Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
MEDAN, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Sarmadan Hasibuan menegaskan, bahwa pemutihan BBNKB dan denda PKB yang akan dimulai dari tanggal 28 November hingga 28 Desember 2018, bukan untuk mengejar target Pendapaatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga:
“Bukan untuk mengejar target, dapat kita lihat bahwa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sampai dengan tanggal 23 November 2018, sudah mencapai 85,90 persen. Artinya, dengan waktu 1 bulan 4 hari lagi , tanpa ada  pemutihan pun sudah pasti target diatas 100 persen,â€ujar Sarmadan kepada SUMUT24, Senin(26/11).
Sedangkan pencapai target terhadap Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) hingga tangggal 23 November 2018 sudah mencapai 112 persen. Kemudian denda Pajak Kendaraan Bermotor sudah mencapai 104 persen. Â Selanjutnya, denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor juga sudah melebihi target, tambahnya.
Menurut Sarmadan, pemutihan atau keringan yang dibuat oleh Gubsu ini, adalah sebagai insentif kepada masyarakat. Karenanya, kalau ada pajak kendaraanya  yang sampai beberapa tahun belum membayarnya,  bisa memanfaatkan pemutihan ini
“Kedepan, harapan Bapak Gubernur kita harus membuat Pergub, bahwa apabila masyarakat tidak membayar pajak kendaraanya selama 3 tahun, maka harus dikeluarkan dari registrasi, dan kendaraanya dianggap bodong,†terangnya.
Jadi, saat memberikan arahan kepada kami, Gubernur Sumatera Utara menyampaikan, bahwa pemutihan ini adalah pemutihan yang terakhir kali dilakukan. Nantinya, tidak akan ada lagi pemutihan. Sehingga, setelah selesai tahun2018, akan dibuat Pergub tentang wajib pajak yang tidak membayar pajak kendaraanya selama 3 tahun berturut turut, maka akan dihilangkan dari registrasi.
Sampai dengan tahun 2017 yang lalu, lanjutnya, dari jumlah pendataan kendaraan bermotor, ada sekitar 5.900 Juta kendaraan. Kemudian, yang mendaftar ulang, sampai dengan bulan Desember 2017 ,itu hanya  baru 3,800 Juta kendaraan, atau masih sekitar 50 persen.
“Tapi yang 50, persen ini, sudah tidak diketahui lagi kemana-mana saja kendaraanyta. Sehingga, melalaui pemberian keringanan pemutihan ini akan bisa membantu sensus yang kita laksanakan,â€terangnya.
Karenanya, kita harapkan kepada masyarakat agar benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Gubernur ini, untuk membayar atau merigtrasi kembali pajak kendaraan bermotornya, di seluruh kantor Samsat dan gerai-gerai yang ada di seluruh Sumatera Utara.(red)
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik