Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 0212-09/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 021209/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
kota
Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengajak mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina memaknai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara lebih luas.
Menurut Saipullah, PBAK tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kegiatan penyambutan atau seremonial bagi mahasiswa yang baru memasuki dunia perguruan tinggi. Lebih dari itu, PBAK merupakan langkah awal untuk membentuk pribadi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun dunia kerja.
Hal itu disampaikan Saipullah saat menjadi narasumber dalam kegiatan PBAK mahasiswa baru STAIN Madina di kampus tersebut, Senin (24/8/2026).
"PBAK bukan sekadar pintu masuk menuju kampus. PBAK adalah pintu masuk menuju sebuah perjalanan kemandirian," ujar Saipullah di hadapan mahasiswa baru.
Saipullah mengatakan, memasuki perguruan tinggi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan menyelesaikan pendidikan hingga mendapatkan gelar akademik.
Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting dalam proses pembentukan pola pikir, karakter, idealisme, sekaligus menentukan arah masa depan setiap mahasiswa.
Karena itu, ia meminta mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk benar-benar meningkatkan kapasitas diri.
"Jangan datang ke kampus hanya untuk mengejar gelar. Datanglah untuk membangun kapasitas diri," katanya.
Ia berharap mahasiswa STAIN Madina mampu menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, mengembangkan gagasan, serta mengasah kemampuan yang nantinya dibutuhkan ketika terjun ke tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madina juga menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis atau critical thinking bagi mahasiswa.
Ia menilai keberanian untuk bertanya menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi harus mampu menguji, menganalisis, dan memahami berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
"Ilmu pengetahuan berkembang bukan hanya karena manusia menemukan jawaban. Ilmu berkembang karena ada manusia yang berani bertanya," ujar Saipullah.
Pesan tersebut dinilai penting di tengah arus informasi yang semakin cepat. Mahasiswa dituntut tidak mudah menerima setiap informasi secara mentah, melainkan memiliki kemampuan untuk memilah informasi berdasarkan data, logika, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain kemampuan akademik, Saipullah menekankan integritas sebagai modal penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa.
Ia mengatakan, integritas bukan hanya persoalan mengucapkan hal-hal yang baik, tetapi bagaimana seseorang mampu menjaga kesesuaian antara perkataan, sikap, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Integritas itu setiap ucapan, setiap perbuatan, setiap tindakan yang kita lakukan harus konsisten. Yang paling sulit adalah konsisten," tegasnya.
Menurut Saipullah, karakter tersebut harus mulai dibangun sejak mahasiswa berada di lingkungan kampus. Kebiasaan disiplin, bertanggung jawab, jujur, dan konsisten akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional serta kehidupan bermasyarakat.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), juga menjadi perhatian Saipullah dalam penyampaiannya kepada mahasiswa baru.
Ia menilai kemajuan teknologi memang dapat membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien. Namun, kemampuan teknologi tersebut tidak lantas membuat manusia kehilangan peran pentingnya.
Menurutnya, mahasiswa justru harus memperkuat karakter dan nilai kemanusiaan agar tetap memiliki keunggulan di tengah perkembangan teknologi.
"Kalau mesin semakin pintar, manusia harus apa untuk terus unggul dari mesin? Jawabannya karakter. Mesin dapat menghitung, tetapi manusia memiliki nurani. Mesin dapat menghasilkan informasi, tetapi manusia memiliki nilai. Mesin dapat bekerja cepat, tetapi manusia memiliki tanggung jawab," ujar Saipullah.
Ia pun mendorong mahasiswa STAIN Madina tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, kreativitas, serta kegiatan sosial.
Sementara itu, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengungkapkan pihak kampus akan membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir melalui pembentukan kelompok-kelompok studi.
Mara Samin menargetkan setiap program studi memiliki sejumlah kelompok kajian atau study club yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan membedah berbagai persoalan.
Menurutnya, forum diskusi tersebut diharapkan mampu melahirkan budaya akademik yang lebih hidup sekaligus mendorong mahasiswa berani menyampaikan gagasan.
"Ke depan, setiap program studi akan kami dorong memiliki kelompok study club. Mereka nantinya dapat mengadakan diskusi dengan berbagai topik untuk dibahas bersama," kata Mara Samin.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut tidak terlepas dari pengalaman pribadinya ketika menjadi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah, ia mengaku pernah mengalami kesulitan untuk mengaktualisasikan diri pada masa awal perkuliahan.
Karena itu, ia ingin mahasiswa STAIN Madina memiliki ruang yang dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri sekaligus mengembangkan kemampuan akademik.
Mara Samin berharap aktivitas diskusi yang dibangun di lingkungan kampus dapat menjadi bekal mahasiswa ketika mereka nantinya menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia profesional maupun masyarakat.
Ia ingin lulusan STAIN Madina tidak hanya menguasai pengetahuan sesuai bidang studinya, tetapi juga terbiasa menyampaikan pendapat, mempertahankan argumen, serta menghadirkan gagasan yang solutif.
"Kalau keluar dari sini, alumni STAIN ini di luar nanti sudah bisa bersaing, bahkan diharapkan lebih unggul. Mereka sudah terbiasa berdebat di dalam kampus dan terbiasa menghadirkan ide-ide," tuturnya.
Menurutnya, budaya diskusi dan pertukaran gagasan akan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi berbagai persoalan yang kompleks.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Saipullah Nasution hadir bersama Penjabat Sekretaris Daerah Madina Afrizal Nasution, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sudrajat Putra, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhammad Syail Lubis.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan dunia pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mandailing Natal.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Dua Hektare Terbakar! Babinsa Koramil 021209/Sosa dan Warga Berjibaku Lawan Karhutla di PT SRL Palas
kota
Paluta Raih Predikat &ldquoInovatif&rdquo, 11 OPD/UPTD Diguyur Penghargaan
kota
Korban Kebakaran Panyabungan Julu Segera Dapat Bantuan, Wabup Atika Minta Data Rampung 1 Hari
kota
Bupati Saipullah Ajak Mahasiswa Baru STAIN Madina Jadikan PBAK sebagai Awal Perjalanan Kemandirian
kota
Menuju Tapsel Bangkit, Bupati Gus Irawan Tekankan Persatuan dan Kolaborasi di RPP Pemuda Pancasila Zona III
kota
Hotspot Terdeteksi Aplikasi Lancang Kuning, Polsek SD Hole Langsung Cek Lokasi di Aek Bilah
kota
Tangkap AAP di Hotel Istana I, Polres Padangsidimpuan Temukan Belasan Paket Sabu di Rumahnya
kota
Warga Geger! Diduga Ikan Mati Massal di Batang Ayumi Akibat Limbah TPA Batu Bola, Lubuk Larangan Terancam Rusak
kota
Paman dan Ponakan Kompak Bawa 35 Kg Sabu
News
Gubsu Bobby Bahas Persiapan IMTGT ke32 Bersama Menko Perekonomian
kota