Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
News
Baca Juga:
Bahkan, muncul dugaan adanya upaya pengondisian musyawarah untuk membuka jalan bagi figur tertentu yang disebut-sebut sebagai calon titipan kelompok berkepentingan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut.
Kritik mencuat setelah beredarnya tangkapan layar dokumen dan percakapan yang disebut berasal dari grup WhatsApp internal panitia pelaksana. Informasi mengenai persiapan kegiatan, agenda musyawarah, serta mekanisme undangan dipersoalkan karena dinilai belum terbuka bagi seluruh alumni.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah musyawarah IKA UNHAM benar-benar dipersiapkan sebagai forum demokratis untuk menyatukan alumni, atau justru berpotensi menjadi arena kepentingan segelintir pihak?
Mantan Ketua BEM Pertanyakan Transparansi Panitia
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNHAM, Wan Muhammad Isa, bersama Indra Nasution, turut menyuarakan kritik terhadap pola komunikasi dan persiapan musyawarah tersebut.
Mereka menilai keterbukaan informasi merupakan prinsip mendasar yang semestinya dijunjung tinggi dalam pemilihan kepemimpinan organisasi alumni.
Musyawarah, menurut pandangan para pengkritik, tidak boleh hanya menjadi agenda formal yang pelaksanaannya dikendalikan oleh kelompok terbatas tanpa memberikan ruang partisipasi yang memadai bagi alumni.
"Langkah panitia yang tertutup ini jelas jauh dari semangat kebangkitan alumni UNHAM. Ada indikasi kuat upaya menutupi informasi penting dari para lulusan. Alumni bukan sekadar penonton, ini ada apa sebenarnya?" demikian kritik yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar menyangkut teknis pelaksanaan kegiatan. Lebih jauh, keterbukaan panitia menjadi ukuran apakah proses pembentukan kepemimpinan IKA UNHAM berjalan secara demokratis, inklusif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dugaan Pengondisian di Tengah Kisruh Internal Kampus
Kecurigaan sejumlah alumni semakin menguat karena agenda musyawarah tersebut digulirkan ketika tata kelola internal kampus, termasuk persoalan yang disebut berkaitan dengan yayasan dan civitas akademika, tengah menjadi sorotan.
Sejumlah alumni mempertanyakan urgensi percepatan musyawarah apabila kesiapan panitia, kejelasan agenda, dan keterlibatan perwakilan alumni belum dipastikan secara terbuka.
Situasi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses musyawarah berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Meski demikian, dugaan adanya pengondisian maupun calon titipan belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti yang terverifikasi. Karena itu, panitia perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar penyelenggaraan musyawarah, mekanisme pencalonan, hak suara, serta tata tertib yang akan digunakan.
Keterbukaan menjadi penting agar setiap alumni memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan mengawasi jalannya proses demokrasi organisasi.
Alumni Desak Panitia Dievaluasi
Sejumlah alumni mendesak panitia pelaksana segera membuka ruang dialog dengan perwakilan alumni lintas fakultas. Mereka juga meminta seluruh informasi terkait agenda, persyaratan peserta, mekanisme pencalonan, dan tata tertib musyawarah diumumkan secara terbuka sebelum kegiatan dilaksanakan.
Mereka menilai pelaksanaan musyawarah tanpa komunikasi yang memadai berisiko memperlebar perpecahan di antara alumni dan merusak kepercayaan terhadap organisasi.
Apabila panitia dinilai tidak mampu menyelenggarakan musyawarah secara transparan dan inklusif, para alumni mendesak agar agenda tersebut ditinjau ulang, termasuk mempertimbangkan penundaan hingga seluruh persoalan mendasar diselesaikan.
Bahkan, muncul desakan agar kepanitiaan dievaluasi secara menyeluruh dan pelaksanaan musyawarah diserahkan kepada generasi alumni yang lebih muda, apabila dinilai lebih mampu membangun proses yang terbuka dan partisipatif.
Bagi para pengkritik, persoalan utama bukan siapa yang akan menduduki posisi pimpinan IKA UNHAM, melainkan bagaimana proses pemilihan itu berlangsung.
Sebab, kepemimpinan yang lahir dari proses tertutup dan dipenuhi kecurigaan berpotensi kehilangan legitimasi sejak awal.
Musyawarah IKA UNHAM seharusnya menjadi ruang pemersatu, bukan panggung perebutan pengaruh. Panitia perlu menjawab keraguan yang berkembang dengan fakta, keterbukaan, dan mekanisme yang dapat diuji bersama.
Kini, menjelang 24 Oktober 2026, publik alumni menunggu penjelasan: apakah panitia bersedia membuka seluruh proses secara transparan, atau polemik ini justru semakin melebar dan mengancam persatuan alumni UNHAM?
Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
News
Taufik Saleh Mengaku Diserang Ratusan Massa, Kaki Terluka dan Keluarga Terpaksa Tinggalkan Rumah
News
Polda Sumut Ungkap Situs Judol Depobos 5 Tersangka Pernah Kerja di Kamboja
News
Sempat BergumulPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Komisi Informasi Sumatera Utara memberikan Anugerah Kategori Kabupaten Informatif(KI) bagi Pemerintah Kabupaten
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memperluas ekspansi jejaring bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karib
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau lokasi rencana pembangunan dan perbaikan jalan serta drainase di
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Penc
News
120 Siswa Ikuti Kegiatan Tahfiz AlQur&rsquoan, Muhammad Syukur Harahap MA Tekankan Cinta AlQur&rsquoan
News
Taiwan Excellence Hadir di AEON Mall BSD, Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan Lebih Dekat
News