Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Medan I Sumut24.co Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan diminta untuk segera mengusut tuntas perkara dugaan pungli ( pungutan liar) terkait dugaan jual beli jabatan kepala sekolah di Dinas Pendidikan (Disdik) kota Medan.Â
Baca Juga:
Hal itu dikatakan Maswan Tambak SH, Kepala Divisi Sipil Politik LBH Medan ketika diminta tanggapannya melalui WhatsApp, Senin (13/9/2021) malam.
Dikatakan, pihak penyidik Kejari Medan harus mengusut tuntas perkara pungli di Dinas Pendidikan kota Medan, sebab terkait langsung dengan jual-beli jabatan kepsek.
” Kita sangat prihatin dengan adanya jual-beli jabatan di kalangan pendidik, sebab hal itu jelas sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Medan, ” ujar Maswan.
Menurut Maswan, sekarang ini memang acap terdengar adanya jual-beli jabatan di berbagai instansi, namun sangat disayangkan jika hal itu juga terjadi di dunia pendidikan.
” Jual beli jabatan terkait langsung dengan suap dan pungli. Nah, perbuatan seperti ini masuk ranah tindak pidana korupsi yang harus segera dituntaskan,” tambah Advokat muda ini.
Lebih lanjut dikatakannya, pihak penyidik pidsus Kejari Medan harus menuntaskan dugaan pungli ini, sebab praktek pungli dunia pendidikan sangat meresahkan masyarakat.
Maswan berharap agar sektor pendidikan jangan diisi dengan orang-orang yang mendapat jabatan dengan cara menyimpang, suap dan pungli.
” Pengisi jabatan kepsek atau sejenisnya haruslah orang-orang yang berkualitas yang mendapat jabatan dengan cara jujur dan mengedepankan kualitas,” ungkapnya.
Ditambahkan, prilaku menyimpang untuk mendapatkan jabatan di dunia pendidikan harus dihindari, tujuannya agar dunia pendidikan tidak bobrok dan kualitasnya semakin baik.
” Makanya kalau memang sudah ada dugaan, ya harus diusut tuntas dalam proses lidik ataupun sidik. Kita yakin Kejari Medan bidan mengusut tuntas perkara ini,” tutupnya.
Soal adanya dugaan jual beli jabatan dalam pengangkatan dan penonaktifan kepala sekolah SD dan SMPN di Medan yang diduga dilakukan oknum Kadisdik Medan, terus menjadi buah bibir masyarakat. karena tersebar surat panggilan kejari medan kepada Kadisdik, Sekretaris dan para kepala sekolah. Kadisdik Medan Adlan yang dikonfirmasi SUMUT24, Senin (13/9) membantah dengan mengatakan belum ada dipanggil, padahal jelas-jelas surat tersebut ditujukan kepada dirinya pada 8 september 2021.
Kemudian dikonfirmasi lagi Kabid SD Disdik Medan Muliadi juga membantah mengaku tidak tahu atas pemanggilan tersebut. Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Medan telusuri dugaan jual beli jabatan beberapa kepala sekolah SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan kota Medan.
Kasi Intelijen Kejari Medan Bondan Subrata ketika dikonfirmasi awak media lewat sambungan telepon, Kamis (9/9/2021), mengakui adanya pengusutan tersebut .
” Benar lagi kami usut. Cuma belum saatnya kami relis kepada media. Nanti kalau udah selesai pengusutannya akan kami relis,” katanya.
Perlu diketahui, masalah dugaan jual beli jabatan kepala sekolah SD dan SMP sempat mencuat dan menjadi bahan gunjingan di kalangan Dinas Pendidikan kota Medan.
Disdik Medan diduga menonaktifkan sejumlah kepala sekolah SDN dan SMPN, yang kemudian diangkat menjadi Plh, jumlahnya gak tanggung-tanggung sebanyak 138 kepsek.
Lebih kacau lagi, terkait pengangkatan Plh kepsek itu, terhembus isu ada dugaan praktik suap. Bahkan, disebut-sebut pula jika ada seorang Kabid berjibaku untuk mencari calon Plh kepsek.
Beredarnya rumor ada penonaktifan kepsek dan pengangkatan Plh kepsek dan adanya dugaan praktek pungli, jelas sangat meresahkan para pendidik di kota Medan.w03
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News