desa adalah merupakan hobby dan bagian dari kehidupan beliau sehari hari , apalagi disertai perkolong kolong yang merupakan budaya suku kita Karo yang melekat sebagai bagian dari hidup dan kehidupan JUSUF SEMBIRING sehari hari bahkan tidak jarang JUSUF SEMBIRING hadir sampai larut pagi .Hal ini pulalah yang menyebabkan pada saat itu popularitas Jusuf Sembiring lebih dikenal daripada AMRI TAMBUNAN ,terlebih untuk Daerah pegunungan.
Kondisi ruang kelas sekolah di Deli Serdang saat itu khususnya pada sekolah dasar yang sudah sangat memprihatinkan menjadikan momentum penting dan bersejarah untuk melahirkan peluang AMRI TAMBUNAN turun ke desa desa dan kecamatan. Dengan bermodalkan visi pembangunan yang ditawarkan saat mencalonkan diri sebagai Bupati yakni pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dilahirkanlah gerakan gotong royong merehabilitasi ruang kelas , khususnya SD NEGERI.
Kalau selama itu, sosok AMRI TAMBUNAN dikenal sebagai Birokrat sejati ,konseptor dan bekerja serius didepan meja untuk melahirkan konsep konsep brilian, saat itu harus merubah haluan dengan terus langsung turun ke desa desa, agar dikenal masyarakat sebagai konsekuensi perubahan undang-undang pilkada dan pilpres yang dipilih langsung oleh rakyat.
Setelah melalui beberapa kali diskusi ,dalam suatu kesempatan di awal juli 2005, kegiatan gotong royong memperbaiki sekolah dilaksanakan di desa Bandar Khalifah kecamatan Percut sei tuan yang diprakarsai oleh Sulaiman Nasution ( alm ). Di tengah tengah kegiatan yang mendapat dukungan masyarakat sangatlah disayangkan ,Bupati AMRI TAMBUNAN ( alm ) tidak bisa hadir dan diwakilkan oleh bapak DJAILI AZWAR ( sekda saat itu ). Di desa inilah tonggak awal kegiatan gotong royong merehab sekolah yang akhirnya menjadi lebih dikenal dengan ” Konsep Cerdas ” . Berbekal tes awal dan kesuksesan ini membuat Amri Tambunan merasa sor, dan meminta kepada Sulaiman Nasution untuk melanjutkan bahkan meluaskan kegiatan gotong royong ke kecamatan-kecamatan lain di Deli Serdang. Dari hasil diskusi dengan Eddy Azwar Nasution yang saat itu menjabat sebagai Kasubdis Sarana dan Prasarana dinas pendidikan Deli Serdang di hubungilah seorang sahabat Amri Tambunan ( saat beliau bertugas sebagai camat di Tanjung Morawa ) yakni Harsono ( alm )yang merupakan tokoh masyarakat dan peduli pendidikan. Dan pada suatu malam, diadakanlah pertemuan di salah satu balai desa kecamatan Tanjung Morawa, dengan tokoh masyarakat ,perangkat desa, kepala desa, serta turut juga hadir camat Tanjung Morawa saat itu, M. Iqbal Nasution, Kadis Pendidikan Bahrumsah, Sulaiman Nasution, Harsono dan Eddy Azwar. Hasil pertemuan disepakati bahwa pelaksanaan gotong royong rehab sekolah dilaksanakan 1 Minggu setelah malam pertemuan. Dan pada hari yang telah ditentukan dan untuk yang pertama kali Bupati Deli Serdang Amri Tambunan turun langsung. Bersama sama dengan masyarakat . Pelaksanaan gotong royong ini meneguhkan sikap Amri Tambunan bahwa hal ini perlu dilanjutkan. Setelah beberapa kegiatan gotong royong rehab sekolah ini yang dinilai sukses, Amri Tambunan dalam rapat dengan para camat, meminta agar segera menyusun konsep gotong royong rehab sekolah di kecamatan masing-masing.
Berbekal konsep cerdas untuk merehab gedung sekolah inilah menjadi kendaraan Amri Tambunan turun ke desa desa pada setiap kecamatan di penjuru kabupaten Deli Serdang. Dan, hampir tiada hari setiap Minggu yang diisi dengan kegiatan gotong royong rehab sekolah , bahkan sering terjadi 2 kali dalam seminggu . Gaung Konsep Cerdas yang terus bergema hingga tingkat nasional , menjadikan nama Amri Tambunan semakin berkibar, hal inilah yang penulis maksudkan bahwa ” Konsep Cerdas ” adalah gerakan pembangunan sekaligus gerakan politik.
Jujur dan memang harus diakui kebesaran nama ” Konsep Cerdas ” tak bisa dipisahkan dengan tokoh tokoh penggeraknya , di Percut sei tuan ada nama, Sulaiman Nasution ,Sultoni Harahap ,Safrudin Nasution ( yang lebih dikenal dengan pak Kep, yang baru kurang lebih sebulan meninggalkan kita ) dan ketiga tiganya telah almarhum, tak ketinggalan Rahmadsyah yang saat ini anggota DPRD DS , serta Erlin Lubis , di Tanjung Morawa ada Harsono ( alm ) , Zulkifli Barus di Galang, H.Datuk Selamat Feri di Sunggal, dan rekan rekan media yang selalu menyajikan berita konsep cerdas seperti Rudi faliskan , Folalagea , Simon maupun Husni Siregar serta kadis Pendidikan saat itu Bahrunsah dan Eddy Azwar yang saat itu menjabat selaku kasubdis sarana prasarana dinas Pendidikan Deli Serdang .namun, sayang… keberhasilan ” Konsep Cerdas ” yang mengantarkan Amri Tambunan terpilih kembali sebagai Bupati Deli Serdang untuk periode ke 2, hasilnya tidak seiring dengan keberhasilan yang dapat dinikmati oleh para pejuang pejuang ” Konsep Cerdas “untuk ikut menikmati buah perjuangan mereka ,sebut saja Sulaiman Nasution ,Sultoni Harahap, Safrudin Nasution ( pak Kep ) dan Harsono ,hingga ajal menjemput mereka ,hanyalah kenangan dan rasa bangga dengan hasil karya mereka untuk Deli Serdang tercinta, yang mereka bawa ke alam kubur .demikian juga Rudi faliskan ,sang mastreo penulis berita ” Konsep Cerdas “pada harian waspada ,juga telah tiada termasuk wartawan Simon dan Folalagea . Sementara ,Bahrumsah yang saat ” Konsep Cerdas ” bergulir menjabat kadis Pendidikan harus pula rela hijrah meninggalkan Deli Serdang mencari tempat berkarir, sedangkan ,kasubdis sarana dan prasarana dinas Pendidikan saat itu ,Eddy Azwar dengan lapang dada juga harus rela dicopot dari jabatannya sebagai Kaban Kesbang Deli Serdang .
Kini semua telah berlalu ,Amri Tambunan pun telah menghadap IIahi Rabbi , hanyalah tinggal kata kata mutiara yang selalu beliau ucapkan , selalu bergaung di telinga para pejuang yang masih hidup, yakni: ” ketika suatu saat nanti kita sudah tiada, ada goresan yang terukir indah bahwa kita pernah bersama sama membangun Deli Serdang tercinta ini , menjadi kenangan indah yang sulit untuk dilupakan “.
Bersambung~
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News