Jumat, 08 Mei 2026

Perekonomian dan Ketenagakerjaan Sumatera Utara Triwulan I-2026 Tunjukkan Dinamika Positif Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Triwulan I-2026

Administrator - Selasa, 05 Mei 2026 13:59 WIB
Perekonomian dan Ketenagakerjaan Sumatera Utara Triwulan I-2026 Tunjukkan Dinamika Positif  Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Triwulan I-2026
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Sumatera Utara pada Triwulan I-2026 tercatat sebesar Rp320,03 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp167,92 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) 2010.


Secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Sumatera Utara mengalami kontraksi sebesar 0,28 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.


Dari sisi produksi, kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang mengalami penurunan sebesar 8,54 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi komponen dengan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 9,41 persen.


Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sumatera Utara 2025 Membai. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sumatera Utara tahun 2025 tercatat sebesar 0,392. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas kesetaraan gender dengan penurunan indeks sebesar 0,007 poin dibandingkan tahun sebelumnya.


Penurunan IKG tersebut didorong oleh perbaikan pada dua dimensi utama, yaitu:

1. Dimensi Kesehatan Reproduksi, melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi perempuan.
2. Dimensi Pasar Tenaga Kerja, melalui meningkatnya partisipasi dan peran perempuan dalam dunia kerja.

Secara spasial, tren penurunan ketimpangan gender terjadi relatif merata di sebagian besar kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesetaraan gender semakin luas dan merata di berbagai wilayah.

Ketenagakerjaan Sumatera Utara Februari 2026 Pengangguran Menurun

Jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 8,135 juta orang atau meningkat sekitar 27 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Namun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 0,85 persen poin.

Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 7,727 juta orang atau bertambah sekitar 28 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor pertanian masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni mencapai 2,152 juta orang.

Sementara itu, jumlah pekerja pada sektor formal tercatat sebanyak 3,252 juta orang atau sebesar 42,09 persen dari total pekerja. Angka ini meningkat sebesar 0,16 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Dari sisi kualitas pekerjaan, tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 6,84 persen atau turun 1,72 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, tingkat pekerja paruh waktu meningkat sebesar 1,13 persen poin menjadi 25,33 persen.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,01 persen, turun 0,04 persen poin dibandingkan Februari 2025. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
bps
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Gandeng BPS dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Laporan BPS, Potret Ekonomi Sumatera Utara Mei 2026 – Surplus Perdagangan Terjaga dan Kesejahteraan Petani Meningkat
BKPSDM Deli Serdang Pastikan Proses Kenaikan Pangkat ASN Transparan
Pemkab Asahan dan BPS Tandatangani MoU Pemutakhiran Data DTSEN
Pemko Padangsidimpuan dan BPS Tandatangani MoU, Wujudkan Satu Data untuk Pembangunan Daerah yang Lebih Tepat Sasaran
Bupati Simalungun Tandatangani Nota Kesepahaman Pengelolaan Data dengan BPS RI di Medan
komentar
beritaTerbaru