Selasa, 18 Agustus 2026

Hasto Kristiyanto: Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat

Administrator - Minggu, 16 Agustus 2026 19:08 WIB
Hasto Kristiyanto: Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat
Baca Juga:

SAMOSIR – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir tidak boleh sekadar menjadi simbol keberadaan partai. Kantor tersebut harus benar-benar hadir sebagai rumah rakyat, tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, mencari solusi atas persoalan yang dihadapi, sekaligus ruang untuk melahirkan gagasan dan kepemimpinan.

Penegasan itu disampaikan Hasto saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026).

Hasto hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon, jajaran pengurus DPD dan DPC, kader, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut Hasto, pembangunan kantor partai harus dimaknai sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan PDI Perjuangan dengan rakyat. Kantor partai bukan hanya tempat menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat.

"Kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan bukan sekadar rumah untuk konsolidasi. Rekrutmen politik, kaderisasi, pendidikan kepemimpinan, dan bagaimana aspirasi rakyat menjadi keputusan-keputusan publik harus dijalankan di kantor partai ini," ujar Hasto.

Ia menjelaskan, kantor DPC nantinya memiliki berbagai fungsi internal, mulai dari konsolidasi organisasi, kaderisasi, rekrutmen politik hingga pendidikan kepemimpinan. Namun, seluruh fungsi tersebut harus bermuara pada kepentingan rakyat.

Hasto bahkan mengingatkan agar pembangunan kantor partai tidak membuat PDI Perjuangan tampil eksklusif dan semakin jauh dari masyarakat.

"Kantor partai harus memancar suatu semangat keberpihakan kepada rakyat miskin, kepada rakyat yang diperbodohkan oleh sistem, oleh kekuasaan. Sehingga sering terjadi ketidakadilan. Jangan sampai kita membangun kantor partai, tapi berjarak dengan rakyat. Justru dengan kantor partai inilah kita semakin menyatu dengan kekuatan rakyat," tegasnya.

Karena itu, Hasto berharap masyarakat Samosir nantinya dapat merasakan keberadaan kantor tersebut sebagai ruang bersama.

Masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil, kata dia, harus memiliki tempat untuk datang, menyampaikan persoalan, memperoleh pendampingan politik, serta mencari jalan keluar melalui mekanisme demokrasi.

"Dalam peletakan batu pertama ini kami mengingatkan pentingnya kantor partai agar nantinya ketika ini berjalan menjadi rumah rakyat. Rakyat yang diperlakukan tidak adil bisa datang ke sini. Ini juga harus menjadi suatu ruang untuk membangun kepemimpinan intelektual," tutur Hasto.

Politik Harus Berpihak kepada Rakyat

Hasto juga mengingatkan bahwa keberpihakan kepada rakyat harus menjadi karakter politik PDI Perjuangan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila mengajarkan keberpihakan terhadap kemanusiaan serta pembebasan rakyat dari berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan.

Dalam kehidupan demokrasi, lanjut Hasto, partai politik juga harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Perbedaan pandangan, menurutnya, tidak semestinya dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, perbedaan harus dikelola melalui dialog dan pertukaran gagasan untuk melahirkan keputusan serta kebijakan terbaik.

"PDI Perjuangan harus terus membangun tradisi politik yang membuka ruang bagi perbedaan pendapat, dialog dan pertukaran gagasan," katanya.

Dengan demikian, kantor partai tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya kader, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan dan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat.

Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir yang diharapkan menjadi pusat aktivitas partai sekaligus rumah bersama bagi masyarakat.

Hasto menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan kantor partai bukan semata-mata kemegahan bangunannya.

"Yang paling penting adalah seberapa jauh keberadaannya mampu mendekatkan partai dengan rakyat," ujarnya.

Kantor tersebut, kata Hasto, harus hidup bersama masyarakat, mendengar persoalan mereka, memperjuangkan kepentingan mereka, serta melahirkan kader dan pemimpin yang memahami kebutuhan rakyat.

Di tengah kawasan Danau Toba yang memiliki jejak sejarah dan peradaban panjang, Hasto menilai keberadaan kantor partai juga harus menjadi pengingat bahwa politik tidak boleh terlepas dari sejarah dan kehidupan rakyat.

Kesadaran terhadap masa lalu harus menjadi pijakan menghadapi masa kini, sementara keberpihakan kepada rakyat menjadi dasar untuk menyiapkan masa depan Samosir yang lebih baik.

Dibangun Secara Gotong Royong

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon mengatakan pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir akan melibatkan seluruh kader melalui semangat gotong royong.

Rapidin mengatakan pembangunan kantor partai dengan konsep serupa juga akan dilakukan di Langkat, Nias, serta sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

Menurutnya, pembangunan kantor permanen tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa kantor partai harus menjadi pusat konsolidasi sekaligus rumah rakyat.

"Seluruh kantor permanen partai harus semakin meneguhkan dan menegaskan komitmen partai untuk menangis dan tertawa bersama rakyat," kata Rapidin.

Ia menegaskan, kantor partai tidak boleh menjadikan PDI Perjuangan sebagai organisasi yang eksklusif dan berjarak dengan masyarakat.

"Kantor partai yang telah, sedang, dan akan dibangun di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara ditujukan untuk kemenangan bersama rakyat. Rakyat menjadi alasan dan tujuan berdirinya kantor-kantor partai, demi terwujudnya kesejahteraan rakyat," pungkas Rapidin.

Rombongan DPP Kembali ke Jakarta

Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan menjelaskan, Hasto Kristiyanto dalam kunjungannya ke Samosir turut didampingi Djarot Saiful Hidayat, Johannes Oberlin Lumban Tobing dari BBHR Pusat, Guntur Romli, Anwar Saragih, Aryo Seno Bagaskoro, Monang Sinaga, Markus Junianto Sihaloho, dan Kusnadi.

Rombongan DPP PDI Perjuangan tiba di Sumatera Utara pada Sabtu (15/8/2026) dan telah kembali ke Jakarta pada Minggu (16/8/2026).

Kepulangan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Sekolah Partai PDI Perjuangan, kawasan Lenteng Agung, Jakarta.

Bagi PDI Perjuangan Sumatera Utara, pembangunan kantor-kantor permanen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai proyek fisik organisasi. Lebih dari itu, kantor partai dituntut menjadi ruang demokrasi yang terbuka, tempat rakyat menyampaikan persoalan, dan tempat kader ditempa agar mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
pdi
beritaTerkait
PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi di Samosir, Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC Samosir
Bidik Kemenangan 2029, PDIP Sergai Gelar Fit And Proper Test bagi Calon Ketua PAC
Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Sumut Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di 33 Kabupaten/Kota
Plt Sekda Padangsidimpuan Hadiri Konfercab VI PDI Perjuangan Zona III Sumut,Taty Ariyani Kembali Terpilih
Ibnu Hajar Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Hasyim SE sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan untuk Ketiga Kalinya
PDIP Sumut Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional, Sutarto: Semua Pihak Harus Bergerak Cepat Bantu Korban
komentar
beritaTerbaru