Drs H Ashari Tambunan: Deliserdang Jadi Kabupaten Terbaik di Indonesia

2720

Bupati Deliserdang Drs H Ashari Tambunan optimis terobosan yang dilakukan mampu menjadikan Kabupaten Deliserdang menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia. Pencapaian itu merupakan cita-cita mewujudkan masyarakat sejahtera, religius, dan bersatu dalam kebhinekaan.

“Kita masih perlu berjuang, bekerja keras dan optimis dengan memunculkan ide, gagasan dan terobosan–terobosan baru, karena Deliserdang memiliki potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar dan hingga saat ini belum tergali secara maksimal,” ujar Drs H Ashari.

Bupati Deliserdang H.Ashari Tambunan yang menjadi calon penerima SUMUT24 AWARD tahun ini dikenal sebagai sosok yang cerdas dan visioner dengan penghargaan atas konsep pembangunan dan kerja nyata yang sudah dicapainya. Kepiawaiannya dalam memimpin daerah yang diamanahkan, telah menunjukan hasil nyata dan mencengangkan banyak kalangan.

Pria kelahiran Tanjungbalai, 18 Mei 1956 ini merupakan sosok pemimpinan yang luwes dengan penampilan sederhana, komunikatif dan mengayomi serta peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Terbukti di penghujung tahun 2015, H Ashari Tambunan menerima Kalpataru, Adiwiyata Mandiri, Kabupaten Layak Anak dan Penghargaan Penanaman 1 Miliar Pohon dari Presiden RI.

“Tingkatkan disiplin, ciptakan suasana yang harmonis di antara sesama staf, berikan pembinaan serta hilangkan sifat arogansi yang dapat membebani pegawai karena kewenangan yang dimiliki,” tegas Bupati H Ashari kepada seluruh jajaran Pemerintahan di Deliserdang.

Kabupaten Deliserdang memiliki potensi sangat strategis dan merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk. Ketersediaan infrastruktur dan kehadiran Bandara Kualanamu (KNIA), menjadikan Kabupaten Deliserdang sangat potensial dan menarik untuk dijadikan tujuan berinvestasi.

Daerah ini juga termasuk bagian konsep pembangunan Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo) sehingga kabupaten ini memiliki peran yang cukup penting dalam berbagai agenda pembangunan di segala bidang. Hal itu diungkapkan putra kelima dari pasangan pejuang Alm Mayor TNI H Djamaluddin Tambunan dan Alm Lettu Hj Nurbanun Siregar.

Titisan darah pejuang inilah yang  mengalir di dalam diri H Ashari Tambunan, sehingga kepribadiannya dikenal sebagai seorang yang patriotis, nasionalis, ramah dengan siapa saja, beliau sangat menghargai pluralisme  ditengah keanekaragaman suku, agama dan budaya.

“Walaupun dalam berbagai sektor kita sudah menunjukkan hasil yang signifikan, serta perkembangan daerah yang semakin pesat dan dinamis. Tentunya tantangan yang akan kita hadapi ke depan tidaklah ringan yang bermuara pada peningkatan kinerja dan pelayanan optimal kepada masyarakat. Ada beberapa hal yang belum sempurna,” Kata Ashari Tambunan yang mempersunting Hj Yunita Siregar.

Bupati Deliserdang ini secara rinci menyampaikan beberapa capaian strategis yang telah diraih Kabupaten yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati H Zainuddin Mars. Dibidang Ekonomi, Kabupaten Deli Serdang merupakan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumut dengan angka kemiskinan terendah yaitu 4,71%, dibidang pendidikan beberapa indikator yang telah dicapai antara lain dengan terus meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), serta menurunnya persentase angka putus sekolah.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Deli Serdang juga terus meningkat dari tahun ke tahun dari 76,17 pada Tahun 2012 menjadi 76,82 pada tahun 2013, kemudian berhasil memperoleh penghargaan Olimpiade Sains di Tingkat Nasional maupun Internasional,” kata Bupati H Ashari Tambunan dihadapan para pimpinan dan anggota DPRD belum lama ini.

Tekad bersama untuk memajukan Deliserdang lewat percepatan pembangunan diyakini akan terwujud sebagaimana yang tertuang pada visi misi pembangunan Deliserdang, yaitu ‘Deliserdang yang Maju, Berdaya Saing, Religius dan Bersatu dalam Kebinekaan.

