Arifin Kwan, Dari Kontraktor Tertarik Buka Resto

1368

MEDAN | SUMUT24
Tahun 2016 perekonomian Indonesia khususnya Sumut masih dalam proses untuk peningkatan yang lebih baik. Walau pada tahun kemarin, perekomian kita masih lambat. Sehingga banyak perusahaan yang gulung tikar bahkan hingga bangkrut. Untuk rupiah sendiri, kita ketahui masih berjuang agar tidak anjlok. Pada sesi Jumat sore rupiah masih di angka Rp 13.ribuan, walau sebenarnya kondisi masih terbilang wajar.

Namun, bagi pelaku usaha dibidang kuliner ternyata masih terbilang menjanjikan. Seperti yang dikatakan oleh Arifin Kwan pemilik Cafe And Resto Ayam Tulang Lunak Rosalinda tepatnya dijalan besar Jamin Ginting Padang Bulan Medan, sampai saat ini usaha kuliner tidak ada matinya jika serius menjalaninya. Dengan berbekal keyakinan maka Arifin membuka usaha kuliner dari 6 bulan kemarin. “Saya tadinya seorang kontraktor hanya saja ketika saya jalan jalan ke pulau jawa khususnya daerah kota Bandung terlihat adanya kuliner yang agak berbeda yaitu masakan ayam tulang lunak yang dimasak dengan cara memakai presto terdahulu, rasanya cukup enak,” katanya Rabu (2/3).

Dengan keyakinan itulah, 6 bulan yang lalu Arifin membuka usaha ayam tulang lunak dikawasan Marelan Tanah Enamratus. Tak lama Arifin membuka cabangnya di jalan besar Jamin Ginting Padang Bulan Medan yang baru berusia 6 hari ini. “ Rosalinda adalah nama istri saya, dan tampaknya cocok untuk dibuat nama resto ini, walau kelihatannya seperti resto tetapi harganya cukup bersahabat dikantong, apalagi kawasan ini kawasan kampus, jadi harganya tetap kami pertahankan sesuai kantong anak kampus,”ujarnya.

Lanjutnya, ayam tulang lunak yang dikemas melalui presto selama 1 hingga 2 jam adalah selain tulangnya menjadi lunak dan dapat dimakan, juga dari segi kesehatan sangatlah bagus. “saya membuka resto ayam tulang lunak selain bisnis juga untuk kesehatan, saya ingin mengedukasikan kepad masyarkat bahwa kesehatan adalah yang paling utama. Sehingga saya tidak ingin membuka usaha hanya memikirkan bisnis  semata, sebab bagi saya setiap mengkonsumsi makanan haruslah kita pikirkan dari segi kesehatan juga,”kata lelaki yang mempunyai anak 3 ini.

Selain ayam, ikan yang menjadi salah satu menu utama juga dipresto, selama ini dapat diketahui bahwa resto yang ada dikota Medan belum ada yang membuka usahanya dibidang ayam maupun ikan bertulang lunak dengan menggunakan presto, sehingga tulang yang sebenarnya sangat mengandung gizi terbuang dengan sia sia.

“Saya tetap optimis dalam menjalankan usaha ini, sebab bagi saya jika rasa yang kita ciptakan mengena di lidah pengunjung maka besok besok pasti datang lagi untuk kembali mencicipinya, apalagi harga disini cukup murah, dimana harga dimulai Rp 12 ribuan saja sudah dapat menikmati lezat dan sehatnya mengkonsumi ayam tulang lunak buatan kita, ”kata lelaki yang berkelahiran Aek Nabara Ranto Parapat itu.

Menurutnya, kiat yang paling utama agar sukses dibidang kuliner adalah menciptakan menu yang biasa menjadi luar biasa ditambah dengan harga yang standart, bahwa dalam menciptakan usaha tetap berkembang, menu memang harus selalu berkreasi. Kreasi menurutnya bukan dengan menciptakan menu baru melainkan tampilan diatas piring juga diperhitungkan agar pengunjung menjadi tertarik.

“Dengan kolaborasi ayam yang sudah kita lunakkan apakah di bakar, digoreng krispi, tempe, daun selada, tomat dan timun ditambah dengan sambal kecap, terasi maupun sambal hijau menjadi santapan yang luar biasa untuk pengunjung istimewa kami, apalagi dipadukan dengan minuman es buah, maka lengkapklah untuk cita rasa,”ujarnya.

Tambahnya, ditahun 2016 ini, masyarakat selalu mencari makanan yang berbau kampung atau disebut juga masakan rumahan. Sehingga perpaduan sambal pedas  selalu dikreasikan agar tetap menarik.

“Saya akan terus lakukan perubahan perubahan dalam memajukan usaha kuliner saya, sebab usaha kuliner jika dijalankan dengan serius maka usaha ini akan maju. Selain memberikan menu menu yang dapat mencuri perhatian pengunjung tidak lama lagi kita akan segera memberikan promo paket untuk para pelanggan kita,”pungkasnya.(nis)

 

Loading...