Selasa, 01 September 2026

Bupati Saipullah: Swasembada Pangan Tak Cukup dengan Bertani, Pramuka Harus Kuasai Teknologi dan Wirausaha

Administrator - Senin, 31 Agustus 2026 22:45 WIB
Bupati Saipullah: Swasembada Pangan Tak Cukup dengan Bertani, Pramuka Harus Kuasai Teknologi dan Wirausaha

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan membutuhkan lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam. Menurutnya, generasi muda juga harus dibekali pendidikan, penguasaan teknologi, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan.

Pesan tersebut disampaikan Saipullah saat memimpin upacara peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Blok C Taman Raja Batu, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Saipullah yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Madina mengaitkan momentum HUT Pramuka dengan agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan.

Tahun ini, peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Saipullah mengatakan tema tersebut sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama agenda penguatan swasembada pangan, energi, dan air.

"Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan, energi, dan air," ujar Saipullah.

Saipullah menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kepedulian terhadap potensi daerah.

Karena itu, dia mendorong kegiatan kepramukaan di Madina diarahkan pada aktivitas produktif yang berkaitan dengan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Hal itu juga harus dibarengi dengan semangat kewirausahaan agar generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu menciptakan peluang usaha.

"Kami ingin menjadikan Pramuka sebagai wadah tumbuhnya budaya proaktif dan rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, serta perkebunan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna yang dibarengi semangat kewirausahaan," katanya.

Selain berbicara mengenai ketahanan pangan, Saipullah juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam.

Perubahan iklim dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari perubahan yang harus dihadapi generasi muda.

Di sisi lain, terdapat pula berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan atau bullying, penyebaran hoaks hingga maraknya perjudian daring.

Dalam kondisi tersebut, Saipullah menilai pendidikan karakter menjadi semakin penting. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan moral dan karakter yang kuat agar kemampuan yang dimiliki generasi muda digunakan untuk hal-hal positif.

Dia menegaskan, pendidikan kepramukaan harus tetap berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka sebagai dasar dalam membangun karakter, etika, kedisiplinan, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

"Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, sementara karakter memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan," tegasnya.

Saipullah berharap anggota Pramuka di Madina memiliki wawasan luas, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, Saipullah meminta semangat kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan Pramuka harus diterjemahkan menjadi aksi nyata sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah.

Beberapa di antaranya melalui kegiatan menanam bahan pangan, menjaga dan mengelola lingkungan, serta mengembangkan usaha produktif.

"Seperti menanam bahan pangan, mengelola lingkungan, dan mengembangkan usaha," ujarnya.

Dia optimistis pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka akan memberikan dampak jangka panjang bagi Madina.

Saipullah meyakini anggota Pramuka yang dibina hari ini dapat tumbuh menjadi generasi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional. Mereka diharapkan kelak dapat menjadi petani inovatif, inovator pangan, ilmuwan, wirausahawan, hingga pemimpin yang memiliki karakter dan integritas.

Momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka pun diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi menjadi titik penguatan peran generasi muda Madina dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk mendukung terwujudnya swasembada pangan berbasis inovasi, teknologi, dan kemandirian.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jangan Ada yang Dirugikan! Sikap Tegas Wakil Bupati Palas Achmad Fauzan Nasution Saat Temui Massa Dalihan Natolu
Bupati Saipullah Nasution Tancap Gas di AOE 2026, Potensi Madina Ditawarkan ke Investor
Bupati Taufik Zainal Abidin Resmi Buka Festival Sungai Asahan, Jaga Kelestarian dan Angkat Potensi Wisata Serta Ekonomi Kreatif Daerah
Wakil Bupati Asahan Buka Festival Layang-Layang, Kreativitas dan Budaya Tradisional Terbang Tinggi di Silo Baru
Wakil Bupati Asahan Ikuti Penandatanganan Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf Secara Daring : Jaminan Kepastian Hukum Aset Umat
Rakor Stunting Regional Sumatera 2026 : Bupati Asahan Tegaskan Komitmen Penuh, Turunkan Angka Stunting Demi SDM Berkualitas
komentar
beritaTerbaru