Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
kota
Baca Juga:
- Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata
- Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026 : Lahirkan Bibit Unggul, Jadikan Agenda Tahunan Olahraga
- Musim Kemarau, Bupati Palas Tekankan BPBD Siaga 24 Jam dan Alat Berat Jangan Sampai Rusak
Satu tahun setelah menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, RSUD Panyabungan terus melakukan evaluasi dan pembenahan.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menargetkan rumah sakit milik daerah tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan untuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution saat menghadiri rangkaian kegiatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan, Selasa (18/8/2026).
Perpindahan RSUD Panyabungan dari gedung lama di Kelurahan Kayujati ke lokasi baru dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Madina. Momentum satu tahun tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi pelayanan maupun sarana dan prasarana.
Bupati Saipullah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Madina bersama Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Panyabungan terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap.
Menurutnya, peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada keberadaan gedung dan fasilitas, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan serta profesionalisme tenaga kesehatan.
"Perbaikan ini terus berjalan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar pelayanan yang optimal bagi masyarakat," ujar Saipullah.
Pemkab Madina memiliki target agar RSUD Panyabungan terus berkembang hingga mampu menjadi rumah sakit hub atau pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tabagsel.
Untuk mencapai target tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, penyempurnaan standar operasional pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia.
Saipullah menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tenaga kesehatan yang ramah dan responsif, serta sumber daya medis yang profesional.
Menurut dia, masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang lengkap, tetapi juga pelayanan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya ketika mendapatkan perawatan.
Karena itu, pembenahan pelayanan di RSUD Panyabungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD Panyabungan Evi Desvita mengatakan, pihak manajemen telah meluncurkan program Sijeges sebagai pedoman sekaligus komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari di lingkungan rumah sakit.
"Janji itu harus dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam bentuk nyata, baik dari sisi pelayanan maupun sarana prasarana," kata Evi.
Ia menilai penerapan Sijeges menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya pelayanan yang lebih baik. Menurutnya, pelayanan prima harus ditopang oleh fasilitas yang memadai serta tenaga kesehatan dan seluruh pegawai rumah sakit yang memiliki sikap profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Evi menegaskan, peningkatan mutu pelayanan akan tetap menjadi prioritas manajemen RSUD Panyabungan ke depan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama seluruh unsur yang berada di lingkungan rumah sakit.
"Ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan tepercaya bagi masyarakat," ujarnya.
Peringatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Manajemen rumah sakit menggelar sejumlah perlombaan yang diikuti pegawai, baik secara kelompok maupun perorangan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarkaryawan.
Selain perlombaan, manajemen juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai dan unit kerja yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik.
Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada petugas customer service (CS) terbaik, petugas keamanan atau satpam terbaik, tenaga kesehatan terbaik, serta ruangan yang dinilai paling bersih dan rapi.
Puncak pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/8/2026).
Momentum satu tahun menempati gedung baru ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan rumah sakit bukan hanya soal perpindahan lokasi dan penambahan fasilitas. Lebih dari itu, keberadaan RSUD Panyabungan dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, profesional, ramah, dan terpercaya bagi masyarakat Madina.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
kota
Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju
kota
Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus
kota
Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina
kota
HUT ke81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan
kota
Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel
kota
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata
kota
Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja
kota
Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal
kota
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman "Jangan Mendahului Keputusan Forum
kota