Semarak HUT ke-75 Seskoad, Turnamen Domino Danseskoad Cup Resmi Dibuka
Semarak HUT ke75 Seskoad, Turnamen Domino Danseskoad Cup Resmi Dibuka
kota
Medan I SUMUT24.CO Ketua Umum DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAAMDE), Tolen Ketaren menyerukan dan mendorong semua pihak di Indonesia, termasuk para pemangku kepentingan sawit, untuk memilih menolak atau memilih kata NO pada poling yang diadakan oleh lembaga biofuel internasional melalui situs mereka,. https://biofuels-news.com.
Baca Juga:
“Sekecil apapun pembelaan kita terhadap perkebunan kelapa sawit kita, termasuk melalui website milik lembaga Biofuel Internasional, maka sesungguhnya kita telah memeperjuangkan sawit kita, memperjuangkan masa depan perekonomian Indonesia,†ujar Tolen kepada para wartawan melalui handphone, Rabu (27/1/2021).
Sebagai informasi, Asosiasi SAMADE adalah sebuah asosiasi petani sawit swadaya skala nasinal. Asosiasi ini sudah memiliki cabang di sejumlah provinsi dan puluhan kabupaten di Indonesia, terutama di sentra-sentra sawit.
Kata Tolen, poling itu diselenggarakan oleh pihak swasta di Eropa dan berpotensi memengaruhi kebijakan Uni Eropa terhadap minyak sawit milik Indpnesia.
“Kebijakan biofuel Uni Eropa juga akan memengaruhi Malaysia dan negara-negara produsen sawit lainnya,” kata Tolen.
Tolen Ketaren menjelaskan isi poling itu berupa satu pertanyaan dalam bahasa Inggris. “Pertanyaannya kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yakni apakah kebijakan atau proposal Uni Eropa sudah tepat untuk mengeluarkan atau meniadakan penggunaan minyak sawit dalam kebijakan biofuel di tahun 2030?. Nah, di situ ada dua pilihan, yani yes atau no. Kami harap seluruh masyarakat Indonesia untuk memilih kata no,” saran Tolen.
Kata dia, dengan memilih NO maka ini akan memengaruhi sikap pihak lembaga Biofuel Internasional yang akan menyelenggarakan konferensi dan ekspo di Brussel, Belgia, pada tanggal 15-16 Juni 2021.
“Juga dengan memilih NO akan membuka kesempatan idustri minyak sawit dari negara-negara produsen minyak sawit, termasuk Indonesia, untuk menghindar dari kebijakan diskriminatif Uni Eropa,” sambung Tolen.
Padahal, ujar Tolen, industri perkebunansawit di Indonesia umumnya ramah lingkungan, menghemat lahan, efektif dan efesien, dan bisa dipanen berkali-kali selama puluhan tahun. Motif Persaingan Dagang Sifat-sifat istimewa inlah, kata Tolen, yang tidak ada dalam industri minyak nabati nonsawit milik negara-negara Uni Eropa seperti minyak jagung, kedelai, minyak bunga matahari, minyak raphesed, dan tanaman nabati lainnya.
“Bandingkan dengan minyak nabati produksi Uni Eropa, yang satu kali masa tanam, satu kali masa pane, dan hasil panenya pun tidak maksimal. Industri minyak nabati mereka justru membutuhkan lahan yang jauh ebih banyak dibandingkan perkebunan sawit kita,” ujar Tolen.
Karena itu, ia melihat sesungguhnya kebijakan dan sikap Uni Eropa lebih didasari oleh motif persaingan dagang. WTO (World Trade Organization atau Organisasi Perdagangan Dunia), sambung Tolen, sudah menegaskan untuk menegakkan perdagangan yang adil dan tanpa diskriminasi.
Sekadar informasi,Indonesia saat ini Indonesia telah memproduksi biodiesel 30(B-30) yangberhan baku minyak sawit sebanyak30 persen. Sementara itu, inti dari kebijakan biofuel Uni Eropa adalah penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan. Nah, Uni Eropa berupaya mengeluarkan minyak sawit dari kebijakan penggunaan biofuel dalam industri transportasi di negara-negara Uni Eropa.
Kebijakan itu bahkan sudah dituangkan dalam Delegated Regulation (DR) yang merupakan pelaksanaan dari Renewable Energy Directive (RED) II. Di dalam DR itu sawit diklasifikasikan sebagai bahan baku biofuel yang secara tidak langsung bisa melakukan perubahan lpenggunaan lahan sehingga sangat beresiko tinggi bagi lingkungan atau Indirect Land Use Change (ILUC) berisiko tinggi (High Risk atau HR).
“Fakta di lapangan, justru perkebunan minyak nabati nonsawit milik Uni Eropa yang justru membutuhkan lahan yang banyak agar bisa memuhi kebutuhan mereka sendiri. Karena itu, kebijakan mereka sangat diskriminatif terhadap sawit. Jadi, saya menyerukan untuk memilih NO pada poling yang dibuat oleh lembaga Biofuel Internasional ini,” tegas Tolen Ketaren. (rel/R03)
Semarak HUT ke75 Seskoad, Turnamen Domino Danseskoad Cup Resmi Dibuka
kota
sumut24.co MedanUdara dingin serta aroma semerbak pohon hutan pinus menyeruak di pagi hari dari Huta Sirungkungon (perkampungan tradisiona
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meraih Sertifikat SNI ISO 370012025 Sistem Ma najemen Anti Penyuapan (SMAP) sebaga
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja dan perusahaan harus menjadi mitra strategis dalam menghada
News
MEDAN Sumut24.co PT Fauzan Risky Utama resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank BTN Cabang Medan Suratman Patari melalui penandatan
Ekbis
Jakarta Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 yang terdiri atas delapan kebijakan dalam ti
Info
Peringati Hari Lingkungan Hidup dan Tahun Baru Islam 1448H, Jasa Marga Gelar Penanaman Pohon dan Santunan Anak Yatim di Medan
kota
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Jasamarga Kualanamu Tol Tanam 475 Pohon Bintaro di Ruas Tol Medan&ndashKualanamu&ndashTebing Tinggi
kota
sumut24.co DELI SERDANG, Upacara penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara berlangsung khidmat dan m
News
TANJUNGBALAI Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Medan Area (DPP IKA UMA) memberikan apresiasi kepada Wali Kota dan
Umum