Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Baca Juga:
Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesar Rp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020.
Data tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno menjadi bukti sektor ekonomi kreatif mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.
“Industri kreatif memang dihantam krisis, orang yang bermental kreatif akan mampu beradaptasi dengan situasi apapun,” ungkap Sandi dalam siaran tertulis pada Minggu (17/1/2021).
“Pariwisata dan performing art yang paling terdampak, namun ekonomi kreatif punya DNA survival yang sangat-sangat luar biasa. Dan DNA survival ini yang paling penting, yaitu DNA kreatifitas itu sendiri,” tambahnya.
Selama pandemi covid-19, industri digital kian berkembang, khususnya Digital Startup dengan sejumlah produk kreatif di dalamnya.
Hingga kini, tercatat ada sebanyak delapan juta usaha ekonomi kreatif di Indonesia.
Bahkan Indonesia kini didaulat sebagai negara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.
“Jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sebagai urutan ketiga dunia, Indonesia memiliki potensi untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian kita,” jelas Sandi.
“Sumbangan ekonomi kreatif pada PDB Indonesia 2020 Rp 1.100 triliun, data dari Focus Economy Outlook 2020,” paparnya.
Tidak hanya itu, berdasarkan data, tiga dari 17 sub sektor ekonomi kreatif dibanggakannya menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor seperti fashion, kuliner dan kriya.
Peringkat pertama diduduki kuliner dengan perolehan terbesar, yakni sebesar 41 persen, sedangkan fashion berkontribusi sebesar 17 persen dan kriya sebesar 14,9 persen.
Sementara itu, peringkat tiga teratas untuk produk wisata dan ekonomi kreatif yang sekarang menjadi primadona wisatawan antara lain, nature (wisata alam), active lifestyle (aktifitas keseharian) dan kuliner.
Hal tersebut dibuktikan Sandi lewat komentar Dedy Corbuzier beberapa waktu lalu.
Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1976 itu mengaku kepada Sandi kalau Medan adalah destinasi favorit karena makanannya yang khas.
“Nah ini adalah sebuah peluang, pandemi ini berdampak, tapi karena terbatasnya mobilitas kita harus meningkatkan utilitas. Kita harus meningkatkan inovasi dan adaptasi kita,” ungkap Sandi.
Selain itu, dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, banyak yang justru jadi juara di tengah pandemi.
Indonesia pun katanya sudah menjadi jawara e-commerce di Asia Tenggara.
Sebab, sebanyak 52 persen transaksi e-commerce di kawasan Asean sepanjang tahun 2020 berasal dari Indonesia dengan nilai transaksi lebih dari Rp 172 triliun atau 12,2 miliar USD.
“Produk kreatif kita sangat berpeluang untuk mendunia,” jelasnya.(red)
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
kota
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota