Sabtu, 08 Agustus 2026

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Gayo Lues Akan Teratasi

Administrator - Minggu, 16 Februari 2020 16:15 WIB
Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Gayo Lues Akan Teratasi

GAYO LUES | SUMUT24.co

Baca Juga:

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang keduakalinya, terkait penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi untuk memperjelas pasaran harga.

Rapat tersebut di pimpin Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru yang bertepat di ruangan kerja Bupati Gayo Lues pada Jum,at (14/2/2020).

H Mhd Amru mengatakan, perlu adanya diskusi supaya persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi bisa teratasi, karena ini menyangkut dengan hajat orang banyak, karena daerah kita mayoritasnya petani, jika hal ini tidak segera diselesaikan maka produksi petani dipastikan akan menurun secara derastis.

Sebelum dikeluarkannya surat resmi keputusan Bupati, kita berlakukan dulu sistem lama dengan pengawasan yang ketat sesuai zona yang akan kita sepakati,” kata Amru.

Selanjutnya Amru menambahkan, bagi para pengencer harus menjual pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati, dan jangan menjual lebih dari batas-batas yang telah ditentukan.

“Untuk zona 1 dan 2 yanki Blangkejeren, Blangpegayon, Dabuh Gelang, Kuta Panjang, Blangjerango harga jual harus Rp. 100.000, zona 3 Pantan Cuaca, Rikit Gaib dan Putri Betung harus menjual maksimal Rp.105.000 dan zona 4 Terangun, Tripe Jaya serta Pining wajib menjual Rp. 110.000 tidak boleh lebih jika lebih maka akan berurusan dengan hukum karena ini bersifat bersubsidi dari Pemerintah,” terang Bupati.

Amru menegaskan, jika sudah berjalan keputusan yang ditentukan Pemerintah seluruh kios yang menjual pupuk bersubsidi harus membuat plang atau papan nama-nama pupuk didepan kiosnya masing-masing dan harus menerapkan sesuai harga enceran tertinggi (HET).

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Zakaria S.Hut menyampaikan, Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya berlaku di lokasi distributor lini Kuta Cane, Aceh Tenggara, namun jika sampai ke distributor lini 3 Gayo Lues harus mengeluarkan biaya angkut diperkirakan sebesar Rp. 10.000 persak.

“Untuk menembus jatah dikios-kios Kecamatan mereka juga harus mengeluarkan biaya angkut Rp. 3000 sampi dengan Rp. 10.000 persak sesuai zona masing-masing,” jelasnya.

Oleh karna itu, ungkap Zekara, untuk memperjelas kesalah pahaman dimasyarakat serta menimbang kebutuhan pupuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, harus ada membuat kesepakatan bersama tentang harga pupuk ditingkatkan kios dan Kecamatan berdasarkan zona yang sudah ditentukan.

“Sekarang Gayo Lues dibagi kedalam 4 zona sedangkan biaya angkut untuk zona 1 dan zona 2 diperkirakan 10.000 persak, zona 3 15.000 persak dan zona 4 sekitar 20.000 persak,” tegasnya.

Yang menjadi permasalahan, katanya kembali, pihak kios tidak mau menebus pupuk bersubsidi diluar harga HET yakni Rp. 90.000. untuk itu diharapkan kepada Bupati Gayo Lues untuk memberikan pemahaman agar kios kembali lagi menebus pupuk bersubsidi tersebut, pungkasnya.(daud)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Usai Aniaya Sesama Warga, Terduga Pelaku Akhirnya Diringkus Tim Jatanras Polres Asahan
34 Kontingen Pramuka Tanjungbalai Ikuti Jambore Nasional XII di Cibubur
Pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, DPC Deli Serdang Tekankan Sinergi BPD dan Kepala Desa Kawal Program Strategis
GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT
Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional*
Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
komentar
beritaTerbaru