Rabu, 24 Juni 2026

Kelompok Makanan, Minuman & Tembakau Picu Laju Inflasi Juli 2021

Administrator - Kamis, 05 Agustus 2021 06:56 WIB
Kelompok Makanan, Minuman & Tembakau Picu Laju Inflasi Juli 2021

Medan I Sumut24.CO

Baca Juga:

Sumatera Utara mencatat inflasi sebesar 0,29% (mtm), meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,03% (mtm). Namun 1 kota IHK lainnya yaitu Pematangsiantar terpantau deflasi sebesar -0,03% (mtm).

“Sementara itu 4 kota lainnya mengalami inflasi yaitu Sibolga 0,62% (mtm), Padang sidimpuan 0,18% (mtm), Gunung Sitoli 0,52%, dan Medan 0,31% (mtm),” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (KPW Sumut), Soekowardojo melalui Kepala Divisi Pengembangan dan Ekonomi BI Sumut, Poltak Sitanggang, Kamis (5/8/2021).

Dijelaskannya kenaikan laju inflasi utamanya disebabkan inflasi yang terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan aneka cabai dan kacang panjang menjadi sumber utamanya.

Apresiasi harga aneka cabai dipengaruhi telah berakhirnya panen raya di sentra produksi di Kabupaten Batu Bara dan Provinsi Aceh di tengah distribusi pasokan yang sedikit terhambat karena penerapan PPKM Level 4 di Kota Medan.

Di tengah kenaikan harga pada aneka cabai, terang Poltak, sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, emas perhiasan, dan ikan dencis menjadi penahan laju inflasi. Harga daging ayam ras mengalami normalisasi (penurunan) setelah sebelumnya meningkat akibat kenaikan harga pangan.

Selain itu, sebut Poltak, peningkatan produksi dari sentra produksi Kabupaten Deli Serdang dan penurunan permintaan dari sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) ikut menjadi pendorong penurunan harga daging ayam ras ditengah penerapan PPKM Level 4 di Kota Medan.

Namun demikian, secara umum perkembangan harga 10 komoditas pangan strategis pada Juli 2021 masih berada pada range 3 tahun terakhir (2018-2020) seperti komoditi daging ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, dan gula pasir.

“Sementara itu harga telur ayam telah berangsur turun seiring dengan normalisasi produksi dan permintaan meski masih berada di atas range dipicu harga pakan ternak yang masih tinggi,” ujar Poltak Sitanggang.

Untuk komoditi minyak goreng terus mengalami kenaikan sejalan dengan apresiasi harga CPO global yang masih terus berlanjut. Ke depan inflasi 2021, BI Sumut pun memperkirakan akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan berada pada rentang target nasional 3%±1% dengan potensi bias bawah.

“Kenaikan inflasi tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi nasional yang didukung program vaksinasi, serta potensi peningkatan perekonomian dari digiatkan sektor otomotif, hotel, restoran, dan kafe,” sebut Poltak Sitanggang. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menyongsong 2029, Rumah Kebangkitan Mulai Susun Strategi Dorong Gibran Maju ke Kursi Presiden
Wabup Basri Bongkar Kinerja APBD 2025, Paluta Catat Surplus Rp43,5 Miliar dan Raih WTP
Perangi Narkoba, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Gandeng BNN RI Bentuk Unit Layanan Terpadu P4GN
Bupati Putra Mahkota Alam Tegaskan KNPI Harus Jadi Motor Perubahan di Padang Lawas
Sempat Viral Digerebek Emak-emak Sarang Narkoba di Labura di Bakar Polisi
RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
komentar
beritaTerbaru