Anggaran Peningkatan Jalan Sumut Telan Rp 600 Miliar

MEDAN | SUMUT24

Jalan provinsi Sumatera Utara sepanjang 3.048,5 Km hingga saat ini yang kondisinya mantap atau baik 76,11 persen. Untuk tahun ini dengan anggaran peningkatan pembangunan jalan sebesar Rp600 miliar, ditargetkan jalan yang kondisinya baik hingga akhir tahun sebesar 81 persen.

“Kondisi jalan kita saat ini yang mantap itu sekitar 76,11 persen, dari 3.048,5 Km, sisanya yang dalam kondisi rusak dan rusak ringan itu sekitar 23 persen. Tahun ini kami targetkan jalan mantap di Sumut itu bisa mencapai sekitar 79-81 persen, karena tahun ini dari anggaran peningkatan pembangunan sebesar Rp600 miliar jalan yang mampu kami tangani hanya 140-150 Km,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Sumut, Effendy Pohan di sela-sela Dialog Peningkatan Investasi di Sumut, Rabu (13/4).

Dijelaskan Effendy, dari 3.048,5 Km tersebut untuk tahun ini statusnya jalan provinsi tinggal 2.668 Km, sebab selebihnya sudah beralih statusnya dari jalan provinsi ke jalan nasional. Seperti jalan lingkar Samosir sepanjang 143 Km, Jalan Palsobalas hingga simpang Kota Pinang sepanjang 100 Km lebih.

“Sayangnya peningkatan jalan dari jalan provinsi ke jalan nasional itu yang diambil merupakan jalan yang kondisinya baik, seperti jalan lingkar Samosir itu kan kondisinya baik, begitu juga dengan jalan Palsobalas hingga simpang kota Pinang paling hanya beberapa kilometer saja yang rusak, makanya paling target kami tahun ini jalan mantap di Sumut itu naik menjadi 81 persen,”  terangnya.

Untuk tahun ini, kata dia, perbaikan jalan di Sumut akan dikonsentrasikan kepada tiga wilayah yakni pantai barat termasuk Nias, pantai timur juga dataran tinggi. Dari masing-masing wilayah ini dialokasikan sekitar 32 hingga 35 persen anggaran peningkatan pembangunan jalan dari total alokasi sebesar Rp600 miliar.

Diakuinya, hingga saat ini untuk pembangunan fisik memang belum berjalan, karena masih proses tender. Namun ditargetkannya dalam minggu ketiga ataupun akhir April pembangunan sudah bisa berjalan.

Untuk tahun ini kata Effendy, jalan lingkar Samosir memang akan dinaikkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Saat ini Bupati sudah menyurati Pemprovsu untuk perubahan status dari jalan kabupaten diusulkan menjadi jalan Provinsi.

Untuk perubahan status ini lanjut dia memang harus dibutuhkan beberapa proses, dari surat pengusulan yang diajukan daerah, nanti akan dikaji secara teknis oleh Dinas Bina Marga Sumut, apakah jalan tersebut bisa ditingkatkan menjadi jalan Provinsi atau tidak. Kemudian dibahas oleh DPRD Sumut, jika disetujui oleh dewan barulah akan diajukan ke Plt Gubsu agar bisa dikeluarkan SK perubahan status jalannya. “Pengusulan untuk perubahan status jalan itu ada hampir 100 Km,” ujarnya.

Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara mengatakan, persoalan jalan dan infrastruktur memang masih menjadi kendala dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Sumut. “Jalan masih macet, infrasktruktur yang masih banyak rusak menjadi beban bagi pengusaha karena cost produksi menjadi tinggi dari biaya transportasi sehingga harga produk kita tidak bisa bersaing,” ujarnya.

Ivan berharap Pemprovsu dapat segera mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumut, termasuk untuk DPRD Sumut juga diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan tersebut, dengan mengkaji kebijakan anggaran yang diprioritaskan untuk pembangunan.(Ism)