Gelapkan Dana Desa Rp 509 Juta, Manager BUMDes Parau Sorat Ditangkap Tim Intel Kejaksaan

237

SIBUHUAN | SUMUT24.co

Pelaku tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 di Desa Parau Sorat, Kecamatan Sosa,Kabupaten Padanglawas (Palas) berinsial FS selaku Pengurus Bumdes ditangkap Team Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Padanglawas , Sabtu (24/10/2020) sekira pukul 01.00 WIB dinihari.

Penangkapan terhadap tersangka FS yang merupakan warga Desa Parau Sorat, Kecamatan Sosa, selaku Manager BUMDes Desa Parau Sorat, Kecamatan diduga telah menggelapkan anggaran dana desa sebesar Rp 509.293.000 yang menimbulkan kerugian bagi negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Padanglawas, Krustanti Yuni Purnawanti SH MH melalui Kasi Intel, Hasudungan Parlindungan Sidauruk, SH MH mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan surat perintah Kajari Padanglawas dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan pengelolaan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Parau Sorat, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas Tahun Anggaran 2017 senilai Rp509.293.000.

Hasudungan memaparkan, Team Kejaksaan Negeri Padanglawas bidang tindak pidana khusus dibantu personil Satreskrim Polres Padanglawas berhasil menangkap tersangka FS dari tempat persembunyiannya dilokasi Perkebunan Desa Janji Raja, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padanglawas.

“Tersangka selaku pengurus Bumdes Desa Parau Sorat telah melakukan penyimpangan pengelola Bumdes yang menyebabkan kerugian bagi negara sebesar Rp 509.293.000,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Padanglawas.

Saat dilakukan penangkapan tersangka, Team Kejaksaan Negeri Padanglawas dipimpin langsung Kasi Inteljen Hasudungan Parlindungan Sidauruk bersama Kasi Barang Bukti dan Rampasan, Gunawan Marthin Panjaitan dibantu personil Polres Padanglawas yang selama ini menghilang dari desa dan sangat sulit mencari keberadaan tempat persembunyiannya.

Tersangka FS menurut hukum, lanjut Kasi Intel, sebelumnya sudah dua kali dilakukan pemanggilan oleh pihak Kejaksaan tetapi tidak pernah hadir dan terus menghindar tanpa alasan yang jelas.

“Setelah ditangkap tersangka FS langsung diboyong ke Kejaksaan Negeri Padang Lawas untuk menjalani pemeriksaan melengkapi berkas perkara sebagaimana SOP yang berlaku atas penggelapan anggaran dana desa (DD) tahun 2017,” kata Husudungan sembari menambahkan, usai diperiksa tersangka FS langsung dititipkan di Rutan Kelas II Sibuhuan,” pungkasnya.(ISN)

Loading...