Dengan memegang prinsip melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan, memantapkan dan meningkatkannya, lewat konsep kebersamaan dan semangat kegotongroyongan yang diaplikasikan melalui program Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM), Pemkab Deliserdang mengandalkan sinergi tiga pilar kekuatan pembangunan.

Artinya, pembangunan tidak bisa berjalan secara sendiri-sendiri, tetapi percepatan pembangunan dapat lebih nyata, jika digabung antara pemerintah, dukungan pihak swasta dan partisipasi masyarakat.

Program yang mensinergikan tiga pilar kekuatan pembangunan ini berhasil mendongkrak percepatan pembangunan, terutama pada prioritas pembangunan, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, dengan tidak mengabaikan sektor- sektor lainnya.

Saat ini jalan di Deliserdang mencapai 3.575.403 km lebih, dan yang sudah diaspal sepanjang 1.834.230 km, jalan beton 157.541 km. Adapun jalan yang masih pengerasan sepanjang 1.583.632 km, secara bertahap dilakukan pemeliharaan serta peningkatan statusnya. Di bidang pendidikan, seluruh gedung sekolah dalam keadaan layak dan nyaman untuk proses belajar dan mengajar.

Untuk SD negeri berjumlah 590 unit sekolah, madrasah ibtidaiah negeri (MIN) 3 sekolah, SLTP negeri 63 sekolah, madrasah tsanawiah negeri (MTSN) 3 sekolah, SMA negeri 16 sekolah, SMK negeri 10 sekolah, madrasah aliah negeri (MAN) 2 sekolah.

“Demikian juga di bidang kesehatan. Kami terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar H Ashari Tambunan yang dikarunia seorang putra semata wayang H Adlin Umar Tambunan ST, M.SP yang kini menjadi Anggota DPRD Kota Medan.

Dari 34 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, 22 di antaranya telah ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap. Juga puskesmas pembantu yang jumlahnya kini mencapai 106 unit. Sedangkan puskesdes sebanyak 159 unit. Untuk Rumah Sakit Umum (RSU) Deliserdang yang berada di pusat ibu kota Deliserdang, yaitu Lubukpakam, statusnya sudah di tingkat menjadi kelas B. Gerakan kemanusiaan masih terus digulirkan.

Bedah rumah bagi keluarga kurang mampu menjadi rumah yang layak huni, lengkap dengan surat hak tanah dan izin membangun bangunan (IMB) dilaksanakan lewat pola kebersamaan kekuatan tiga pilar pembangunan. Pola ini menyatukan pemerintah, yang melibatkan PNS/anggota Korpri di lingkungan Pemkab Deliserdang, swasta dan masyarakat.

Kebijakan ini berhasil menurunkan persentase penduduk miskin menjadi 4,71% atau posisi terendah di Sumut. Berbagai kebijakan yang dilakukan menghasilkan sederet penghargaan, baik dari tingkat Provinsi Sumut dan Nasional pada 2014, di antaranya berupa Medali dan Penghargaan Peduli Olahraga dari Gubernur Sumut, Plakat Wahana Tatanugraha dari Menteri Perhubungan.

Juara Umum Hari Aksara Internasional tingkat Sumut, terbaik II Penanaman 1 Miliar Pohon 2013 tingkat Nasional dari Presiden RI, Penghargaan Tokoh Sahabat Pers dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumut, Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Gubernur Sumut, dan penghargaan Raksaniyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan.

Lalu, penghargaan Rekor Muri untuk konfigurasi Merah Putih yang dikibarkan 16.000 siswa dan 1.040 polisi cilik disertai dengan tarian massal pada peringatan Hardiknas 2015. Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2015 dari Presiden RI kepada SMP Negeri Sunggal, SMP Negeri 1 Lubukpakam serta penghargaan Kalpataru kepada tokoh penangkar tanaman, Ngatimin Akelaras.

Keberhasilan ini patut disyukuri, namun disadari masih banyak lagi tuntutan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Meski dari tahun ke tahun APBD terus meningkat, yaitu pada 2015 APBD Deliserdang mencapai Rp3,2 triliun, Tahun Anggaran 2016 mencapai  Rp 3.529.117.634.226.- dirasakan peningkatannya masih terlalu sedikit dibandingkan tingginya tuntutan kebutuhan masyarakat yang kian berkembang.

Karena itu, Pemkab Deliserdang masih terus berupaya untuk meningkatkan APBDnya, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang diyakini peluangnya semakin besar. Jika terealisasi, dipastikan akan mampu mendongkrak peningkatan pembangunan daerah. (Red/a siregar)

Loading...