sumut24.co - Medan
Baca Juga:
Kepala
BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, secara resmi merilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada Senin, 4 Mei 2026. Laporan ini memaparkan perkembangan indikator strategis mulai dari inflasi, kinerja ekspor-impor, hingga dinamika pariwisata di wilayah Sumatera Utara.
1. Kendali Inflasi dan Indeks Harga Konsumen (IHK)
Pada April 2026, Sumatera Utara mencatatkan inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 2,92% dengan IHK berada di level 112,00. Meski secara umum stabil, terdapat perbedaan signifikan antar wilayah yaitu :- Inflasi Tertinggi: Kota Gunungsitoli mencapai 4,66%, yang sering kali dipicu oleh tantangan logistik dan fluktuasi harga di wilayah kepulauan.
- Inflasi Terendah: Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 1,92%, mencerminkan distribusi barang yang lebih efisien di wilayah penyangga.2. Kinerja Perdagangan Internasional
Neraca perdagangan Sumatera Utara pada kuartal pertama (Januari–Maret) 2026 menunjukkan performa yang solid yaitu :
- Ekspor: Mencapai US$2.968,65 juta, tumbuh 1,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengindikasikan permintaan komoditas unggulan daerah di pasar global tetap kuat.
- Impor: Turun tipis 0,13% menjadi US$1.273,76 juta, yang menunjukkan efisiensi dalam penggunaan bahan baku impor.
3. Lonjakan Kesejahteraan Petani (NTP)
Kabar positif datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 melonjak ke angka 162,45, naik 3,37% dibanding bulan sebelumnya. Angka yang jauh di atas ambang 100 ini menandakan bahwa daya beli dan kesejahteraan petani di Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan.
4. Pariwisata dan Transportasi: Kontras Domestik vs Internasional
Memasuki Maret 2026, terjadi dinamika yang berbeda pada sektor mobilitas penduduk. Wisatawan Mancanegara (Wisman): Mengalami penurunan tipis 1,01% dengan total 24.600 kunjungan, kemungkinan akibat pengaruh musim kunjungan rendah (low season).
Penerbangan Domestik, terjadi lonjakan drastis pada jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Internasional Kualanamu, yakni mencapai 229.623 orang (naik 47,32%). Kenaikan tajam ini ditengarai akibat momentum hari besar atau libur nasional yang mendorong arus mudik dan wisata domestik.Secara keseluruhan, data BRS Mei 2026 menunjukkan stabilitas ekonomi Sumatera Utara yang terjaga, ditopang oleh surplus perdagangan dan penguatan sektor pertanian, meskipun sektor pariwisata mancanegara masih mengalami fluktuasi musiman. (Rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News