Edie Rizliyanto : Bank Sumut 5 Besar BPD Di Indonesia

0
2691

MEDAN|SUMUT24

Meski sudah berhasil mengantarkan PT Bank Sumut sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang masuk dalam 5 besar diluar pulau Jawa, dengan aset sebesar Rp 26 triliun. Kini PT Bank Sumut sedang melakukan pembenahan menuju transformasi BPD.

“PT Bank Sumut siap bekerjasama dalam pengembangan produk, seperti sindikasi pembiayaan proyek infrastruktur maupun dalam platform bisnis dalam upaya efisiensi dan efektivitas,” ujar Direktur Utama PT Bank Sumut, Edie Rizlianto kepada SUMUT24, Kamis (10/3).

Dikatakan Edie Rizlianto, berbagai persiapan telah dibuat untuk mewujudkan transformasi BPD dengan tiga fase. “Yaitu, foundation bulding, growth acceleration serta market leadership,” ujarnya saat memberikan sambutan pada coffee morning dengan pengurus PWI Sumut, di Hotel Garuda Plaza, kemarin.

Ketiga fase itu, rinci calon penerima SUMUT24 AWARD itu, bertujuan untuk mewujudkann visi transformasi BPD yang ingin menjadikan bank regional kuat dan beraya saing tinggi. Untuk berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah berkelanjutan.

Dari sisi asset, lanjutnya, saat ini Bank Sumut menempati urutan ke lima dari seluruh BPD se Indonesia. Sedangkan di Sumatera Utara sendiri menempati posisi nomor wahid (satu).

Mantan Vice Presiden Bank Mandiri dan ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Bank Sumut pada RUPS LB pada 6 Maret 2015 lalu, dimana sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, dirinya juga mencanangkan 8 Program Strategi Bank Sumut tahun 2015-2016 untuk menghadapi tantangan perekonomian yang cukup berat.

Yakni, penguatan GCG di setiap unit, peningkatakn kompetensi SDM, implementasi Credit Risk Manajemen, penyelesaian NPL, restrukturisasi IT system, penambahan produk dan fitur layanan, memperkuat unit layanan Syariah dan penguatan permodalan.

“Memperkuat modal menjadi diatas Rp 5 triliun, agar mampu menjadi bank dengan kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III, sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” sebutnya.

Saat ini, sambungnya, bank BUMD ini masih dalam kategori BUKU II dengan modal dibawah Rp5 triliun. Karena itu, Bank Sumut bertekad untuk melakukan penguatan modal, agar masuk kategori BUKU III, yakni kelompok bank dengan modal inti berkisar Rp5 triliun – Rp25 triliun, seperti yang telah diraih oleh Bank Jabar Banten (BJB).

“Tantangan Bank Sumut kedepan adalah adanya surat OJK yang menghimbau agar para pemegang saham, memperkuat penyertaan modal ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna percepatan ekspansi bisnis,” ujar Edie yang sebelumnya memengawali karirnya di dunia perbankan sebagai Account Officer di Bank Bukopin (1989-1991), Account Manager Assistant di Bank Bumi Daya (1991-1994), Branch Relationship Officer di Bank Bumi Daya (1994-1995), Dealer di Bank Bumi Daya (1995-1999) Liquidity Risk Officer di Bank Mandiri Jakarta (1999-2002) ini.

Edie Rizlianto sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Manager Marketing di Bank Mandiri Jakarta (2002-2004), Assistant Vice President Bank Mandiri Medan (2005-2007), Assistant Vice President Bank Mandiri Hongkong (2007-2010), Alternate Chief Executive Bank Mandiri Hongkong (2010) dan Vice President Bank Mandiri (2011-2014).

Pada kesempatan tersebut, dirinya didampingi Direktur Operasional Didi Duharsa, Sekretaris Perusahaan Erwin Zaini, Pelaksana Humas Erwinsyah dan sejumlah staf menyampaikan. Dikatakannya, Bank Sumut terus berupaya membangun pondasi yang kuat melalui proses pendukung dan permodalan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), budaya kerja dan sistem informasi yang handal. Selain itu juga adalah melakukan strategi, untuk menciptakan pertumbuhan yang cepat dengan memperkuat proses bisnis inti memasuki kredit komersil. Memperkuat pinjaman sindikasi, dan intensifikasi sinergi grup BPD.

“Bank Sumut turut serta dalam sindikasi pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur lokal dan nasional. Guna mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Seperti, pembangunan jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi. Sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Jokowi terhadap BPD, peluang Bank Sumut untuk ekspansi ke pembiayaan proyek infrastruktur di Sumatera Utara sangat besar,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Medan 49 tahun yang lalu, sekaligus alumnus Fakultas Ekonomi USU(1984) dan memperoleh gelar Megister Manajemen dari Universitas Padjajaran tahun 1999 ini, menyampaikan, akan selalu terbuka dalam memberikan informasi dan menjawab konfirmasi yang dibutuhkan insan media.

“Saya ucapkan terima kasih atas pertemuan yang sangat berharga ini. Informasi yang diberikan merupakan hal konstruktif. Sehingga kita dapat bekerjasama lebih baik lagi kedepanya,” ujarnya. (Dd)