Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
News
Medan I SUMUT24.CO
Baca Juga:
Secara keseluruhan di tahun 2020, perekonomi Sumatera Utara diperakirakan tumbuh menguat dan membaik bila dibanding dengan tahun 2019. Penguatan itu didorong adanya indikasi peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi ekspor.
Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwek Sisto Widayat didampingi Kepala Group Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sumut, Andiwiana Septonarwanto, Wakil Kepala Kantor BI Sumut, Ibrahim dan Kepala Divisi Pengembangan dan Ekonomi BI Sumut Demina Sitepu pada Bincang Bareng Media (BBM) dalam rangka Riview Ekonomi 2019 dan Prospek 2020 di Gedung BI Kpw Sumut Lt VI Medan, Kamis (9/1).
Lebih lanjut dikatakan Wiwek Sisto Widayat, pada sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan didorong oleh LU utama seperti, perdagangan, konstruksi, pertanian, dan industri pengolahan.
Dikatakannya, prospek itu dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mencapai 51%, konsumsi pemerintah 8%, investasi 31%, ekspor 40%, impor 32%.
Sedangkan dari sisi lapangan, Wiwek Sisto Widayat, untuk pertanian, perkebunan, perikanan mencapai 25%, industri pengolahan 18%, perdagangan 18%, konstruksi 18%. Konsumsi RT diperkirakan tumbuh meningkat ditopang oleh perbaikan daya beli masyarakat.
Investasi diprakirakan terakselerasi seiring dengan berlanjutnya berbagai proyek multiyears yang mendukung konektivitas di Sumatera Utara serta peningkatan investasi dari pihak swasta.
“Di samping itu, permintaan eksternal diprakirakan mengalami akselerasi di tahun 2020 seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global,†ujar Wiwek.
Dikatakan Wiwiek, berlanjutnya momentum perbaikan ekonomi tercermin juga oleh akselerasi lapangan usaha. Program replanting, implementasi biodiesel, kenaikan UMP dan perbaikan harga komoditas serta berlanjutnya proyek multiyears infrastruktur diprediksi menjadi faktor pendorong perekonomian dari sisi lapangan usaha utama.
Meski terdapat peluang peningkatan permintaan domestik seiring dengan investasi swasta serta perluasan penerapan biodiesel, namun pertumbuhan ekonomi Sumatera 2020 dibayangi risiko bias ke bawah.
Sementara itu, realisasi Inflasi Sumut, pada Desember 2019 tercatat Deflasi 0,19% (mtm), masih mengalami deflasi, meningkat dari bulan sebelumnya yang deflasi 0,66% (mtm). Realisasi tersebut dibawah rata-rata histori 2017-2018 dan inflasi nasional.
Pada Deflasi bersumber dari penurunan harga cabai merah dan cabai rawit seiringn dengan melimpahnya pasokan diantaranya dari Aceh dan Batubara.
“Secara keseluruhan di tahun 2019, inflasi disumut masih terjaga di 2,33% (yoy). Inflasi keseluruhan tahun disebabkan peningkatan harga cabe merah dan emas perhiasan,†sebut Wiwek Sisto Widayat.
Sedangkan pada pasokan cabai merah terbatas karena kerenggangan petani untuk menanam akibat harga yang sangat rendah pada 2018.
“Di samping itu, musim kemarau yang berkepanjangan menurunkan produktifitas tanaman. Harga perhiasan emas naik disoldorong oleh kenaikan harga global emas akbar gejolak perekonomian dan pasar keuangan global,†jelasnya.
Secara spasial, ujar orang nomor satu di Bank Indonesia Perwakilan Sumut ini, keempat kota IHK mengalami disparitas inflasi. Inflasi Kota Medan dan Padangsidimpuan tercatat deflasis ebesar -0,28% (mtm) dan -0,13% (mtm) sementara Pematangsiantar dan Sibolga masing-masing sebesar 0,34% (mtm) dan 0,51% (mtm).
“Inflasi, kita sudah punya target nasional. Kondisi global belum menarik karena masih sama seperti Tahun 2019. Secara umum, ekonomi 2019 hanya akan tumbuh di 3 persen. Memang sepanjang tahun 2019 ekonomi global semakin tidak ramah. Namun, Pertumbuhan ekonomi global akan membaik di tahun 2020,†sebutnya.
Perbaikan ekonomi global diiringi peningkatan harga berbagai komoditas. Perbaikan di tahun 2020 diiringi peningkatan harga berbagai komuditi. Harga minyak mentah membaik. Harga CPO disinyalir meningkat didorng oleh keterbatasan stok di tengah peningkatan permintaan, baik negara penghasil maupun negara lainnya.
“Komoditi umum yang utama di indonesia; Crude oil, Palm Oil, Coffie, Rubber, Aluminum, itu membaik. Keputusan Dewan Gubernur BI 18-19 Desember 2019 adalah; BI 7- Day Reverse Repo Rate, tetap yakni; 5,00%. Suku Bunga Deposit Facility (DF) Tetap yakni; 4,25%, dan Suku Bunga Pending Facility (LF) Tetap yakni; 5,75%,†rinci Wiwek Sisto Widayat. (R03)
Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
News
Taufik Saleh Mengaku Diserang Ratusan Massa, Kaki Terluka dan Keluarga Terpaksa Tinggalkan Rumah
News
Polda Sumut Ungkap Situs Judol Depobos 5 Tersangka Pernah Kerja di Kamboja
News
Sempat BergumulPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Komisi Informasi Sumatera Utara memberikan Anugerah Kategori Kabupaten Informatif(KI) bagi Pemerintah Kabupaten
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memperluas ekspansi jejaring bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karib
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau lokasi rencana pembangunan dan perbaikan jalan serta drainase di
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Penc
News
120 Siswa Ikuti Kegiatan Tahfiz AlQur&rsquoan, Muhammad Syukur Harahap MA Tekankan Cinta AlQur&rsquoan
News
Taiwan Excellence Hadir di AEON Mall BSD, Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan Lebih Dekat
News