Sabtu, 09 Mei 2026

Perekonomian Agara Terancam Terpuruk | Harga Komoditas Anjlok

Administrator - Kamis, 21 Juli 2016 11:00 WIB
Perekonomian Agara Terancam Terpuruk | Harga Komoditas  Anjlok

Kutacane | Sumut 24 Meski pengembangan potensi ekonomi di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), khususnya di bidang pertanian dan perkebunan sangat menjanjikan, namun hingga saat ini harga jualnya anjlok dan dikhawatirkan akan mengancam perkembangan ekonomi masyarakat setempat. Ancaman terpuruknya perekonomian masyarakat Agara akibat anjloknya harga jual sejumlah komoditas seperti karet, kemiri, kakao, dan pinang ini mengingat le­bih dari 70 persen penduduk setempat me­ng­­andalkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. “Karena harga jual karet dan pinang anjlok, makanya saya secara pribadi sekarang lebih memilih bekerja sebagai kuli bangunan, karena hasil pekerja bangunan Rp70 ribu per hari masih lebih tinggi dari hasil menyadap karet,”ujar Encuk seorang warga Desa Titi Pasir Kecamatan Semadam Agara Rabu (20/7) Kepada Sumut24 Beberapa harga komoditas yang masih tergolong anjlok dalam beberapa bulan terakhir, antara lain karet yang sebelumnya mencapai Rp6.000 kini hanya Rp4.000/kg, pinang dari Rp10.000 menjadi Rp6.000/kg. Kondisi yang sama terjadi pada kakao de­ngan kondisi kering (patah lidi) sebelumnya mencapai Rp35.000 kini hanya Rp27.000/kg, sedangkan buah kemiri dari Rp8.000 menjadi Rp5.000/kg. Padahal Agara merupakan daerah peng­hasil kakao (coklat) terbesar di Provinsi Aceh, dengan luas lahan sekitar 19.994 hektare, produksi 8.843 ton atau produkti­vitas 13.384 kg/hektare dan dikelola seba­nyak 21.623 jiwa petani. Selain itu, Agara selama ini juga dikenal sebagai penghasil kemiri terbesar di Aceh dengan hasil produksi di kala musim panen mencapai 69.693 ton/ha dalam setahun. Ke­mu­­dian Bumi Sepakat Segenep ini juga di­­kenal dengan komoditi unggulan lainnya, yakni karet dengan produksi per hari di­per­kirakan lebih dari 25 ton. (jubel)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Saipullah Siap Biayai Masa Depan Santri Madina, Lulusan Pesantren Didorong Kuliah
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Siapkan ASN Unggul, Sistem Manajemen Talenta Mulai Digenjot
Tiga Pria Diduga Lakukan Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Kapolsek: Jika Mengulangi Akan Diproses Hukum
Cegah Stunting Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Pudun Jae Ajak Warga Peduli Gizi Anak
Jumat Curhat: Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung ke Warga, Keluhan Pungli Pasar Sagumpal Bonang Jadi Perhatian
1.586 Mahasiswa Diwisuda, Rektor USU Berharap Lulusan Berkontribusi Nyata
komentar
beritaTerbaru