Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Upaya mewujudkan visi misi sepanjang tiga tahun kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah (Eramas), dinilai mulai terealisasi. Begitupun, komitmen pemerintah di kab/kota menjadi nilai tambah bagi kesuksesan Eramas di akhir masa jabatan.
“Misalnya, melihat sudah berjalannya faskes berupa mobil keliling oleh Pemprovsu, saya kira ini menjadi bukti bahwa visi misi gubernur dan wagub di bidang kesehatan sudah mulai terealisasi. Tinggal bersama-sama kabupaten/kota dalam hal peningkatan serta azas pemerataannya,” ujar Prof Heru Santosa, dalam Diskusi Panel Ahli Kaleidoskop 3 Tahun Kepemimpinan Eramas, di Medan Club, Sabtu (4/9/2021).
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat USU ini, menyampaikan perlunya langkah percepatan revitalisasi, prioritas dan penyerasian program Edy-Ijeck dalam dua tahun ke depan.
Antara lain meningkatkan kualitas pelayanan unggulan terbagi (karena mahalnya investasi alat medis) dan peningkatan peralatan kesehatan yang paling mutakhir; Peningkatan kemampuan penanganan kesehatan dari tenaga medis (mobilisasi safari sehat Gubsu dan dokter terbang daerah prioritas) dan standarisasi; Prioritas penanganan kasus terkini seperti stunting, lansia dan kematian ibu, bayi dan anak; Meningkatkan respon kondisi kegawatdaruratan medis, rujukan dan jaminan kesehatan.
Di tempat yang sama, Yanhar Jamaluddin, Rektor UISU, mengatakan memang sektor pendidikan dan kesehatan perlu pemerataan. Ini mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumut, ranking 12. Dia pun menekankan komitmen kab/kota.
“Indikator IPM ini ada tiga, kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Begitupun, angka ini tidak lepas dari (komitmen) kabupaten dan kota. Seperti penuntasan kasus stunting, infrastruktur sekolah dan kesehatan, dan pendapatan daerah. Kalaulah tadi dibilang ke depan satu kecamatan dibangun satu RS, tentu di bidang kesehatan bisa difokuskan tiap kecamatan dibangun satu sekolah,” ujarnya.
Mantan Sekdaprovsu, R Sabrina, yang juga hadir, menyarankan, bahan para ahli tersebut dapat lebih disinkronkan dengan RPJMD Sumut. Bahwa ada realita antara yang telah, sedang bahkan belum dikerjakan Edy-Ijeck selama tiga tahun memimpin Sumut. Lalu apa yang bisa dikerjakan dalam dua tahun masa jabatan untuk mencapai target sesuai RPJMD dimaksud.
“Misal, Sumut menjadi satu-satunya provinsi yang telah membangun ruangan covid khusus ibu dan anak. Anggaran ini diambil dari refocusing Rp1,5 T (di masa pandemi I). Selain kesehatan, juga untuk JPS dan stimulus ekonomi. Tahun kedua covid, Pemprovsu memberi kail melalui pelaku UMK dan UMKM. Lalu produksi tertentu cukup dalam hal ketahanan pangan, dan sisanya masih impor,” ujarnya.(wo3)
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News