Bank Indonesia Sumut Optimis Capai Target 260 Ribu Merchant QRIS Akhir 2021

186
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo bersama Deputi Kepala Perwakilan Ibrahim dan Andiwiana Septonarwanto dalam Bincang Bareng Media secara offline dan online di Medan Selasa (23/2/2021). SUMUT24/ist

Medan I SUMUT24.CO
Hingga akhir Desemner 2021 mendatang, ditargetkan 260 ribu merchant QRIS terpenuhi di Sumatea Utara. Target tersebut menjadi salah satu ‘PR’ bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara.

“Bank Indonesia Sumut optimis bisa capai taerget 260 ribu merchant QRIS di daerah ini sebagai bagian dari percepatan pengembangan ekosistem digital,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo didampingi Deputi Kepala Perwakilan Ibrahim dan Andiwiana Septonarwanto pada Bincang Bareng Media secara offline dan online di Medan Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan Soekowardojo, QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari BI agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Makanya, kata Soekowardojo, implementasi QRIS merupakan salah satu inovasi Bank Indonesia dalam mendukung terciptanya ekosistem digital di daerah. Pada tahun 2021, perluasan implementasi QRIS akan terus dilakukan, termasuk di Sumatera Utara. “Pendekatan dengan berbagai targetperluasan potensial akan menjadi fokus utama yang dilakukan oleh KPwBI Provinsi Sumatera Utara untuk mendorong perluasan QRIS,” jelas Soekowardojo.

Sekarang ini, ujar orang nomor satu di Kantor Perwakilan Bank Indonesia sumut itu, hingga posisi Januari 2021, sebanyak 234.363 merchant. Secara nasional targetnya 12 juta berbasis komunitas dan dari jumlah itu, Sumut kebagian 260 ribu merchant.

Sasaran target tambahan 260 ribu merchant di Sumut tersebut bica tercapai di Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo yang ditargetkan 80 persen atau sekira 208 ribu merchant. Seterusnya Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidempuam dan Simalungun sebagai Kota Sekunder ditarget 10 persen atau sekira 26 ribu merchant, diperhitungkan sekira 6.500 merchant per kabupaten/kota.

Sedangkan 25 kabupaten/kota lainnya di Sumut juga 10 persen dari target yaitu sekira 26 ribu merchant atau sekira 1.040 merchant kabupaten/kota. Soekowardojo menyebut target merchant yakni nasabah kredit UMKM perbankan, UMKM binaan Pemda, lembaga/institusi formal, asosiasi, pro keagamaan/sosial, lembaga pendidikan dan SPBU.

“Kita lakukan berbagai strategi dalam perluasan QRIS, dan akan terus disinergikan dengan berbagai stakeholder mulai dari pelaksanaan edukasi, fasilitasi hingga kolaborasi berbagai kegiatan yang inovatif,” ujar Soekowardojo.

Pelaksanaan kegiatan edukasi terkait QRIS kepada target-target potensial, baik secaravirtual maupun langsung (dengan prokes). Pasca edukasi, para peserta kegiatan jugaakan difasilitasi untuk mendapatkan QRIS.KPwBI Provinsi Sumatera Utara akan berperan sebagai fasilitator maupunpenghubung antara Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Pemda danstakeholder lainnya.

Dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), BI juga menetapkan perpanjangan kebijakan Merchant Discount Ratel (MDR) 0 persen bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021.

Hal ini juga terkait dengan perluasan QRIS 12 juta berbasis komunitas di seluruh Indonesia dengan sasaran Kementerian/Lembaga/Pemda, khas daerah (kuliner, griya), pasar tradisional, Apgakum (TNI/Polri), pendidikan umum, pendidikan keagamaan (pesantren, seminari), pariwisata, BUMD/korporasi daerah dan warung. Strategi percepatan QRIS 12 juta dilakukan melalui pendekatan komunitas,” tegasnya. ((R03)