Jumat, 14 Agustus 2026

Tekan Inflasi, Pemkab Madina Gelar Gerakan Pangan Murah: Beras Cuma Rp12 Ribu

Administrator - Jumat, 14 Agustus 2026 10:05 WIB
Tekan Inflasi, Pemkab Madina Gelar Gerakan Pangan Murah: Beras Cuma Rp12 Ribu

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) kembali mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Kota Panyabungan, Kamis (13/8/2026).

Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, mengatakan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi juga berhubungan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, harga beras di pasaran saat ini berada pada kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Sementara minyak goreng dijual sekitar Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

Melalui GPM, pemerintah memberikan alternatif harga yang lebih rendah bagi masyarakat.

"Selisih harga melalui kegiatan ini diharapkan bisa membantu menurunkan tekanan harga sekaligus menjaga inflasi. Inflasi penting diperhatikan karena berkaitan dengan daya beli masyarakat," ujar Saipullah.

Saipullah menyebut keberadaan Gerakan Pangan Murah diharapkan memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang memiliki pendapatan terbatas.

Dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

"Dengan adanya gerakan pangan murah ini masyarakat terbantu. Masyarakat yang berpenghasilan sedang ke bawah bisa mendapatkan beras dan minyak sesuai kebutuhan," katanya.

Pemkab Madina juga tidak ingin program tersebut hanya menjadi kegiatan sesaat. Pemerintah daerah berencana menjadikan GPM sebagai agenda rutin setiap bulan.

Langkah itu diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Kami rencanakan setiap bulan dilaksanakan agar sebagian masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan mendapat kesempatan membeli beras murah maupun minyak murah," ujar Saipullah.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Madina, Daniel Afandi Harahap, menjelaskan pelaksanaan GPM tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemkab Madina bersama Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog.

Untuk pelaksanaan di Taman Kota Panyabungan, pemerintah menyediakan sebanyak 3 ton beras dan 4 ton minyak goreng.

Daniel mengatakan harga komoditas yang dijual dalam GPM jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar.

Beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp16.000 per kilogram dijual melalui program tersebut dengan harga Rp12.000 per kilogram.

Sementara minyak goreng yang di pasar berkisar Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp15.500 per liter.

"Untuk beras sendiri di pasar, tadi sudah berbincang dengan masyarakat, harganya sekitar Rp16.000 per kilogram. Jadi di sini dijual Rp12.000. Minyak goreng harga Rp19.000 sampai Rp21.000 per liter, kami jual di harga Rp15.500," jelas Daniel.

Menurut Daniel, perbedaan harga tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat dari sisi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membantu pemerintah menjaga keseimbangan harga pangan.

Pemkab Madina bersama BI dan Bulog juga telah melakukan koordinasi agar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Daniel mengatakan kegiatan serupa direncanakan berlangsung setiap bulan. Pemerintah daerah bahkan tengah menyiapkan pola pelaksanaan agar GPM tidak hanya berpusat di wilayah Panyabungan dan sekitarnya.

"Rencananya gerakan pangan murah ini akan diadakan setiap bulan. Sudah terkoneksi dengan BI dan Bulog," ungkapnya.

Ke depan, pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara lebih merata hingga ke berbagai kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal.

"Mudah-mudahan nanti bisa kita laksanakan di seluruh kecamatan," kata Daniel.

Perluasan lokasi pelaksanaan dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, khususnya mereka yang membutuhkan akses pangan dengan harga lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen Pemkab Madina dalam menghadapi dinamika harga pangan. Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat.

Kegiatan GPM di Taman Kota Panyabungan turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Taufik Zulhendra, Kepala Dinas Perdagangan Ahmad Syukri, Kepala Dinas Pendidikan Faisal Situmorang, Camat Panyabungan Martua, serta Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
TIPD Pemko T. Tinggi Bahas Pengendalian Inflasi
Pemkab Deli Serdang Komitmen Dukung Pengendalian Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga
Jelang Ramadhan 2026, Sekda Bersama OPD Tanjungbalai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri
Pj Sekda Rakor Pengendalian Inflasi 2025
Inflasi Sumut Masih Tertinggi di Indonesia, Bobby Nasution Gagal Lakukan Langkah Pengendalian
komentar
beritaTerbaru