MEDAN I SUMUT24.co
Saat ini di masa Pandemi Covid 19, kondisi rakyat Indonesia, Sangat memprihatinkan banyak karyawan dirumahkan, perekonomian anjlok di Harkitnas ini kepada pemuda yang memang menjadi pondasi bangsa yang akan mempertahankan masa depan bangsa dan melanjutkan cita-cita para pahlawan NKRI , Untuk bisa bangkit dan bergotong royong dan bergandengan tangan bersama pemerintah dalam melawan Pandemi Covid Ini demi Kesejahteraan menciptakan yang akan datang. Semangat kebersamaaan dan rasa nasionalisme persatuan dan kesatuan pemuda harus lolos dari negara yang kita cintai Ini, miris bagi kita bila masih ada bentrok antar pemuda yang harus bisa di Musyawarahkan organisasi secara kekeluargaan demi bersama. pemuda jangan mau diperalat oleh kepentingan elit.Untuk Itu dihari kebangkitan nasional 20 Mei 2021 ini,
saya ajakan agar organisasi pemuda di Sumatera Utara untuk kita bangkit dengan semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan yang menjadi landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tegas Ketua Karang Taruna Sumut Dedi Dermawan Milaya kepada Wartawan , Kamis (20/5). Dedi yang juga Ketua AMPG Sumut itu, makna Hari Kebangkitan Nasional adalah bagaimana menerapkan semangat nasionalisme dalam kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang. Perlunya Pemuda Kedepan Harus Mempunyai kreatifitas dan Inovasi serta kompetensi untuk bisa mandiri dan mempunyai masa depan yang cerah.
Baca Juga:
Lebihlanjut Ketua Persani Sumut itu,
Kita tidak mau pemuda menjadi penonton Negeri itu sendiri, Pemuda harus jadi visioner. pemuda harus punya mimpi.
karena potensi sumber daya alam Indonesia yang luar biasa subur nya. tentunya diperlukan dengan SDM yang Terampil dan Tangguh.
Peringatan Kebangkitan Nasional adalah untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan para Pahlawan bangsa Indonesia tempo dulu untuk kemerdekaan dengan berbagai pembangunan.
Apalagi, Hari Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat persatuan. dan Termasuk kesadaran Beroganisasi sebagai bentuk untuk ajang Silaturahmi dan persaudaraan dan inspirasilah dengan hal-hal yang Positif.
dijaman era Industri 4.0 era Digitalisasi tentunya ini menjadi tantangan pemuda kedepan. Persaingan usaha di dunia secara global, ditambah lagi bonus demografi 2030 masyarakat produktif akan lebih besar gejolaknya dibandingkan masyarakat yang non Produktif atau yang memasukin masa pensiun, Pastinya lapang pekerjaan juga terbatas, banyak hal yang harus dipikirkan kepada pemuda-pemuda di zaman Milenial Ini. Untuk itu mari kita sesama pemuda agar bersatu padu pembangunan agar tercapainya kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Saat ini pemuda dihadapkan penuh dengan tantangan-tantangan kedepan, sehingga bagi yang tidak siap akan tertinggal bahkan terpuruk, saatnya pemuda bangkit untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, sehingga menjadi pemuda yang tangguh dan unggul, pungkas Dedi. (W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News