Cegah Kriminalitas Dimalam Hari, Polresta Deli Serdang Gencarkan Patroli Hingga Pagi Hari
Cegah Kriminalitas Dimalam Hari, Polresta Deli Serdang Gencarkan Patroli Hingga Pagi Hari
kota
GAYO LUES | SUMUT24.co
Baca Juga:
- Cegah Kriminalitas Dimalam Hari, Polresta Deli Serdang Gencarkan Patroli Hingga Pagi Hari
- KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif
- PK Kasus APD COVID-19, Mahkamah Agung Republik Indonesia Diharapkan Koreksi Putusan terhadap Mantan Jubir Sumut
Dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan 1440 H di, Kecamatan Rikit Gaib, pada, Sabtu (11/5/2019) kemarin, Sekdakab Gayo Lues, H Thalib S Sos MAP, bertatap muka dengan masyarakat Desa Tungel Baru di Kecamatan Rikit Gaib.
Dalam pertemuan tatap muka tersebut, warga menyampaikan keluh kesah atas terbengkalainya lahan persawahan mereka akibat saluran irigasi yang sudah mencapai 10 terakhir pasca di bangun jembatan di areal irigasi persawahan masyarakat Desa Tungel Baru kepada Sekda Galus, H Thalib.
Akibatnya menurut warga menuturkan kepada H Thalib, berdampak terhadap kelangsungsan perekonomian masyarakat setempat yang tidak bisa mengolah lahan persawahan.
“Akibat irigasi yang biasa mengairi lahan sawah kami dan kini irigasi tersumbat dikarenakan pembangunan jembatan. Kami masyarakat berharap kepada bapak Sekda H Thalib untuk memberikan solusinya,” kata Hadist (70) seorang tokoh masyarkat, Tungel Baru kepadaTim Safari Ramadhan yang di ketua Oleh sekdakab H Thalib.
Hadist menambahkan, terkait kondisi tersebut, setiap tahun masyarakat sudah menyampaikan keluhanya kepada Bupati maupun kepada anggota DPRK Gayo Lues. Namun, sampai saat ini belum juga di realisasikan.
Lanjut Hadist, belum adanya respon dan tindak lanjut solusinya, sehingga ratusan hektar lahan persawahan masyarakat ikut menjadi terbengkalai.
“Kerusakannya berawal dari adanya pembangunan jembatan pada sungai yang bisa menyuplai air ke persawahan kami. Akibatnya saluran irigasi tertutup dan tidak bisa di berfungsi secara manual. Dampaknya lahan persawahan tidak bisa di fungsikan. Swehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat Desa Tungel Baru,” ungkapnya.
Dibeberkan Hadist, setiap hari masyarakat terpaksa membeli beras untuk kebutuhan keluarga. Karena, masyarakat yang berpenghasilan dari bercocok tanam padi, sawahnya sudah tidak lagi menghasilkan padi lagi sejak 10 tahun terakhir ini, pungkas Hadist.
Sekda Gayo Lues, H Thalib S Sos menanggapi serius permintaan masyarakat Tungel Baru. H Thalib menyampaikan, apa yang menjadi perminitaan dan keinginan masyarakat, akan di masukan pada anggaran tahun 2020 nanti.
“Dalam waktu dekat nanti, kita akan bawa Tim Dari PU untuk melakukan pegecekan kelapangan untuk perencanaan. Insa Allah tahun depan masyarakat bisa kembali melanjutkan bercocok tanam pada lahan persawahan seperti sedia kala,” urainya.(daud)
Cegah Kriminalitas Dimalam Hari, Polresta Deli Serdang Gencarkan Patroli Hingga Pagi Hari
kota
KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif
kota
PK Kasus APD COVID19, Mahkamah Agung Republik Indonesia Diharapkan Koreksi Putusan terhadap Mantan Jubir Sumut
kota
Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Siapkan ASN Unggul, Sistem Manajemen Talenta Mulai Digenjot
kota
Tiga Pria Diduga Lakukan Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Kapolsek Jika Mengulangi Akan Diproses Hukum
kota
Cegah Stunting Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Pudun Jae Ajak Warga Peduli Gizi Anak
kota
Jumat Curhat Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung ke Warga, Keluhan Pungli Pasar Sagumpal Bonang Jadi Perhatian
kota
sumut24.co MEDAN , Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan 1.586 wisudawan pada prosesi
kota
sumut24.co BATUBARA, Sebuah peristiwa duka menyelimuti lingkungan pemasyarakatan di Kabupaten Batu Bara, setelah seorang tahanan titipan da
News