Selasa, 13 Januari 2026

Distribusi Data Akhir Sesi I BEI Dorong Likuiditas dan Efisiensi Perdagangan Pasar Modal

Administrator - Selasa, 13 Januari 2026 19:07 WIB
Distribusi Data Akhir Sesi I BEI Dorong Likuiditas dan Efisiensi Perdagangan Pasar Modal
sumut24.co - Jakarta

Baca Juga:

Pasar modal Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat. Pertumbuhan jumlah investor ritel serta tingginya aktivitas perdagangan mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan. Salah satu fokus utama BEI adalah memastikan seluruh pelaku pasar memperoleh data yang relevan, terukur, dan andal sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BEI melakukan penyempurnaan format distribusi data perdagangan pada akhir Sesi I. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan integritas pasar sekaligus peningkatan efisiensi transaksi. Latar belakang perubahan ini didasarkan pada hasil survei kepada pelaku pasar serta post implementation review atas penutupan kode broker dan kode domisili pada 2022, yang menunjukkan bahwa selama ini data perdagangan hanya tersedia pada akhir hari atau end of day (EOD).

Melalui penyempurnaan ini, laporan perdagangan tidak lagi hanya didistribusikan pada akhir hari, tetapi juga pada akhir Sesi I melalui Anggota Bursa. Implementasi kebijakan ini dinyatakan live pada 23 Agustus 2025 dan efektif berjalan mulai 25 Agustus 2025.

Hasilnya, kebijakan tersebut terbukti mendorong aktivitas transaksi yang lebih merata sekaligus meningkatkan integritas pasar. Investor kini dapat mengakses ringkasan data transaksi lebih awal, membaca kecenderungan pasar pada paruh pertama perdagangan, dan menyusun strategi yang lebih terukur untuk Sesi II. Distribusi data tetap dilakukan melalui Daftar Transaksi Bursa (DTB) Anggota Bursa sebagaimana sebelumnya, dengan nilai tambah berupa percepatan akses informasi.

Data Januari hingga November 2025 menunjukkan dampak positif yang signifikan. Sebelum kebijakan ini diterapkan, rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler berada di kisaran Rp11,8 triliun. Setelah implementasi, angka tersebut melonjak menjadi rata-rata Rp20,6 triliun per hari atau meningkat sekitar 73,83 persen. Kenaikan ini menegaskan bahwa percepatan distribusi informasi mampu meningkatkan kepercayaan dan partisipasi pelaku pasar.

Selain itu, porsi transaksi pada Sesi I juga mengalami peningkatan. Sebelum penyempurnaan format distribusi data, kontribusi Sesi I tercatat sekitar 53,34 persen dari total nilai transaksi harian. Setelah kebijakan berjalan, porsinya meningkat menjadi 55,89 persen. Kenaikan ini mencerminkan pemanfaatan data akhir Sesi I oleh investor sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan, baik untuk menambah posisi pada Sesi II maupun merealisasikan keuntungan lebih awal.

Perubahan juga terlihat pada selisih transaksi antara Sesi I dan Sesi II. Sebelum implementasi, gap kontribusi antar sesi berada di level 6,69 persen. Setelah kebijakan diterapkan, selisih tersebut meningkat menjadi 11,78 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketersediaan data yang lebih cepat membantu investor menentukan waktu masuk dan keluar pasar secara lebih presisi, sehingga pasar menjadi lebih responsif, likuid, dan dinamis.

Penyempurnaan format distribusi data ini tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan, tetapi juga pada keadilan informasi. Akses data yang setara dan up to date bagi seluruh pelaku pasar dapat meminimalkan terjadinya asymmetrical information, sekaligus mendukung terciptanya pasar yang efisien dan berintegritas. Peningkatan likuiditas juga menjadi sinyal positif bagi investor institusi dan global bahwa pasar modal Indonesia terus bertransformasi menuju standar internasional.

Langkah ini menegaskan komitmen BEI dalam membangun pasar modal yang modern, transparan, dan mudah diakses. Di tengah era di mana data menjadi fondasi utama investasi, penyempurnaan distribusi informasi memberikan nilai tambah nyata bagi ekosistem pasar modal. Investor dapat menyusun strategi dengan lebih matang, Anggota Bursa mampu memberikan rekomendasi yang lebih akurat, dan pasar modal Indonesia semakin siap bersaing di tingkat global.

Ke depan, seiring bertambahnya jumlah investor ritel dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi, penyediaan informasi yang cepat dan berkualitas menjadi kebutuhan mutlak. Penyempurnaan format distribusi data ini menjadi salah satu pijakan penting dalam transformasi pasar modal nasional, yang diharapkan dapat mendorong literasi keuangan, memperluas inklusi investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gen Z Jadi Kekuatan Baru di Pasar Modal Indonesia
Gubsu Dorong ASN Pemprov Sumut Menjadi Investor Pasar Modal
Panduan Memahami Indeks Saham Indonesia
KSEI Mengawal Integritas Gen Z di Pasar Modal Indonesia
Mengenal Fenomena Profit Taking di Pasar Saham Indonesia
Optimalisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah sebagai Instrumen Pembiayaan Pembangunan Daerah
komentar
beritaTerbaru