Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
BANDA ACEHÂ | Sumut24.co Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari KS (60), Terdakwa kasus kehutanan karena telah menempati kawasan hutan produksi di areal 200, Desa Pante Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang untuk perkebunan kelapa sawit, karet dan sentang tanpa izin. Putusan tersebut disampaikan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada 15 Oktober 2014 lalu oleh Hakim Agung Surya Jaya, yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Suhadi, dan Margono, dan Hakim-Hakim Agung sebagai anggota. Berdasarkan informasi, paska putusan penolakan tersebut dibacakan, hingga saat ini belum dilakukan eksekusi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.
Baca Juga:
Dalam putusan MA disebutkan, Terdakwa dibebankan untuk membayar perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp2,5 ribu.
Dimana, lahan tersebut termasuk dalam Kawasan Hutan Produksi Tetap (KHPT) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. 170 Tahun 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Terdakwa menempati lokasi tersebut untuk perkebunan kelapa sawit, karet dan sentang tidak memiliki Izin Pelepasan Kawasan Hutan dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Oleh karena itu, perbuatan Terdakwa sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 78 ayat (2) Jo Pasal 50 ayat (3) a Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kualasimpang No. 30/Pid.B/2012/ PN.Ksp tanggal 15 Oktober 2012 yakni Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja mengerjakan kawasan hutan secara tidak sahâ€.
Terdakwa dijatuhkan pidana selama enam tahun penjara, denda sebesar Rp10 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.
Selain itu, dalam tuntutan juga menyatakan barang bukti berupa lahan perkebunan kelapa sawit dan karet seluas lebih kurang 58,33 Ha yang terletak di Areal 200, Desa Pante Cempa, yang dikuasai Terdakwa beserta dua unit rumah papan dirampas untuk diserahkan kepada Negara Cq. Pemerintah Provinsi Aceh Cq. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
.Serta terakhir surat ganti rugi dan pelepasan hak tanah dari sejumlah pihak, serta kwitansi pembayaran, juga barang bukti lainnya. Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Ali Rasab Lubis saat dikonfirmasi AJNN mengatakan, akan menanyakan lebih dulu terkait perkara tersebut pada bidang yang menanganinya. “Besok saya tanyakan dulu ke bidang yang menanganinya,” kata Ali dikutip dari AJNN, Rabu (4/1).rel/ajnn
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Jakarta Sumut24.co PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pu
News
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
News
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Bank Sumut Cabang Kisaran menggelar kegiatan Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan kembali mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Agung maupun Kejaksa
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkung
News
Kejar Target PAD 2026, Wagub Sumut Minta OPD dan BUMD Bergerak Bersama
News
Penanganan Bencana di Solok Pemko Payakumbuh Kirim 56 Personel dan Peralatan Bantu
News
2 Maling AC Ditangkap Polsek Medan Area
Hukum