Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Jakarta I Sumut24.CO Pemerintah memastikan stok vaksin Covid-19 untuk masyarakat tercukupi. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan untuk mencegah kelangkaan, pemerintah sudah dan akan mendistirbusikan jutaan dosis vaksin ke daerah.
Baca Juga:
Nadia mengatakan Indonesia tidak ada masalah dengan stok vaksin. Tapi, masyarakat harus paham bahwa tidak bisa menerima vaksinasi sekaligus, karena dosis vaksin didistribusikan secara bertahap.
“Kita punya stok cukup vaksin. Tapi harus dipahami bahwa vaksin itu tidak bisa sekaligus vaksinasi semua sasarannya, karena dosis vaksin juga datang bertahap,” kata Siti Nadia kepada wartawan, (5/8/2021).
Kekosongan vaksin di beberapa daerah penyebabnya adalah karena data stok vaksin tidak diperbarui. Sehingga, Kemenkes melihat stok vaksin di daerah masih aman. Menurut Siti Nadia, masalah ini sudah diperbaiki. Jutaan dosis vaksin sudah dan akan didistribusikan ke daerah.
“Kami sudah mendistribusikan pada minggu ketiga itu 3 juta untuk vaksin dosis kedua dan yang minggu keempat ini ada sekitar 6 juta. Nanti kami akan kirim lagi juga sekitar 6 juta,” jelas dia.
Di samping itu, menipisnya stok vaksin karena antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi. Apalagi, sekarang usia sasaran vaksinasi semakin luas. “Sekarang ini vaksinasi tidak ada batasan khusus, artinya siapapun, usia di atas 12 tahun bisa divaksin. Jadi tentu harus cermat mengatur kuota vaksinnya,” ujar Siti Nadia.
Siti Nadia menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir jika tidak menerima vaksin dosis kedua tepat pada tanggal yang sudah ditetapkan vaksinator. Masih ada waktu sampai 28 hari setelah dosis pertama disuntikan.
Libatkan Sekotr Swasta
Menurut Siti Nadia, distribusi vaksin ke daerah tetap akan menyesuaikan dengan kebutuhan. Pemerintah belum berencana memfokuskan distribusi vaksin ke daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, meski kasus positif Covid-19 di tiga pulau itu sedang tinggi. “Tetap kita bagi sesuai tentunya. Kalau kemarin kan kita fokus Jawa-Bali, karena Jawa-Bali penyumbang kasus terbesar, 2/3 kasus,” imbuhnya.
Jika kasus Covid-19 di Jawa-Bali bisa ditekan, maka akan betul-betul mengurangi penularan. Kalau penularan di Jawa-Bali rendah, akan berdampak besar bagi daerah di luar Jawa-Bali. Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat untuk divaksin, pemerintah akan memperluas keterlibatan pihak swasta. “Potensi swasta ini kan akan sangat banyak ya, bagaimana semakin banyak sentra-sentra vaksinasi yang kita buka,” ujarnya.
Selanjutnya, jumlah tenaga vaksinator akan ditambah. Apalagi pada Oktober, Indonesia akan menerima sangat banyak dosis vaksin. “Oktober itu kemungkinan dua kali lipat dari yang saat ini kita terima jumlah vaksinnya. Tentunya kita harus segera menyuntikkan kepada masyarakat. Jadi memang harus segera diperluas (akses vaksin),” kata Siti Nadia. (red)
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News