MAVI Sumut Gelar Kejuaraan Voli U-15 Se-Sumatera, Bobby Hadintah: Siap Sukseskan Event
DELI SERDANG, SUMUT24.CO Panitia pelaksana terus mematangkan persiapan menjelang digelarnya Kejuaraan Bola Voli Antar Klub U15 SeSumatera
Sport
Baca Juga:
Medan -Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Sumatera Utara melaksanakan Dies Natalis ke-62 Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Perayaan Natal, bertempat di GBI T.O.D JW Marriott Medan, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus DPC PIKI se-Sumatera Utara, Dewan Pembina, Dewan Pakar, tokoh akademisi, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh gereja, sebagai wujud konsolidasi intelektual dan spiritual PIKI dalam merespons tantangan bangsa, khususnya krisis ekologis yang semakin nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PIKI Sumatera Utara, Dr. Naslindo Sirait, menyampaikan orasi reflektif berjudul "Jalan Mewujudkan Keadilan Ekologis". Ia menegaskan bahwa memasuki tahun 2025, masyarakat Indonesia sebenarnya membawa harapan baru seiring hadirnya pemerintahan baru di berbagai tingkatan Namun, harapan tersebut kembali diuji oleh rangkaian bencana hidroklimat, seperti banjir dan longsor, yang terjadi di berbagai wilayah.
"Di penghujung tahun, bangsa ini kembali dihadapkan pada situasi darurat bencana. Konsentrasi pemerintah dan masyarakat tersedot pada penanganan tanggap darurat, pemulihan, dan rekonstruksi," ujarnya.
Dr. Naslindo mengungkapkan bahwa per 18 Desember bencana tersebut berdampak pada sekitar 1,7 juta jiwa, dengan 338 korban meninggal, 138 orang hilang, puluhan ribu rumah rusak, serta kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp16,89 triliun. Hingga kini, lebih dari 42 ribu jiwa masih berada di pengungsian.
Dalam konteks itu, PIKI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menumbuhkan empati dan solidaritas kemanusiaan, tidak berhenti pada sikap menyalahkan, tetapi bergerak nyata membantu korban sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut PIKI, bencana ekologis bukan semata peristiwa alam, melainkan buah dari perilaku manusia yang merusak keseimbangan lingkungan. Perubahan fungsi hutan, reklamasi, alih guna lahan, dan manipulasi sistem alam telah menggeser dunia dari Epoch Holocene menuju Epoch Anthropocene, di mana aktivitas manusia menjadi faktor dominan perubahan bumi.
"Alam tidak pernah berniat mencelakakan manusia. Ketidakseimbangan terjadi karena relasi yang timpang, ketika manusia menempatkan diri sebagai pusat dan alam sekadar objek," tegasnya.
Sebagai gerakan intelektual, PIKI menilai penanganan bencana tidak cukup bersifat reaktif. Diperlukan pergeseran paradigma menuju pencegahan bencana, melalui penataan ruang yang berkeadilan ekologis, penguatan kebijakan pengelolaan sumber daya alam, reformasi instrumen hukum dan ekonomi, serta pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.
PIKI juga menekankan pentingnya membangun masyarakat tangguh bencana, mengingat lebih dari 83 persen wilayah Indonesia rawan bencana. Semakin tinggi kapasitas masyarakat, semakin kecil risiko bencana yang ditimbulkan.
Dalam refleksinya, PIKI menyerukan perjuangan keadilan ekologis, yakni pengakuan hak entitas non-manusia seperti hutan, sungai, dan danau untuk hidup dan lestari. PIKI mencontohkan praktik di Ekuador, Selandia Baru, dan Kolombia yang telah memberikan status hukum kepada entitas alam.
"Ke depan, kawasan seperti Danau Toba, hutan Toba, dan sungai-sungai di Sumatera Utara patut dipertimbangkan sebagai entitas yang memiliki kepentingan hukum," ujarnya.
Mengakhiri orasi, Dr. Naslindo menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam status darurat ekologis global, ditandai oleh krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Dampaknya tidak hanya lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok miskin dan rentan.
PIKI mengajak seluruh pihak—masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil—untuk melakukan pertobatan ekologis sebagai jalan bersama menuju keberlanjutan dan keadilan lintas generasi.
"Orang bijaksana bukan hanya mampu menyelesaikan masalah, tetapi mampu mencegah masalah sebelum terjadi," tutupnya. (*)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
DELI SERDANG, SUMUT24.CO Panitia pelaksana terus mematangkan persiapan menjelang digelarnya Kejuaraan Bola Voli Antar Klub U15 SeSumatera
Sport
Asmum Eva Nasri,S.H.M.M.Membuka Secara ResmiSosialisasi dan Percepatan Penerapan Manajemen Talenta Pemkab Solok
kota
sumut24.co MedanSedikitnya 1.092 peserta telah mendaftar untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumatera U
kota
sumut24.co MedanKomitmen membangun ekonomi Kota Medan yang lebih kuat dan berdaya saing menjadi pembahasan utama dalam audiensi jajaran Ke
kota
sumut24.co MedanPeringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke30 di Kota Medan menjadi momentum untuk menegaskan bahwa lansia tetap memil
kota
sumut24.co MedanKota Medan terus memacu persiapan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indo
kota
sumut24.co JakartaMantan pebulutangkis ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, mencuri perhatian publik saat menghadiri ses
Sport
Tuntut Pengusutan Tuntas, FABEM Minta Kejagung Periksa Perusahaan Pemenang Tender BGN
kota
Medan Semangat kolaborasi dan gotong royong mewarnai pertemuan antara Meriyawaty Amelia Prasetio (Bunda Yin) bersama jajaran organisasi
Politik
DARI LAGU MALIQ & DESSENTIALS KE PANGGUNG MUSIKAL, SENJA TEDUH PELITA HADIRKAN KISAH FUTURISTIK YANG IMAJINATIF Jakartasumut24.co Bagaiman
Umum