Senin, 31 Agustus 2026

Randai hingga Gordang Sambilan Meriahkan HUT IKM, Wabup Atika Soroti Peran Orang Minang

Administrator - Senin, 31 Agustus 2026 12:26 WIB
Randai hingga Gordang Sambilan Meriahkan HUT IKM, Wabup Atika Soroti Peran Orang Minang

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menilai keberadaan masyarakat Minangkabau memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Mandailing Natal, khususnya melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Atika saat menghadiri Rang Minang Baralek Gadang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Alun-alun Kota Panyabungan, Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Menurut Atika, banyak pelaku UMKM di Madina yang berasal dari kalangan masyarakat Minangkabau. Kehadiran mereka dinilai turut memberikan warna sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

"Ekonomi di Madina bergerak salah satunya karena keberadaan pelaku UMKM yang banyak merupakan saudara-saudara kami orang Minang," ujar Atika dalam kegiatan tersebut.

Atika menegaskan, kontribusi masyarakat Minang di Madina tidak sebatas pada aktivitas perdagangan maupun UMKM. Menurutnya, masyarakat Minangkabau juga telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Ia melihat para perantau Minang mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Madina serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Falsafah Minangkabau "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", kata Atika, terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minang yang tinggal dan menetap di Madina.

"Sehingga dalam keseharian, tak mampu lagi kami membedakan mana orang Minang dan mana orang Mandailing," katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan eratnya hubungan sosial antara masyarakat Minangkabau dengan masyarakat Mandailing yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Dalam kesempatan itu, Atika juga mengapresiasi keberadaan IKM yang selama ini dinilai aktif menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Ia berharap semangat saling membantu, gotong royong, dan kebersamaan yang telah dibangun IKM dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk diwariskan kepada generasi muda agar hubungan harmonis antarsuku dan kelompok masyarakat di Madina tetap terjaga.

"Semangat saling membantu dan mempererat silaturahmi ini mudah-mudahan terus diwariskan kepada generasi berikutnya," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan peringatan HUT ke-10 IKM.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki karakter yang kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Menurut Erwin, kemampuan tersebut menjadi salah satu keunggulan masyarakat Minang yang telah dikenal luas.

Ia juga menyambut baik pelaksanaan Rang Minang Baralek Gadang di Alun-alun Kota Panyabungan. Selain menjadi momentum mempererat persaudaraan, kegiatan tersebut dinilai memberikan hiburan bagi masyarakat Madina.

Apresiasi terhadap kontribusi masyarakat Minang juga disampaikan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy.

Ia mengatakan kiprah masyarakat Minangkabau dalam perjalanan bangsa Indonesia telah berlangsung sejak masa sebelum kemerdekaan.

Bagus mencontohkan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yakni Mohammad Hatta atau Bung Hatta, yang berasal dari Sumatera Barat dan menjadi salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia.

"Bahkan, salah satu proklamator itu berasal dari Sumatera Barat, Bung Hatta," ujar Bagus.

Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi yang besar dalam berbagai bidang kehidupan bangsa.

Peringatan HUT ke-10 IKM Madina tidak hanya diisi dengan sambutan dari para pejabat. Kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari Sumatera Barat maupun Mandailing.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan antara lain randai, Tari Piring, silek, Gordang Sambilan, hingga marturi.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian penting dalam Rang Minang Baralek Gadang karena memperlihatkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Madina.

Selain kesenian tradisional, masyarakat juga disuguhkan sejumlah tari kreasi yang memadukan unsur budaya lokal. Salah satunya adalah Tari Manduda Eme.

Rangkaian pertunjukan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana budaya Minangkabau dan Mandailing dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat identitas Madina sebagai daerah yang memiliki keberagaman budaya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
Ikm
beritaTerkait
DPD HIKMA Kurang Sepakat Rencana Perayaan Natal Bersama oleh Kemenag RI
HIKMA Sumut Desak Sekdaprov Cabut Surat Edaran Soal Pakaian Adat: “Mandailing Bukan Batak!”
HIKMA Apresiasi Kemenangan Andika Ibrahim Nasution: Melanjutkan Jejak Willem Iskander, Ompung Pendidikan dari Tano Gordang Sambilan
Pengurus Ikaplusdikmas Unimed Gelar Rakernas Secara Hybrid
Pemkab Madina Soroti PT Sorikmas Mining dan PT SMGP saat Terima Kunjungan DPRD Sumut, Saipullah Nasution : IPM Masih Tertinggal
Danpusdikma Kodiklat TNI Tinjau Fasilitas Pendidikan di Sepa PSDP PNB TNI Yogyakarta
komentar
beritaTerbaru