Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
Beranjak dari komitmen dan kepedulian yang sama antara Yayasan Budaya Hijau (YBH) Indonesia dan Coca-Cola Europasific Partners (CCEP) Indonesia  terhadap lingkungan, khususnya terhadap potensi bahaya dan bencana di Benteng Sungai Deli di Kelurahan Pekan Labuhan dan Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan yang sebelumnya mengalami longsor di benteng sungai.
Untuk mengurangi risiko dan dampak terhadap alam, maka YBH Indonesia dan CCEP Indonesia membangun sebuah program yang dinamakan “Green Belt Projectâ€yang bertujuan sebagai pengaman benteng sungai secara jangka panjang agar tidak terjadi longsor yang dapat mengakibatkan banjir atau bahaya lainnya terhadap masyarakat di sekitar sungai.
YBH Indonesia dan CCEP Indonesia juga berupaya untuk menjalin kerja sama dengan banyak pihak untuk turut berpartisipasi dalam program Green Belt Project seperti yang sudah dikonfirmasi sebelumnya kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS II), BPBD Kota Medan, Kampung Dongeng Medan beserta seluruh partisipan lainnya.
Bertepatan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di tanggal 5 Juni 2021, YBH Indonesia, CCEP Indonesia beserta seluruh sponsor, pendukung dan donatur kegiatan melakukan peluncuran Green Belt Project di Lingkungan 6, Kelurahan Pekan Labuhan melalui kegiatan penanaman berbagai jenis pohon di benteng Sungai Deli sebanyak 500 batang, penuangan Eco Enzyme sebanyak 450 liter, pelepasan bibit ikan sebanyak 3.600 ekor, penyerahan karung sebanyak 500 buah dan kampung anak dengan tema lingkungan hidup.
Peluncuran Green Belt Project ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Ketua Pembina dan Ketua Umum Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Camat Medan Labuhan, Lurah Pekan Labuhan, Kepala Lingkungan 6, NTU Academy, GEMA INTI, KADIN Sumut, Ketua KADIN Medan, UBN Indonesia, PT. PELINDO 1, Grab, Alfamidi serta 250 orang relawan Eco Enzyme yang ikut berpartisipasi.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2021 ini terasa sangat berbeda dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Kegiatan dilakukan tanpa seremonial untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.
Penanaman pohon, penuangan eco enzym dan kegiatan lainnya juga dilakukan secara terpisah dengan pembagian peserta di 3 (tiga) zona, yaitu: Zona Central, Zona Utara dan Zona Selatan sehingga seluruh peserta, undangan dan relawan dapat terus menjaga jarak dan tidak terjadi kerumunan.
Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumataera Utara, Dr. Tengku Amri Fadli, M.Kes, menyatakan apresiasinya dalam kata sambutannya. “Saya sangat mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh YBH Indonesia dan CCEP Indonesia melalui program Green Belt Poroject ini. Kami juga tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang informasi program ini dan kedepan akan mengundang para inisiator untuk audiensi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara,†ujarnya.
Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Bathara Surya Surbakti, , juga menjelaskan bahwa program Green Belt Project akan berlangsung dari tanggal 5 Juni 2021 sampai dengan bulan April 2022 melalui berbagai kegiatan, seperti: penanaman berbagai jenis pohon, penuangan Eco Enzyme ke sungai, penyemprotan Eco Enzyme di pemukiman warga, pelepasan bibit ikan dan pelatihan kebencanaan kepada masyarakat di sekitaran sungai.
“Kami berharap dapat membangun dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk kesuksesan program Green Belt Project. “Tinggalkan Jejakmu di Bumi”†jelas Bathara sebagai prinsip dan moto hidupnya sebagai penggiat lingkungan.
Angga Harahap selaku Corporate Executive NSO CCEP Indonesia, juga menjelaskan tentang komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung program Green Belt Project.
“Program yang kami bangun bersama Yayasan Budaya Hijau Indonesia merupakan bentuk komitmen kami dalam membangun kesadaran masyarakan akan potensi bencana di kawasan pemukiman di sekitar benteng Sungai Deli. Kami pada dua upaya dalam program ini, yaitu pelatihan upaya ketika terjadi bencana melalui siaga bencana dan upaya penanggulangan melalui penataan hutan bambu atau pohon lainnya di bantar Deli. Program ini diharapakan dapat menciptakan penciptaan kolektif untuk menjaga lingkungan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak,†jelas Angga.(red/R03)
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News