Gunawan: Sumut Diperkirakan Sulit Redam Inflasi Januari

44

 

Medan I SUMUT24

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara,
Gunawan Benjamin memprediksi bahwa Sumut sulit meredam inflasi Januari 2020. “Penyebabnya, harga sejumlah kebutuhan pokok memang masih bertahan mahal hingga saat ini. Dan semua bahan pokok itu masih terus menyumbangkan besaran inflasi,” ujar Gunawan Benjamin, Selasa (14/1).

Sampai pekan kedua bulan Januari 2020, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat belum mengalami penurunan dan bergerak landai sejak Tahun Baru. Harga cabai merah dan cabai rawit dijual dikisaran Rp 35.000/kg. Sementara bawang merah masih dijual dikisaran Rp 40.000/kg dan bawang putih Rp 32.000/kg.

Advertisement

Selanjutnya jarga daging ayam dijual di Rp 30.000/kg, membaik dari sebelumnya Rp 33.000/kg. Sementara telur ayam dijual dikisaran harga Rp 22.400/kg-nya.

Jika membandingkan rata-rata harga pangan di bulan Desember, kata Gunawan, sejauh ini harga rata-rata bahan pokok di Sukut masih lebih mahal. Untuk bawang merah harganya mahal dikarenakan oleh beberapa wilayah di Jawa Tengah yang kebanjiran mengakibatkan sejumlah wilayah gagal panen bawang merah. Dikarenakan bawang merah naik, mengakibatkan bawang putih juga mengalami kenaikan harga yang sama.

Selanjutnya, harga cabai juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi mengakibatkan petani enggan untuk memanen dan gangguan pasokan terjadi. Distribusi dan produksi mengalami gangguan. Alhasil cabai merah yang awalnya naik terlebih dulu saat ini diikuti dengan cabai jenis lainnya.

“Untuk masalah cabai ini saya pikir akan teratasi seandainya nanti cuaca kembali bersahabat. Dan kita berharap cabai merah di Januari bisa kembali normal dalam rentang harga Rp 27.000 hingga Rp 33.000/kg,” kata Gunawan.

Untuk harga daging ayam maupun telur ayam yang belum juga mengalami penurunan, hal ini disebabkan tren konsumsi babi menurun di masyarakat. Untuk penurunan ini sebaiknya perlu dicermati dengan serius. Mengingat ada beberapa permasalahan mendasar.

Pertama tren konsumsinya menurun akibat serangan virus, atau memang kedua populasi babi yang semakin terancam jumlahnya. Kedua penyebabnya tersebut akan membuat harga daging subtitusinya berpeluang mengalami kenaikan. Seperti halnya daging ayam dan telur ayam.

Gunawan mengatakan, Januari sejauh ini masih akan menyumbangkan inflasi. Terlebih inflasi yang sudah pasti disumbangkan oleh kenaikan harga rokok dan iuran BPJS. Sejauh ini sulit berharap kalau Sumut tidak akan terjadi inflasi di Januari.

“Tapi kita berharap inflasi di awal Januari tidak signifikan layaknya tahun kemarin dimana inflasi di 8 bulan pertama mencapai 5,4%,” kata Gunawan. (red)

Loading...